Berita

Latest Program: Waka Komisi XIII DPR Dukung Kemenimipas Gagas Bansos Bedah Rumah

Waka Komisi XIII DPR Dukung Kemenimipas Gagas Bansos Bedah Rumah Latest Program - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, khususnya Wakil Ketua Komisi XIII Dewi

Desk Berita
Published Juni 11, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Waka Komisi XIII DPR Dukung Kemenimipas Gagas Bansos Bedah Rumah

Latest Program – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, khususnya Wakil Ketua Komisi XIII Dewi Asmara, memberikan dukungan terhadap inisiatif Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang memperkenalkan program bantuan sosial (bansos) bedah rumah di Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat. Ia menilai program ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para penerima manfaat.

Kemitraan Pemasyarakatan dengan Masyarakat

Dalam acara penyerahan bansos di Lapas Warungkiara, Dewi menuturkan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan oleh Menteri, Dirjen, dan Panji. “Program seperti ini adalah langkah inovatif yang layak diapresiasi,” ujarnya.

“Pemasyarakatan tidak hanya fokus pada integrasi warga binaan ke masyarakat, tetapi juga langsung turut serta dalam memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar,” tambah Dewi.

Manfaat dari Keterlibatan Napi

Dewi menjelaskan bahwa program ini melibatkan napi sebagai tenaga kerja. “Ini menjadi bagian dari pembinaan dan persiapan warga binaan untuk kembali ke lingkungan sosial,” katanya.

“Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa hasil dari program ketahanan pangan Kemenimipas bisa digunakan secara mandiri, tanpa bantuan luar, untuk membangun rumah warga,” ungkap Dewi.

Contoh Integrasi yang Sukses

Dewi menilai inisiatif ini menjadi contoh keberhasilan integrasi dan asimilasi warga binaan. “Banyak kegiatan produktif yang dilakukan napi setelah menjalani hukuman, dan program ini membuktikan hal tersebut,” imbuhnya.

Potensi Penggunaan Limbah Batu Bara

Dalam wawancara, Dewi menyebutkan pengamatan terhadap lapas Tangerang yang menghasilkan paving block dari limbah batu bara. “Sukabumi juga bisa mengadopsi metode serupa, terutama mengingat adanya PLTU di Pelabuhan Ratu,” katanya.

“Jarak Warungkiara dengan Pelabuhan Ratu sekitar 15 menit. Saya berharap Pak Bupati dapat mendukung pemanfaatan limbah batu bara tersebut untuk bahan bangunan atau paving block, sehingga tidak merusak lingkungan,” tambah Dewi.

Leave a Comment