Berita

Meeting Results: Bima Arya Dorong Mahasiswa Perkuat Keahlian Global dan Jiwa Nasionalisme

Meeting Results: Bima Arya Dorong Mahasiswa Perkuat Global dan Nasionalisme Meeting Results - Dalam rangka menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia

Desk Berita
Published Juni 16, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Meeting Results: Bima Arya Dorong Mahasiswa Perkuat Global dan Nasionalisme

Meeting Results – Dalam rangka menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat, Meeting Results seminar Nasional bertema “Geopolitik Global dan Tantangan Generasi Muda Indonesia” menjadi momen penting. Wamendagri Bima Arya Sugiarto, yang menjadi pembicara utama acara tersebut, menekankan bahwa mahasiswa perlu menggabungkan kompetensi global dengan semangat nasionalisme sebagai bekal menghadapi era ketidakpastian.

Penekanan pada Kesiapan Generasi Muda

Meeting Results seminar yang diadakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Pandeglang, Senin (15/6/2026), menggambarkan upaya terstruktur untuk memperkuat kapasitas generasi muda. Bima Arya menyoroti pentingnya mental aktivis, keahlian global, dan jiwa nasionalisme sebagai tiga pilar yang harus dikuasai oleh para mahasiswa. “Kalian harus punya mental aktivis, keahlian global, dan hati nasionalis,” kata Bima dalam pernyataannya, Selasa (16/6/2026).

Peran KAMMI dalam Pemimpin Masa Depan

Dalam Meeting Results ini, Bima Arya mengapresiasi peran Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sebagai wadah yang membentuk tokoh-tokoh penguasaan masa depan. Menurutnya, forum seperti ini menjadi investasi besar dalam mengasah kemampuan pemuda Indonesia. “KAMMI adalah wadah yang memberikan ruang untuk diskusi mendalam dan pengembangan ide-ide inovatif,” imbuhnya.

Konsep generasi kosmopolitan, yang dijelaskan Bima Arya berdasarkan pemikiran sosiolog Anthony Giddens, menunjukkan bahwa pemuda modern harus mampu menyatukan identitas lokal, nasional, dan global. Hal ini penting agar mereka tidak hanya bisa bersaing di tingkat internasional, tetapi juga tetap mempertahankan akar budaya dan nilai kebangsaan. “Generasi muda harus memiliki keberanian untuk melihat dunia secara luas, tapi tidak lupa pada identitas diri,” jelasnya.

Dalam Meeting Results seminar, Bima Arya juga menekankan perlunya pemahaman terhadap dinamika global dan isu domestik. Ia mengingatkan mahasiswa untuk selalu memperhatikan perubahan politik, ekonomi, dan sosial yang berdampak pada kehidupan mereka. “Kemampuan adaptasi dan keterbukaan berpikir menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Bima Arya menyarankan beberapa bacaan untuk memperkaya wawasan, termasuk buku *The Great Wave: The Era of Radical Disruption and the Rise of the Outsider* karya Michiko Kakutani. Buku ini membahas fenomena disrupsi radikal yang memengaruhi masyarakat global, termasuk peran mahasiswa dalam mengubah paradigma pemimpin masa depan. “Pemuda harus bisa berkiprah di ranah internasional, tapi tetap memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebangsaan,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi panggung untuk diskusi menyeluruh mengenai perubahan sosial dan politik di tengah kemajuan teknologi. Bima Arya menyoroti bahwa Meeting Results seminar tidak hanya sekadar ajang pemaparan, tetapi juga sarana untuk menyusun strategi kesiapan generasi muda. “Perubahan besar seringkali bermula dari situasi yang tidak terduga, jadi kita harus selalu waspada dan terbuka,” katanya.

Dengan memadukan keahlian global dan jiwa nasionalisme, Bima Arya berharap mahasiswa mampu menjadi pilar utama dalam pembangunan bangsa. “Tokoh yang baik adalah sosok yang terbiasa hidup dalam perbedaan, tetapi tetap mampu menyatukan visi dan tujuan,” pungkasnya. Meeting Results ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh KAMMI untuk menggali potensi generasi muda dalam menghadapi tantangan baru di dunia modern.

Leave a Comment