Berita

Key Issue: Cerita Joko Kandas Berangkatkan Mertua Umrah Usai Ditipu Hanania Travel

ertua Umrah Usai Ditipu Hanania Travel Key Issue: Setelah terungkapnya dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan umrah dan haji, Ahmad Syah Farhan, pemilik

Desk Berita
Published Mei 30, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Issue: Joko Kandas Gagal Berangkatkan Mertua Umrah Usai Ditipu Hanania Travel

Key Issue: Setelah terungkapnya dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan umrah dan haji, Ahmad Syah Farhan, pemilik Hanania Travel, dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Joko, salah satu korban, mengungkapkan bahwa harapan untuk mengirimkan mertuanya ke tanah suci kandas akibat skema penipuan yang melibatkan perusahaan tersebut. Key Issue ini menjadi sorotan karena menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap layanan perjalanan religius yang sebelumnya dianggap aman.

Proses Penipuan Hanania Travel yang Terbongkar

Joko bercerita bahwa ia terpikat oleh promosi Hanania Travel melalui media sosial. Perusahaan itu menawarkan paket umrah dengan biaya terjangkau dan layanan lengkap, yang menurut Joko terdengar menarik. Namun, setelah membeli tiket dan perlengkapan, ia mulai merasa khawatir. Key Issue terjadi ketika pihak Hanania Travel tidak memberikan konfirmasi jadwal keberangkatan dan perlengkapan tidak sampai ke tangan korban.

“Selama dua bulan, kami sudah menunggu konfirmasi, tapi admin SPKT tidak aktif. Kebutuhan mertua seperti baju seragam dan perlengkapan umrah belum terkirim. Key Issue ini membuat kami kehilangan harapan untuk perjalanan tersebut,” kata Joko kepada media, Sabtu (30/5/2026).

Korban lain menyebutkan bahwa pengembalian dana hingga saat ini belum ada. Key Issue terkait pengelolaan dana yang tidak transparan membuat banyak jemaah merasa dirugikan. Joko memperkirakan kerugian mencapai Rp 60 juta, yang sebelumnya sudah dikeluarkan untuk pembayaran awal.

Kendala Keuangan dan Konflik Timur Tengah

Menurut Joko, Hanania Travel mengalami kesulitan keuangan sejak tahun lalu. Key Issue ini berdampak pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi janji layanan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan sempat memperbaiki keadaan keuangan di tahun 2025, tapi krisis tidak kunjung berakhir.

“Kita membeli tiket dan perlengkapan, tapi kepastian berangkat tidak ada. Key Issue utamanya adalah masalah keuangan, meskipun mereka juga mengatakan ada biaya tambahan karena konflik di Timur Tengah,” tambah Joko.

Key Issue yang muncul juga melibatkan pengelolaan dana perjalanan. Joko menyebutkan bahwa Farhan, sebagai direktur, tidak memberikan bukti penerimaan pembayaran dan juga menunda pengiriman perlengkapan. Dalam perjalanan umrah, kepastian jadwal dan persiapan penting seperti pakaian seragam menjadi prioritas, tetapi tidak terpenuhi.

“Kami sudah syukuran untuk perjalanan, tapi kopernya tidak dikirim. Key Issue ini membuat kami kecewa, karena harapan kami sangat besar. Kalau tidak segera dikembalikan dana, kami akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Respons Polisi terhadap Laporan Penipuan

Polda Metro Jaya sudah menerima laporan dari Joko dan korban lain terkait dugaan penipuan Hanania Travel. Key Issue ini menjadi fokus penyelidikan polisi, dengan pasal yang dikenai antara lain Pasal 492 KUHP tentang penipuan dan Pasal 607 KUHP terkait pemalsuan dokumen.

“Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi penyelidikan. Key Issue ini tidak hanya menyentuh korban individu, tetapi juga merusak reputasi perusahaan yang sebelumnya dianggap jujur,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.

Farhan dilaporkan ke SPKT pada Kamis (28/5/2026) oleh sejumlah calon jemaah. Key Issue yang dituduhkan terhadapnya mencakup kelalaian dalam mengelola dana dan keengganan untuk memberikan informasi transparan. Joko mengatakan bahwa ia ingin proses hukum ini segera tuntas agar dana korban bisa direfund.

“Key Issue ini membuat kami kehilangan kepercayaan terhadap layanan umrah. Kami berharap polisi bisa segera memutuskan apakah Hanania Travel melakukan penipuan atau tidak,” pungkas Joko.

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak keluarga yang terkena kerugian akibat penipuan ini. Key Issue terkait pengelolaan dana yang tidak baik membuat para korban terpaksa membatalkan rencana mereka. Meski perusahaan berusaha memperbaiki situasi, tidak ada tanda-tanda kepastian keberangkatan untuk mertuanya.

Leave a Comment