Jasad 2 WN Singapura di Gunung Dukono Ditemukan Berpelukan
Jasad 2 WN Singapura di Gunung – Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada awal Mei 2026 menimbulkan kekacauan besar di kawasan Gunung Dukono, Maluku Utara. Dalam upaya menemukan korban yang masih berada di lokasi, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad dua warga negara Singapura pada hari ketiga operasi pencarian, Minggu (10/5) sekitar pukul 13.00 WIT. Lokasi penemuan berada sekitar 13 meter di utara bibir kawah, yang merupakan titik kritis dalam perjalanan pendakian. Ini menandai momen penting dalam proses evakuasi setelah erupsi yang mengancam kehidupan ribuan pendaki.
Proses Pencarian yang Berat
Operasi pencarian ini memakan waktu tiga hari, dengan kegiatan yang intens dilakukan Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai instansi seperti Basarnas Ternate, TNI, dan Polri. Kondisi medan yang curam dan terjal menjadi tantangan utama bagi para penyelamat. Dalam kondisi cuaca terkadang buruk, tim terpaksa menggunakan peralatan khusus dan menyusuri jalur yang terkena dampak erupsi. Meski proses ini berjalan sengit, jasad dua WN Singapura akhirnya ditemukan dalam keadaan yang memprihatinkan.
“Kedua korban ditemukan dalam satu titik, berada di bawah beban batu besar. Mereka ditemukan saling berpelukan, dengan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh,” jelas Iwan Ramdani, Kepala Basarnas Ternate, sebagaimana dilansir detiksulsel, Minggu (10/5/2026).
Jasad yang ditemukan dalam kondisi terluka parah dan saling berpelukan menunjukkan kejadian kecelakaan yang memilukan. Tidak hanya kondisi fisik korban yang terganggu, tetapi juga posisi mereka yang terjebak di bawah batu besar, memperumit proses evakuasi. Iwan menyatakan bahwa ditemukannya dua jasad ini menjadi penutup dari operasi pencarian korban erupsi, dengan total tiga korban meninggal yang telah ditemukan.
Situasi Terkini di Gunung Dukono
Erupsi Gunung Dukono pada Mei 2026 berdampak signifikan terhadap jalur pendakian dan kondisi lingkungan sekitar. Asap letusan yang tebal dan abu vulkanik menghiasi langit di sekitar Gunung Dukono, membatasi visibilitas dan memperlambat proses pencarian. Selain itu, area yang terkena letusan menjadi sangat berbahaya, dengan risiko jatuhnya batu atau terjebak dalam aliran lava. Penemuan jasad dua WN Singapura menggarisbawahi betapa parahnya dampak erupsi tersebut.
Dalam proses evakuasi, tim SAR harus mempertimbangkan keamanan dan kecepatan dalam mengangkat jenazah yang terjebak. Mayat korban dibawa dari tepi gunung dengan peralatan khusus, karena area tersebut masih dalam risiko berbahaya. Setelah diangkat, jenazah ditempatkan di posko induk di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, dan tiba di sana pada pukul 17.43 WIT. Proses ini membutuhkan koordinasi yang rapat antara berbagai pihak terlibat.
“Jenazah telah diantar ke RSUD Tobelo untuk proses autopsi,” tambah Iwan.
Sebagai bagian dari upaya penyelamatan, jenazah kedua WN Singapura ini akan menjalani autopsi untuk memastikan penyebab kematian dan kondisi kecelakaan mereka. Dengan ditemukannya jasad korban, operasi SAR di Gunung Dukono dikatakan telah selesai. Namun, tim masih melakukan pemeriksaan terhadap area yang lebih jauh untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. Situasi ini menunjukkan betapa sulitnya proses evakuasi di kawasan vulkanik yang sangat aktif.
Erupsi Gunung Dukono juga menjadi peringatan bagi pendaki lain yang masih berada di kawasan tersebut. Pihak berwenang menyarankan untuk menghindari area yang rawan selama aktivitas vulkanik masih terjadi. Penemuan jasad dua WN Singapura memberikan gambaran nyata tentang kerentanan pendaki di gunung yang sering kali dianggap aman, tetapi ternyata bisa berubah menjadi lokasi berbahaya dalam hitungan menit. Proses pencarian dan evakuasi ini menjadi contoh bagaimana tanggap darurat diperlukan dalam kondisi seperti ini.