Important Visit: Bareskrim Buru Manajemen Hotel Jakbar Diduga Terlibat Pesta Narkoba
Important Visit – Sebuah important visit oleh Bareskrim Polri menuai perhatian publik setelah menyelidiki aktivitas pesta narkoba yang diduga terjadi di hotel serta tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Barat. Operasi ini mengungkap praktik distribusi narkoba jenis ekstasi dan vape berisi etomidate yang dilakukan secara rahasia oleh manajemen B Fashion Hotel dan The Seven. Selama important visit, polisi menemukan bukti bahwa narkoba disebarkan melalui karyawan hotel, termasuk waitress dan resepsionis, dengan metode yang tersembunyi dan tidak terdeteksi oleh pengunjung biasa.
Operasi Terhadap Manajemen Hotel
Dalam penyelidikan yang dipimpin oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Handik Zusen, Kombes Kevin Leleury dari Satgas NIC, serta tim investigasi lainnya, beberapa karyawan hotel dan pengunjung diperiksa sebagai saksi. Dania Eka Putri, yang lebih dikenal dengan nama Mami Dania atau Tania, menjadi salah satu pihak yang terlibat langsung dalam penyaluran narkoba. Menurut sumber polisi, ia berperan dalam menghubungi Teuku Rico Edwin alias Derwin, seorang karyawan Man Companion (MC), untuk memfasilitasi transaksi narkoba.
“Manajemen B Fashion Hotel diketahui menyadari adanya aktivitas penggunaan narkoba, meskipun hanya sebagian kecil karyawan atau pengunjung yang diberi akses untuk transaksi,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso, yang mengungkap keberadaan narkoba di dalam area hotel selama important visit.
Pola Distribusi Narkoba yang Berubah
Dalam tahap awal penyelidikan, narkoba disalurkan melalui apoteker yang beroperasi di bawah pengawasan kapten hotel. Pengunjung bisa memesan obat terlarut lewat waitress yang menjembatani transaksi. Namun, setelah operasi di tempat hiburan malam, manajemen hotel memperbarui strategi mereka dengan hanya menyediakan narkoba untuk tamu VIP atau pengunjung yang memiliki akses khusus. Dalam penyelidikan terbaru, polisi menemukan bahwa transaksi dilakukan secara lebih tersembunyi melalui Verah Wita, yang berperan sebagai resepsionis The Seven.
“Kini, narkoba dioperasikan oleh Verah Wita dan Ridwan, seorang server, dengan menempatkan barang di luar lingkup manajemen hotel. Hal ini memperlihatkan upaya para tersangka untuk menghindari ketahuan,” tambah Eko, menjelaskan perubahan pola distribusi yang terjadi setelah important visit.
Penemuan Bukti di Lokasi Operasi
Kasus ini terungkap setelah Bareskrim melakukan penyergapan di salah satu ruangan KTV B Fashion Hotel. Saat operasi berlangsung, manajemen hotel yang sedang berkumpul langsung melarikan diri, menyiratkan bahwa mereka telah mempersiapkan keberadaan narkoba sejak lama. Dari penemuan barang bukti, polisi menyimpulkan bahwa penggunaan narkoba di area tersebut tidak hanya terjadi di ruang tamu, tetapi juga diduga terjadi di kamar VIP yang dihiasi fasilitas karaoke dan layanan pijat refleksi.
Manajemen Hotel Diduga Tahu Keterlibatan
Bareskrim Polri menegaskan bahwa manajemen hotel diduga mengetahui keberadaan narkoba di dalam area operasionalnya. Dari pemeriksaan terhadap karyawan dan pengunjung, ditemukan bukti bahwa mereka tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga berpartisipasi dalam aktivitas penggunaan narkoba. Selain itu, para tersangka diduga menyediakan layanan seksual kepada tamu laki-laki, perempuan, atau pasangan suami-istri sebagai bagian dari ekosistem pesta narkoba yang dioperasikan di hotel dan tempat hiburan tersebut.
“Pihak manajemen tidak hanya memperbolehkan distribusi narkoba, tetapi juga secara aktif terlibat dalam prosesnya. Ini menunjukkan keberhasilan important visit dalam mengungkap hubungan keterlibatan mereka,” papar Eko, menjelaskan bahwa polisi masih terus memburu para pelaku.
Kemungkinan Penyelidikan Lanjutan
Sebagai bagian dari important visit, Bareskrim Polri juga mengecek lokasi lain yang diduga terkait dengan praktik pesta narkoba, termasuk ruang karaoke dan klub musik. Dalam penyelidikan lanjutan, polisi menemukan bahwa transaksi narkoba sering kali dilakukan di bawah bantuan karyawan hotel yang memperoleh akses khusus. Menurut penyelidikan, jenis narkoba yang dijual termasuk ekstasi dan vape yang mengandung etomidate, yang digunakan untuk efek relaksasi dan pengantuk.
Kasus ini menunjukkan bahwa important visit tidak hanya sekadar inspeksi rutin, tetapi juga sebagai upaya menyelidiki praktik kriminal yang berlangsung secara tersembunyi di industri hiburan Jakarta Barat. Bareskrim berencana mengejar lebih banyak tersangka dan mengungkap detail selengkapnya tentang keterlibatan manajemen hotel dalam distribusi narkoba. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada kegiatan serupa yang terjadi di tempat lain.