Berita

Latest Program: Pramono Berencana Perpanjang LRT dari Velodrome ke PIK dan Bandara Soetta

Latest Program: Pramono Rencanakan Perpanjangan LRT ke Bandara Soetta dan PIK Konferensi Pers di PIK Sebagai Awal Percepatan Proyek Latest Program - Dalam

Desk Berita
Published Mei 18, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Pramono Rencanakan Perpanjangan LRT ke Bandara Soetta dan PIK

Konferensi Pers di PIK Sebagai Awal Percepatan Proyek

Latest Program – Dalam latest program terbarunya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pramono Anang mengungkap rencana perluasan jaringan Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Rencana ini diumumkan saat ia hadir dalam acara peresmian Kelenteng Tian Fu Gong di kawasan PIK, Jakarta Utara, pada Minggu (17/5/2026). Dalam kesempatan itu, Pramono menjelaskan bahwa pembicaraan dengan CEO Agung Sedayu, pengembang PIK, telah membuka peluang untuk melanjutkan trase LRT hingga area tersebut. Latest program ini menjadi bagian dari upaya integrasi transportasi umum yang lebih komprehensif di Ibu Kota.

Langkah Strategis untuk Konektivitas Wilayah

“Tadi saya berbicara secara pribadi dengan CEO Agung Sedayu, mungkin saat ini sudah tiba waktunya untuk mengoperasikan LRT dari Velodrome hingga lokasi ini,” ujarnya dalam pidatonya.

Pramono menjelaskan bahwa proyek LRT Jakarta telah mencapai tahap yang signifikan, namun ada sebagian jalur yang masih dalam pengerjaan. Ia menegaskan bahwa latest program ini bertujuan untuk menghubungkan beberapa titik kunci, seperti Velodrome, PIK, dan Bandara Soetta. Dengan adanya LRT, warga Jakarta akan memperoleh akses yang lebih mudah ke area seperti Ancol, yang sebelumnya masih sulit dijangkau melalui transportasi umum. Proyek ini juga menjadi bagian dari program pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi publik.

“Saya akan segera memutuskan apakah menyelesaikan jalur dari Manggarai ke Dukuh Atas atau melanjutkan trase yang sudah disetujui oleh pemerintah pusat. Yang belum selesai adalah bagian dari Ancol ke PIK 2,” katanya.

Menteri Pramono menyebutkan bahwa saat ini progres pembangunan hanya mencapai 93 persen. Ia optimis dapat menyelesaikan bagian terakhir sebelum akhir tahun 2026. Latest program ini bukan hanya tentang perpanjangan jalur, tetapi juga mengenai kesiapan infrastruktur dan pengoperasian yang efektif. Selain itu, Pramono juga menjelaskan bahwa trase LRT akan dihubungkan dengan sistem transportasi lainnya, seperti angkutan kota dan bus, untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat.

Rencana Konektivitas yang Menyeluruh

“Kalau proyek ini dilanjutkan dari Velodrome ke Jakarta Utara, melalui Tanjung Priok, ke JIS, ke Ancol, dan kemudian ke PIK 2 serta terhubung ke bandara, maka konektivitas kota akan semakin optimal,” tambahnya.

Pramono menekankan bahwa latest program ini akan mempercepat mobilitas warga Jakarta, terutama di area yang kurang terlayani oleh transportasi konvensional. Ia menjelaskan bahwa keberadaan LRT dari Velodrome hingga Bandara Soetta akan mengurangi kemacetan di sekitar stasiun utama seperti PIK dan JIS. Selain itu, pembangunan jalur tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang rute, karena akan meningkatkan akses ke pusat perbelanjaan, kawasan industri, dan pusat kegiatan penting.

Langkah Kolaboratif dengan Pihak Terkait

Dalam latest program terbaru, Pramono mengungkapkan bahwa proyek LRT ini melibatkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan terus berkoordinasi dengan DKI Jakarta dan stakeholder lainnya untuk memastikan progres yang optimal. Selain itu, Pramono juga berharap masyarakat dapat mendukung program ini dengan memanfaatkan LRT sebagai alat transportasi utama. Ia menambahkan bahwa keberhasilan latest program ini bergantung pada konsistensi pihak terkait dalam menyelesaikan pengerjaan tepat waktu.

Menurut Pramono, perpanjangan LRT ini akan menjadi salah satu proyek strategis dalam latest program pemerintah. Ia mengatakan bahwa jalur yang terhubung ke PIK dan Bandara Soetta akan membuka akses baru bagi warga dan pengunjung kota. Dengan adanya LRT, waktu tempuh antar titik penting bisa ditekan, seperti dari PIK ke Bandara Soetta yang sebelumnya memakan waktu beberapa jam menggunakan kendaraan umum. Latest program ini juga menargetkan pengurangan dampak lingkungan dengan mengurangi penggunaan mobil pribadi.

Persiapan dan Ekspektasi Masyarakat

Sebelum pengerjaan jalur baru dimulai, Pramono menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa persiapan, termasuk studi kelayakan dan pemetaan rute. Ia menegaskan bahwa latest program ini dirancang secara matang untuk memastikan keberlanjutan dan keselamatan pengguna. Selain itu, Pramono juga menyebutkan bahwa proyek ini akan dilakukan secara bertahap, agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari di kawasan yang akan diperluas.

Pramono berharap latest program perpanjangan LRT ini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap menghadapi tantangan teknis maupun finansial dalam mempercepat pengerjaan. Selain itu, Pramono juga berencana untuk memberikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai progres proyek, agar bisa mendapatkan masukan yang berguna. Latest program ini merupakan bagian dari visi pemerintah dalam menyediakan transportasi umum yang lebih efisien dan modern.

Leave a Comment