Berita

Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi-Mobil Ortu Pacar gegara Cinta Tak Direstui

Orang Tua Pacar Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi – Seorang pemuda di Bali, NA (25), menjadi sorotan publik setelah melakukan aksi pembakaran terhadap kandang

Desk Berita
Published Mei 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pemuda Bali Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orang Tua Pacar

Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi – Seorang pemuda di Bali, NA (25), menjadi sorotan publik setelah melakukan aksi pembakaran terhadap kandang sapi serta mobil milik orang tua pacarnya. Aksi ini terjadi di Banjar Dinas Kawanan, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Buleleng, sebagai bentuk protes terhadap keinginan keluarga sang kekasih yang tidak menyetujui hubungan cinta mereka. Kapolsek Tejakula, AKP Gede Darma Diatmika, mengungkapkan bahwa NA diamankan setelah petugas menemukan bukti adanya niat sengaja dalam aksi pembakaran tersebut.

Peristiwa Terjadi di Banjar Dinas Kawanan

Kebakaran yang memakan korban satu unit mobil Suzuki Futura dan kandang sapi terjadi pada Minggu (24/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Lokasi kejadian berada di Banjar Dinas Kawanan, Desa Julah, yang dikenal sebagai pusat komunitas pedesaan dengan banyak tradisi pertanian dan peternakan. Menurut Darma Diatmika, tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan petunjuk kuat bahwa pembakaran diatur oleh pelaku. “Kami menemukan bukti yang menunjukkan api disengaja dibakar,” jelasnya.

Dalam penyelidikan awal, warga setempat melaporkan bahwa api membara menghancurkan kandang sapi milik Nengah Sudarta (57), seorang warga yang mengalami kerugian sekitar Rp20 juta. Api juga merambat ke mobil hitam yang terparkir di garasi, sekitar 40 meter dari lokasi kandang. Pemuda tersebut, yang diketahui tinggal di wilayah sekitar, dituduh telah merusak harta benda keluarga sang kekasih karena menganggap cintanya tidak diizinkan.

Motif Pembakaran dan Dugaan Pelaku

Aksi pembakaran yang dilakukan NA dinilai sebagai bentuk keputusasaan akibat konflik cinta yang berlangsung cukup lama. Keluarga sang kekasih, yang mendukung hubungan tersebut, menolak rencana pernikahan yang diusulkan NA. Selain itu, warga juga menyebutkan bahwa NA sering kali mengungkit masalah ini di tengah masyarakat, hingga akhirnya memicu tindakan ekstrem. “Pelaku seolah ingin menunjukkan keinginannya dengan cara menyerang kekayaan keluarga pacarnya,” kata salah satu saksi mata, WD.

Kebakaran tersebut menimbulkan reaksi cepat dari warga sekitar, yang berupaya memadamkan api sebelum menyebarkan kabar kejadian ini. Menurut sumber, kandang sapi yang dibakar berisi tujuh ekor sapi, termasuk satu anak sapi yang terluka. Petugas kepolisian juga memeriksa jejak arang di lokasi serta mengumpulkan saksi untuk mengungkap lebih jauh motif dari tindakan ini. “Kami sedang mengejar jejak-jejak yang bisa mengungkap alasan pelaku memilih cara ini,” tambah Darma Diatmika.

Korban serta Kerugian yang Dialami

Korban utama kejadian ini adalah Nengah Sudarta, seorang peternak yang kehilangan sebagian besar harta benda miliknya. Kebakaran tidak hanya merusak kandang sapi, tetapi juga menghancurkan mobil miliknya, yang merupakan benda berharga. Diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp20 juta, termasuk biaya perawatan sapi yang terluka. Selain itu, tindakan ini menyebabkan kegaduhan di lingkungan sekitar, dengan beberapa warga meminta keadilan bagi pelaku yang dianggap kecewa.

Dalam investigasi lebih lanjut, polisi juga mengecek apakah ada konspirasi dari pihak tertentu dalam pembakaran. “Kami menelusuri kemungkinan pelaku memperoleh bantuan dari orang dekat untuk mempercepat kejadian ini,” kata Darma Diatmika. Pemuda tersebut diketahui tinggal bersama keluarga dan kerap berbicara tentang perasaannya kepada pacar, hingga akhirnya memicu aksi yang dramatis. Pembakaran ini menjadi simbol konflik antara keinginan pribadi dan tradisi keluarga, yang sering terjadi di Bali.

Proses Penyelidikan dan Langkah Selanjutnya

Penyelidikan terus berjalan, dengan polisi mengumpulkan bukti seperti saksi, laporan kejadian, serta laporan kerugian. Dugaan sementara menyebutkan bahwa aksi ini dilakukan secara spontan, tetapi juga ada kemungkinan NA merencanakan tindakan ini sejak lama. Polisi juga mengecek alat-alat yang digunakan dalam pembakaran serta memantau apakah ada kerjasama dari pihak lain. “Kami sedang memeriksa segala kemungkinan untuk menemukan akar masalah ini,” kata Darma Diatmika.

Kebakaran di Desa Julah ini menjadi perhatian media dan warga Bali, yang mengunggah berita di berbagai platform sosial. Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi menimbulkan diskusi tentang hubungan antara tradisi dan modernitas, serta peran keluarga dalam kehidupan pernikahan. “Ini adalah contoh bagaimana konflik cinta bisa berujung pada tindakan ekstrem,” kata seorang analis sosial. Pemuda tersebut kemungkinan akan diadili lebih lanjut, dan kasus ini bisa menjadi referensi bagi kejadian serupa di masa depan.

Kasus ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya komunikasi antara keluarga dan anak muda dalam menyelesaikan perbedaan pendapat. Di Bali, kandang sapi tidak hanya merupakan aset ekonomi, tetapi juga simbol status sosial dan tradisi yang dipegang kuat. Tindakan NA menjadi bukti bahwa rasa sakit hati akibat cinta tak direstui bisa memicu konflik yang lebih besar. Polisi memastikan investigasi tetap berjalan hingga motif tindakan ini terungkap secara lengkap.

Leave a Comment