Berita

Latest Program: Prabowo: PBB Warning Akan Ada Kelaparan Besar, Pangan Kita Alhamdulillah Kuat

Prabowo Peringatkan Kelaparan Besar, Pangan Indonesia Masih Kuat Latest Program menjadi topik utama dalam pidato Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri

Desk Berita
Published Juni 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Prabowo Peringatkan Kelaparan Besar, Pangan Indonesia Masih Kuat

Latest Program menjadi topik utama dalam pidato Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Munas VIII HIPMI di Lampung, Rabu (10/6/2026). Ia menyoroti ancaman krisis pangan global yang semakin mengkhawatirkan dan menyatakan bahwa kekuatan pangan Indonesia masih menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Prabowo mengingatkan masyarakat bahwa kesadaran akan pentingnya pangan harus tetap dijaga, meski situasi ekonomi dan politik dunia terus berubah.

Kemandirian Pangan sebagai Pilar Kebangsaan

Latest Program juga menggarisbawahi upaya Indonesia untuk mempertahankan kemandirian pangan. Prabowo menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan adalah bukti kekuatan bangsa yang bisa diandalkan. Menurutnya, meskipun ada ancaman kelaparan besar yang diingatkan PBB, Indonesia masih memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor.

“Kita bersyukur kekuatan kita cukup besar, saat ini kita sudah swasembada pangan. Jangan sampai pangan dianggap tidak penting,” ujar Prabowo dalam Latest Program.

PBB baru-baru ini mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya kelaparan besar tahun ini akibat dampak perubahan iklim, inflasi global, dan konflik geopolitik. Prabowo menambahkan bahwa ancaman ini perlu diantisipasi dengan segera, namun ia yakin Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadapinya. “Tanpa pangan, tidak ada Republik mana pun di dunia ini. Banyak negara sekarang sedang panik karena sulit mencari makan. PBB memperingatkan akan ada kelaparan besar, tapi kita alhamdulillah masih kuat,” imbuhnya.

Kebijakan Pemerintah dan Tantangan Global

Latest Program membahas peran pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan. Prabowo menyoroti bahwa kebijakan seperti hilirisasi pertanian dan peningkatan investasi di sektor pertanian adalah langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak boleh dianggap sebagai akhir dari perjuangan, tetapi awal dari upaya lanjutan.

“Ini adalah kesempatan untuk pengusaha muda bangkit. Kita tidak ingin hanya menjadi pasar bagi produk negara lain, tapi ingin pasar Indonesia dinikmati oleh putra-putri bangsa sendiri,” tuturnya dalam sesi Latest Program.

Di sisi lain, Prabowo menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi modern dan pengelolaan sumber daya secara efisien. Menurutnya, pangan tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan bangsa. “Kita harus memperkuat sistem distribusi pangan dan mengurangi risiko ketergantungan pada negara-negara lain,” ujarnya dalam Latest Program.

Strategi Energi dan Pengembangan Ekonomi

Latest Program juga menyinggung tentang target kemandirian energi Indonesia dalam tiga tahun ke depan. Prabowo menyatakan bahwa langkah-langkah seperti pengembangan energi terbarukan dan diversifikasi sumber daya energi akan mendukung stabilitas ekonomi nasional. Ia menilai bahwa energi yang kuat akan menjadi dasar untuk meningkatkan produktivitas sektor lain, termasuk pertanian.

“Kita sedang bekerja keras. Dalam tiga tahun ke depan, kita akan sangat kuat di bidang energi,” tambah Prabowo dalam Latest Program.

Prabowo menegaskan bahwa kemandirian energi dan pangan harus diintegrasikan dalam satu visi nasional. “Latest Program ini bukan sekadar kebijakan jangka pendek, tapi langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi yang tangguh di masa depan,” jelasnya. Ia berharap bahwa langkah-langkah ini dapat mengurangi risiko ekonomi global yang mengancam ketahanan pangan Indonesia.

Potensi Kebangkitan Pengusaha Lokal

Dalam Latest Program, Prabowo menyampaikan dukungan penuh terhadap pengusaha muda Indonesia. Ia menilai bahwa kebijakan industrialisasi berbasis hilirisasi akan memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi dan membangun usaha lokal yang kompetitif. Menurutnya, pangan yang kuat adalah jaminan bagi ekonomi yang mandiri.

“Kita perlu membangun ekosistem bisnis yang mendukung pertumbuhan pengusaha muda. Mereka adalah aset berharga bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Prabowo mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi Indonesia tidak bisa terlepas dari ketersediaan pangan yang stabil. “Latest Program ini membawa harapan bahwa kita bisa menghadapi tantangan global dengan kesiapan yang matang,” pungkasnya. Ia berharap masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.

Leave a Comment