Berita

Legislator Golkar Minta Pengeroyok Pencuri Ayam di Bali Ditindak Tegas

Ahmad Irawan, yang merupakan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, memberikan tanggapan terkait insiden seorang pria terduga pencuri ayam yang tewas

Desk Berita
Published Juli 28, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Reaksi Legislator Golkar atas Kasus Pengeroyokan di Bali

Wahanaberita.com – Ahmad Irawan, yang merupakan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, memberikan tanggapan terkait insiden seorang pria terduga pencuri ayam yang tewas setelah diamuk warga di Tabanan, Bali. Politikus ini menuntut agar mereka yang melakukan main hakim sendiri mendapat sanksi tegas dari aparat berwenang.

Menurut Irawan, rasa sedih dan kecewa menyelimuti hatinya saat menyaksikan berbagai tayangan peristiwa tersebut. Meskipun korban pengeroyokan memang diduga melakukan tindak kejahatan, cara penghakiman massa tidak seharusnya dilakukan secara brutal hingga berujung kematian.

“Saya menyayangkan, sedih dan perih perasaan membaca dan menonton beberapa peristiwa tersebut. Terlepas dari dugaan kejahatan yang dilakukan oleh korban pengeroyokan, mereka tidak boleh dihakimi dengan cara seperti itu, apalagi dikeroyok beramai-ramai sampai meninggal dunia,” kata Ahmad Irawan kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Sebagai Sekretaris Bidang DPP Partai Golkar, ia menekankan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang beradab. Sistem hukum yang berlaku harus dihormati sebagai mekanisme utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat.

“Kita ini adalah negara beradab yang memiliki sistem hukum. Hukum harus dihormati sebagai suatu jalan untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Irawan kemudian menyampaikan dua permintaan konkret kepada pihak berwenang. Pertama, kepolisian diminta mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan dan main hakim sendiri, lalu memberikan hukuman yang setimpal. Kedua, pemerintah diharapkan bertanggung jawab memulihkan kondisi psikologis keluarga korban yang ditinggalkan.

“Oleh karena itu, demi tegaknya hukum dan keadilan, saya anggota DPR RI meminta kepolisian untuk mengusut pelaku pengeroyokan dan main hakim sendiri serta memberikan hukuman setimpal. Selanjutnya, meminta pemerintah untuk bertanggungjawab memulihkan dan mendampingi psikologi keluarga korban yang ditinggalkan,” sambungnya.

Legislator ini juga berharap aksi main hakim sendiri menjadi bahan evaluasi bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap kasus semacam ini tidak akan terulang kembali di masa mendatang.

“Peristiwa main hakim sendiri tersebut juga harus menjadi introspeksi kita semua,” tuturnya.

Detail Penyelidikan Polisi

Kasus ini bermula dari dugaan pencurian ayam yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pria berinisial KD menjadi korban pengeroyokan massa hingga kehilangan nyawanya.

Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami dua perkara sekaligus, yaitu kasus pencurian dan insiden pengeroyokan yang menewaskan KD. Kapolsek Baturiti, Kompol I Nyoman Darsana, menjelaskan bahwa penyidik masih fokus pada dua aspek utama perkara tersebut.

“Saat ini penyidik masih mendalami dua aspek utama dalam perkara tersebut, yakni dugaan tindak pidana pencurian ayam serta insiden aksi massa yang terjadi setelahnya,” terang Kapolsek Baturiti Kompol I Nyoman Darsana.

Sebagai tindak lanjut, polisi telah menetapkan lima warga setempat sebagai tersangka. Kelima tersangka tersebut masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Selain menangkap para tersangka, aparat juga menyita barang bukti berupa pakaian milik tersangka, sebatang besi, dan sebatang bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban hingga tewas.

Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah video anak korban yang masih kecil terlihat histeris melihat tubuh ayahnya yang tak bernyawa.

Leave a Comment