Berita

Key Discussion: Genjot PAD & Pelayanan Publik, Wamendagri Dorong Walkot Perkuat Inovasi

Key Discussion: Meningkatkan PAD dan Pelayanan Publik Melalui Inovasi Kota Key Discussion menjadi topik utama dalam pembahasan strategi pengembangan daerah

Desk Berita
Published Juli 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Discussion: Meningkatkan PAD dan Pelayanan Publik Melalui Inovasi Kota

Key Discussion menjadi topik utama dalam pembahasan strategi pengembangan daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperbaiki kualitas pelayanan publik. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya inovasi dan kepemimpinan yang responsif sebagai kunci untuk menghadapi tantangan era digital dan dinamika ekonomi nasional. Hal ini diungkapkan saat ia menjadi pembicara di Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026, yang berlangsung di Grand City Hall Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).

Tantangan dan Solusi Inovatif

Key Discussion pada acara tersebut menyuarakan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan antar daerah, keterbatasan sumber daya, dan tekanan untuk mencapai target PAD dalam waktu singkat. Bima Arya menekankan bahwa solusi untuk masalah ini tidak bisa dipenuhi tanpa inovasi yang kreatif dan berkelanjutan. “Kota-kota yang berhasil mengubah paradigma pemerintahan mereka berani mencoba hal baru, bahkan dengan risiko awal,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Bima, inisiatif seperti penerapan teknologi dalam pelayanan publik, digitalisasi layanan perizinan, dan penggunaan data untuk kebijakan daerah adalah langkah nyata yang bisa meningkatkan efisiensi dan transparansi. Key Discussion ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi. Dengan pendekatan holistik, kota dapat mengatasi hambatan dan membangun model pemerintahan yang lebih modern.

Strategi Lengkap untuk PAD

Key Discussion membahas bahwa peningkatan PAD bukan hanya bergantung pada pendapatan dari pajak, tetapi juga pada pengembangan sektor-sektor ekonomi lokal yang beragam. Bima Arya mengungkapkan bahwa reformasi manajemen pendapatan, seperti penyederhanaan prosedur penerimaan pajak, perlu didukung oleh strategi pemasaran dan pengembangan sumber daya manusia yang terampil. “Inovasi dalam mengelola PAD harus mencakup efisiensi administratif dan pemanfaatan potensi daerah secara optimal,” terangnya.

Dalam Key Discussion ini, Bima juga menyoroti peran pemerintah kota dalam memperkuat kebijakan inklusif dan responsif. Ia mencontohkan beberapa kota yang telah berhasil mengintegrasikan teknologi dan inovasi dalam layanan publik, seperti Kota Malang dan Kota Pekanbaru. Kota-kota tersebut menjadi model bagus karena mereka mampu menarik investasi, mengembangkan sektor pariwisata, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga dengan pendekatan yang berkelanjutan.

City Branding sebagai Kunci Daya Saing

Key Discussion mengingatkan bahwa city branding adalah bagian integral dari strategi peningkatan PAD dan pelayanan publik. Bima Arya menjelaskan bahwa identitas kota tidak hanya tentang promosi, tetapi juga tentang bagaimana daerah membangun nilai tambah yang dapat dilihat oleh investor dan wisatawan. “City branding membutuhkan komitmen jangka panjang, karena membangun citra tidak bisa instan,” tegasnya.

Menurut Bima, pemanfaatan olahraga sebagai industri juga bisa menjadi peluang baru dalam city branding. Kota yang memiliki infrastruktur olahraga memadai dapat menarik event internasional dan meningkatkan PAD melalui pemasukan dari kegiatan ekonomi. “Perlu kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan pelaku kreatif untuk mengubah olahraga menjadi sektor yang berkontribusi signifikan pada PAD,” tambahnya.

Peringatan Akhir untuk Kepemimpinan Lokal

Saat menutup Key Discussion, Bima Arya menekankan bahwa inovasi dan kolaborasi adalah modal utama kepemimpinan lokal dalam menghadapi masa depan yang penuh dinamika. Ia mengingatkan wali kota untuk terus menjaga integritas, berinovasi secara konsisten, serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri. “Kepemimpinan yang adaptif dan visioner akan menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Key Discussion ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam setiap inisiatif. Bima Arya menegaskan bahwa inovasi harus diukur berdasarkan dampak jangka panjang, bukan hanya hasil sementara. Dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup warga dan keterbukaan pemerintahan, kota dapat membangun fondasi yang kokoh untuk PAD dan layanan publik yang berkembang.

Peluang dan Tantangan di Tahun 2026

Key Discussion terkini menunjukkan bahwa tahun 2026 menjadi masa yang sangat menantang dan penuh peluang bagi pemerintah kota. Bima Arya Sugiarto mengatakan, kebijakan nasional yang semakin proaktif dalam mendukung inovasi daerah mengharuskan kepala daerah untuk terus belajar dan beradaptasi. “Dengan ekosistem inovasi yang kuat, kota bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang sehat,” katanya.

Leave a Comment