Berita

Latest Program: Ruwet Macet di Cawang Teratasi Parkir on The Street?

t? Latest Program - Dalam rangka meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, Pemerintah Kota Jakarta Timur meluncurkan Latest Program baru berupa sistem parkir on

Desk Berita
Published Juni 25, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kemacetan di Cawang: Solusi Parkir On The Street?

Latest Program – Dalam rangka meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, Pemerintah Kota Jakarta Timur meluncurkan Latest Program baru berupa sistem parkir on the street di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya menyiasati kemacetan parah yang sering terjadi di area tersebut, terutama pada jam sibuk. Tindakan ini menjadi fokus perhatian masyarakat dan pihak terkait, karena dianggap sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penggunaan ruang jalan.

Analisis Masalah dan Konsep Program

Kemacetan di Jalan Mayjen Sutoyo memang menjadi tantangan yang berkelanjutan bagi warga sekitar dan pengendara. Berdasarkan laporan Dishub DKI Jakarta, kondisi ini disebabkan oleh penggunaan lajur jalan yang melebihi kapasitas, serta pelanggaran baris parkir yang sering terjadi. Latest Program berupa parkir on the street diluncurkan sebagai solusi terhadap masalah ini, dengan menerapkan pengaturan parkir yang lebih fleksibel namun tetap terukur.

Menurut Harlem Simanjuntak, Kepala Sudinhub Jaktim, program ini tidak hanya menangani masalah parkir, tetapi juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. “Kami menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi parkir di Jalan Mayjen Sutoyo. Latest Program ini diterapkan secara terbatas, hanya di titik dan waktu yang disepakati,” terangnya. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien di tengah pertumbuhan kota yang pesat.

Detil Penerapan dan Area Operasional

Penerapan parkir on the street dilakukan dalam dua pola berbeda di kedua sisi jalan. Di sisi barat, arah Tanjung Priok, pola serong 45 derajat digunakan dengan satu baris parkir, kecuali pada jam 06.00-10.00 WIB. Sementara di sisi timur, arah Cililitan, diterapkan pola paralel dengan batasan waktu 16.00-20.00 WIB pada hari kerja. Tiga area utama yang dikelola adalah: dari depan pool bus Primajasa hingga depan kantor PT ASABRI, dari depan kantor PT ASABRI hingga Simpang SMEA 6, serta dari Simpang SMEA 6 hingga Kementerian Sosial RI.

Kapasitas mobil di area barat mencapai 95 unit, sedangkan di sisi timur hanya 26 mobil dengan panjang jalur sekitar 130 meter. Pengaturan ini didasari oleh evaluasi lapangan dan data kerusakan jalan yang terus meningkat. Latest Program juga melibatkan kerja sama dengan warga sekitar untuk memastikan penggunaan lajur jalan tidak mengganggu alur lalu lintas utama.

Ketentuan dan Pengawasan Sistem Parkir

Harlem Simanjuntak menjelaskan bahwa rambu-rambu di lokasi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014. Larangan parkir di sisi timur berlaku Senin hingga Jumat, pukul 16.00-20.00 WIB. “Di luar jam tersebut, pengguna diperbolehkan parkir paralel di lajur kiri dengan syarat hanya satu baris,” tambahnya. Kebijakan ini tidak berlaku pada hari libur atau akhir pekan, sehingga memberikan ruang untuk mobilitas yang lebih fleksibel.

Dishub juga mengamankan juru parkir di sekitar area tersebut untuk memastikan pengaturan parkir berjalan terstruktur. Kebiasaan pelanggaran seperti parkir melebihi kapasitas atau melewati batas baris parkir dianggap menjadi penyumbang utama kemacetan. Dengan Latest Program ini, pihak Dishub berharap masyarakat lebih sadar akan penggunaan ruang jalan secara optimal.

Konteks Sebelumnya dan Evaluasi Program

Sebelum menerapkan Latest Program parkir on the street, Pemkot Jaktim telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kemacetan. Pada Maret 2026, petugas menertibkan meja jualan dan kendaraan pengunjung yang mencaplok bahu jalan. Langkah ini menjadi bagian dari perbaikan infrastruktur dan pengelolaan ruang publik.

Selain itu, Dishub juga memberikan pelatihan kepada juru parkir untuk meningkatkan kualitas pengawasan. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada pengurangan kemacetan, tetapi juga menciptakan lingkungan jalan yang lebih rapi dan aman. “Kondisi lalu lintas yang memburuk tidak hanya karena kurangnya fasilitas parkir, tapi juga karena ketidakpatuhan pengendara terhadap aturan. Latest Program ini merupakan upaya komprehensif untuk mengatasi masalah tersebut,” tambah Harlem.

Potensi Manfaat dan Tantangan

Dengan menerapkan Latest Program ini, Dishub DKI Jakarta berharap mampu meningkatkan alur lalu lintas sekaligus memaksimalkan penggunaan ruang parkir. Hal ini penting karena kepadatan di Jalan Mayjen Sutoyo sering memengaruhi akses ke beberapa titik kritis seperti Simpang SMEA 6 dan Kementerian Sosial RI. Namun, tantangan utama terletak pada kesadaran masyarakat akan peraturan baru ini.

Beberapa warga sekitar menyambut baik kebijakan tersebut, karena dianggap mampu mengurangi konflik antara pengemudi dan pengguna jalan. Namun, ada pula yang khawatir sistem ini bisa memicu peningkatan kepadatan di area lain. Harlem menyatakan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan tersebut dengan kebutuhan warga dan dinamika lalu lintas.

Leave a Comment