Berita

Key Strategy: Pramono Sebut Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Lewati Washington DC

Jakarta Naik ke Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia: Key Strategy Berhasil! Key Strategy menjadi strategi utama yang diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono

Desk Berita
Published Juli 4, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Jakarta Naik ke Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia: Key Strategy Berhasil!

Key Strategy menjadi strategi utama yang diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa ibu kota Indonesia kini berada di urutan ke-53 dari 100 kota terpilih, melebihi kota besar seperti Washington DC dan Abu Dhabi. Ini menandakan kenaikan signifikan dalam peringkat Jakarta yang terus berlanjut.

Langkah Strategis Menuju Kota Global

Dalam wawancara di Senayan, Jakarta Pusat, Pramono mengungkapkan bahwa kenaikan peringkat Jakarta mencerminkan keberhasilan Key Strategy dalam membangun kota yang kompetitif secara global. Ia menekankan bahwa inisiatif-inisiatif yang telah dilakukan selama ini, seperti pengembangan infrastruktur, penguatan ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas layanan publik, berkontribusi pada peningkatan indeks kota global. Dengan status ini, Jakarta dinilai mampu bersaing dengan kota-kota besar di berbagai belahan dunia.

“Peningkatan peringkat Jakarta menjadi bukti bahwa Key Strategy berhasil membangun fondasi yang kuat. Dengan menjadi etalase perkembangan kota, Jakarta harus terus mengembangkan inovasi dan langkah-langkah yang berbeda dari kota-kota lain di Indonesia,” ujarnya.

Pramono menjelaskan bahwa sejak dilantik, indeks kota global Jakarta bergerak dari peringkat 74 menjadi 71 dalam 10 bulan, dan terakhir mencapai 53. Ini menunjukkan upaya yang konsisten untuk meningkatkan daya saing Jakarta dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat. Dia juga menyebutkan bahwa peringkat ini memberi semangat baru bagi Pemprov DKI untuk terus berinovasi.

Penekanan pada Pertumbuhan Ekonomi

Kenaikan peringkat Jakarta tidak hanya terkait dengan kemajuan infrastruktur, tetapi juga dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Pada triwulan pertama 2026, Jakarta mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,59 persen, dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 16,67 persen. Angka ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya, yang hanya sebesar 16,16 persen. Pramono menilai ini adalah hasil dari Key Strategy yang mendorong inisiatif ekonomi kreatif dan digitalisasi.

“Kalau dulu kontribusi ekonomi Jakarta hanya 16,16%, sekarang 16,67%. Ini adalah bukti bahwa Key Strategy berhasil mengubah paradigma pembangunan kota, dan pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap stabil meskipun menghadapi inflasi yang lebih rendah dari rata-rata nasional,” katanya.

Dalam konteks jangka panjang, Pramono menegaskan bahwa Key Strategy bukan hanya tentang peningkatan peringkat, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Ia menyebut bahwa Jakarta akan terus menjadi pusat ekonomi nasional dan kota global yang mampu menjawab tantangan masa depan, termasuk usia lima abad pada tahun depan.

Analisis Pemprov DKI dan Kinerja Key Strategy

Pemprov DKI Jakarta menilai Key Strategy sebagai strategi utama dalam memperkuat keberhasilan pembangunan kota. Pramono menjelaskan bahwa program-program seperti peningkatan transportasi publik, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan pelayanan publik menjadi faktor penting dalam menaikkan peringkat Jakarta. Menurutnya, kota besar seperti Washington DC dan Abu Dhabi tetap menjadi referensi, tetapi Jakarta kini telah menunjukkan kemampuan untuk menyaingi mereka.

Key Strategy juga mencakup kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional dan penguatan kemitraan dalam pengembangan kota. Survei oleh Resonance Consultancy, konsultan dari Belgia, menjadi bukti bahwa upaya Pemprov DKI dalam membangun Jakarta telah membuahkan hasil yang menjanjikan. Menurut Pramono, ini adalah momen penting untuk mengevaluasi dan memperbaiki strategi yang telah dijalankan.

Menurutnya, peningkatan peringkat Jakarta adalah buah dari kombinasi inovasi dan keberlanjutan dalam Key Strategy. Ia menekankan bahwa kota besar tidak hanya menilai infrastruktur, tetapi juga kemampuan mengelola masalah kompleks seperti kualitas udara, kepadatan penduduk, dan akses layanan. Jakarta, meskipun memiliki tantangan, berhasil mengatasi berbagai masalah tersebut dengan pendekatan yang terencana dan kolaboratif.

“Key Strategy menekankan bahwa Jakarta harus beradaptasi dengan tuntutan global, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai lokalnya. Dengan peringkat 53, kita tahu bahwa Key Strategy telah berjalan baik, dan ini menjadi awal dari perjalanan lebih jauh lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, daftar 100 World’s Best Cities 2026 dirilis oleh Resonance Consultancy. Jakarta berada di atas Washington DC yang menempati posisi ke-57, serta Abu Dhabi di peringkat ke-86. Penelitian ini mencakup berbagai aspek seperti kualitas hidup, kemudahan akses, dan lingkungan hidup. Pramono menyatakan bahwa Key Strategy menjadi pilar utama yang mendukung Jakarta meraih peringkat tersebut, dan ini adalah hasil dari kerja sama yang konsisten antara pemerintah dan masyarakat.

Leave a Comment