Pelaku Curanmor di Serang Manfaatkan Informasi Mantan Biduan Saat Beraksi
Pelaku Curanmor Hajatan di Serang Manfaatkan – Kejadian pencurian motor yang terjadi selama acara hajatan di Serang menarik perhatian polisi karena salah satu pelakunya diduga memiliki latar belakang sebagai mantan penyanyi. Dengan memanfaatkan informasi dari acara tersebut, pelaku berhasil merancang aksi yang menguntungkan. Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa kasus ini menunjukkan kecerdikan pelaku dalam memanfaatkan situasi di sekitar acara hiburan.
Kasus Curanmor di Wilayah Hajatan
Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES, mengungkap bahwa pelaku yang seorang perempuan ini memanfaatkan pengawasan yang kurang ketat saat hajatan berlangsung. Ia menggunakan jaringan informasi yang didapat dari acara hiburan untuk mengenali titik-titik rawan dan memudahkan aksinya. Dalam beberapa bulan terakhir, aksi curanmor yang dilakukan pelaku ini telah menyasar puluhan lokasi di Banten.
“Yang perempuan ini mantan penyanyi, jadi dia tahu ada acara di mana saja,” ujar AKP Andi Kurniady ES, Jumat (22/5/2026).
Pelaku bernama Kiming—yang juga diidentifikasi sebagai residivis—terlibat dalam sejumlah kasus pencurian yang terjadi saat hajatan atau acara perayaan berlangsung. Berdasarkan data yang diperoleh, ia telah menghilangkan sepeda motor dari 15 titik lokasi di wilayah Serang dan sekitarnya. Polisi menemukan bahwa aksi ini kerap berlangsung pada malam hari, saat pengunjung acara merasa aman dan tidak curiga.
Upaya Pemulihan dan Penegakan Hukum
Pasca kejadian pencurian pada 12 Mei 2026 di Kampung Rukem, Kecamatan Bandung, polisi langsung melakukan penyelidikan intensif. Dua tersangka lainnya, Saedi dan Suherman, ditangkap sebagai pelaku penadahan barang hasil pencurian. Keduanya diamankan di Kecamatan Jasinga dan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, Jimi alias Kiming serta pacarnya, Dian, ditangkap saat sedang beraksi di Kelurahan Nyapah, Kota Serang.
“Keduanya merupakan pelaku pertolongan jahat atau penadah barang curian,” ucap Andri.
Menurut Kapolres, kejadian serupa sering terjadi di berbagai acara hajatan atau perayaan di Serang. Untuk mencegah aksi semacam ini, ia menyarankan para penyelenggara acara agar lebih waspada dan bekerja sama dengan polisi. “Dengan koordinasi yang baik, kita bisa memperketat pengamanan dan mengurangi peluang aksi pencurian,” jelas Andri. Polisi juga sedang menyelidiki kemungkinan adanya jaringan kriminal yang terlibat dalam kasus ini.
Strategi Pelaku dan Penyebab Kesuksesan Aksinya
Pelaku curanmor hajatan di Serang memanfaatkan pengetahuan tentang acara-acara hiburan untuk merancang aksi yang terencana. Dengan memperhatikan rutinitas warga yang mengadakan hajatan, pelaku bisa memilih waktu yang tepat untuk beraksi. Misalnya, saat korban sedang menikmati hiburan atau dalam suasana kegembiraan, pengawasan terhadap barang-barang berharga sering kali longgar.
“Pelaku diamankan di salah satu hajatan di Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang bersama pacarnya yang turut serta dalam aksi pencurian,” katanya.
Penyebab utama keberhasilan aksi ini adalah faktor ketidaktahuan masyarakat tentang keberadaan pelaku. Sebagai mantan biduan, Kiming punya akses ke informasi yang memudahkan dia mengenali kebiasaan pengunjung hajatan. Polisi juga menyoroti bahwa aksi curanmor ini tidak hanya terjadi di Serang, tetapi juga mengancam wilayah lain di Banten. Dengan memperluas penindakan, polisi berharap bisa menghentikan gelombang pencurian ini.
Dalam upaya pencegahan, pihak kepolisian telah melakukan pendekatan lebih aktif ke masyarakat sekitar hajatan. Mereka memberikan edukasi tentang cara mengamankan barang bawaan saat menghadiri acara. “Sudah sekitar 15 hajatan yang terkena aksi pencurian, sehingga penting bagi tuan rumah untuk memperketat pengawasan,” tambah Kasat Reskrim. Dengan kebijakan ini, polisi berharap masyarakat lebih sadar dan mampu mengurangi risiko pencurian.
Kontribusi Masyarakat dalam Memerangi Curanmor
Masyarakat sekitar yang terlibat langsung dalam kejadian pencurian juga turut diapresiasi. Beberapa warga mengaku telah memberikan informasi penting kepada polisi untuk mempermudah penangkapan pelaku. “Kita mungkin tidak tahu siapa pelakunya, tapi tahu waktu dan tempat aksinya,” kata salah satu warga yang enggan menyebutkan nama. Dengan kerja sama yang lebih baik, polisi yakin bisa meminimalisir kejadian serupa di masa depan.
Kasus curanmor hajatan di Serang ini juga menjadi contoh bagaimana pelaku bisa memanfaatkan kelembutan pengawasan di acara sosial. Polisi sedang menggali lebih dalam tentang alur kejahatan dan kemungkinan pelaku lain yang belum ditangkap. Dengan berbagai langkah pencegahan, mereka berharap aksi kejahatan ini bisa dihentikan sebelum merugikan lebih banyak warga.
