Berita

Marak Narkoba dari Malaysia ke Indonesia

Baru-baru ini, tiga perempuan asal Malaysia diamankan petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena menyelundupkan barang haram. Penemuan ini terjadi

Desk Berita
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Tiga WNI Malaysia Ditangkap Bawa Narkoba di Bandara Soetta
  2. Kasus Kopilot Malaysia Bawa 26 kg Ekstasi
  3. Related Reading
  4. Frequently Asked Questions

Tiga WNI Malaysia Ditangkap Bawa Narkoba di Bandara Soetta

Wahanaberita.com – Baru-baru ini, tiga perempuan asal Malaysia diamankan petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena menyelundupkan barang haram. Penemuan ini terjadi di Terminal 2F Kedatangan Internasional pada Senin (3/8). Pesawat yang membawa ketiga penumpang tersebut berasal dari Kinabalu.

Ketiga wanita berinisial WLSN, TKL, dan HBN ini diduga membawa narkotika yang disembunyikan di berbagai tempat. Barang bukti ditemukan di dalam tas toileters, dompet, bungkusan obat, saku jaket, hingga sepatu yang mereka kenakan.

Kecurigaan petugas BDO (Behavior Detection Officer) menyebabkan penumpang dialihkan ke jalur merah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Total barang bukti yang berhasil dikumpulkan mencapai sejumlah jenis narkoba.

Detail Barang Bukti yang Ditemukan

Petugas Bea Cukai mencatat berbagai jenis zat terlarang. Di antaranya terdapat 0,5 gram abu diduga kokain, 0,3 gram abu kokain lainnya, serta 2 gram bubuk kokain. Selain itu, ditemukan 4,2 gram pil MDMA, 1,8 gram bubuk ketamin, dan 2,4 gram pil MDMA lagi.

Juga ditemukan 16,9 gram lintingan tembakau yang diduga bercampur ketamin, 1,4 gram serbuk putih kokain, dan satu buah cartridge yang diduga mengandung ketamin. Petugas telah melakukan uji sains untuk memastikan jenis zat tersebut.

Kasus Kopilot Malaysia Bawa 26 kg Ekstasi

Sementara itu, kasus lain melibatkan Mohd Saufi bin Othman (39), seorang Kopilot asal Malaysia. Ia ditangkap di Bandara Soetta karena membawa 26 kilogram ekstasi. Penyelundupan narkoba dari Malaysia ini terendus oleh Bea Cukai Bandara Soetta pekan lalu.

Petugas Bea Cukai menemukan kecurigaan saat pemeriksaan X-ray bagasi penumpang di Terminal 3 Kedatangan Internasional pada Selasa (28/7) sekitar pukul 23.30 WIB. Salah satu koper mencurigakan ditemukan dan diambil oleh pemiliknya.

Petugas melihat salah satu koper yang mencurigakan, setelah koper tersebut diambil oleh pemiliknya atas nama Mohd Saufi bin Othman yang merupakan pilot salah satu maskapai penerbangan asing, kata Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Kamis (30/7).

Setelah koper dan pemiliknya diperiksa di ruang pemeriksaan kantor Bea Cukai, ditemukan sabu dan ekstasi di dalamnya. Tim mendapatkan 14 bungkus besar ekstasi dan satu bungkus paket sabu.

Hasil interogasi menunjukkan tersangka Saufi mengaku disuruh seseorang membawa sabu ke Jakarta dengan imbalan RM 50.000. Setelah tiba di Jakarta, ia akan diarahkan oleh seseorang yang diduga berada di Malaysia untuk bertemu orang yang akan mengambilnya di hotel.

Saufi telah tiga kali membawa narkotika. Pertama, ia membawa sabu ke Sabah. Kedua, membawa sabu sebanyak 7 kg ke Jakarta. Terakhir, kali ini membawa ekstasi dan sabu ke Jakarta namun berhasil digagalkan.

Tersangka juga menjalani tes urine yang menyatakan positif mengandung sabu, ekstasi, dan kokain. Saat ini, tersangka telah diserahkan ke Bareskrim Polri untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kerjasama Malaysia-Indonesia dalam Penyelidikan

Malaysia turut serta menyelidiki kasus ini. Polisi Malaysia telah mengidentifikasi seseorang yang diduga sebagai pemasok narkoba jenis ekstasi yang dibawa Mohd Saufi bin Othman ke Soetta. Pemasok tersebut diduga merupakan salah satu staf yang bertugas di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Individu tersebut termasuk staf yang terlibat dalam pemeriksaan keamanan di KLIA, kami akan memanggilnya untuk pemeriksaan dan, jika perlu, melakukan penangkapan, ujar Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, dilansir Kantor Berita Bernama, Rabu (5/8).

Hussein menjelaskan bahwa penyelidikan awal menemukan tersangka memperoleh narkoba tersebut di sebuah apartemen di Ampang. Penyelidikan kini berfokus pada berbagai aspek, termasuk keamanan di pintu masuk bandara.

Pemeriksaan juga menemukan bahwa tersangka sempat datang ke KLIA pada pagi hari, melakukan check-in untuk bagasi yang berisi narkoba tersebut, lalu meninggalkannya di KLIA sebelum terbang ke Kota Kinabalu. Setelah itu, ia kembali ke Kuala Lumpur dan berangkat ke Jakarta membawa bagasi tersebut.

Hussein menambahkan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu informasi dari Polri. Kepolisian Malaysia juga akan mengirimkan petugas ke Jakarta guna melakukan pemeriksaan terkait kasus ini secara lebih mendalam.

Frequently Asked Questions

What is Marak Narkoba dari Malaysia ke Indonesia?

Marak Narkoba dari Malaysia ke Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Marak Narkoba dari Malaysia ke Indonesia matter?

Marak Narkoba dari Malaysia ke Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment