Important Visit: Selain Dana dan Sponsor, 320 WNA Admin Markas Judi Online di Hayam Wuruk Dibongkar
Important Visit – Badan Reserse Kriminal Polri mengadakan kunjungan penting ke markas taruhan online yang beroperasi di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, untuk memperluas penyelidikan. Selain memeriksa aliran dana, penyidik juga menelusuri sumber pendanaan serta identitas para sponsor yang terlibat dalam operasi ini. Tindakan tersebut menunjukkan upaya intensif pihak kepolisian dalam mengungkap jaringan judi online yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) dan satu warga negara Indonesia (WNI).
Proses Penyelidikan yang Terperinci
“Pada Important Visit ini, kita fokus pada investigasi menyeluruh, termasuk memeriksa alur keuangan, peran sponsor, dan identitas pelaku utama. Seluruh jaringan operasional ditelusuri untuk memastikan tidak ada celah hukum yang terlewat,” ujar Brigjen Wira Satya Triputra, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, di lokasi, Minggu (10/5/2026).
Dalam penyelidikan, polisi tidak hanya mengecek dana yang masuk dan keluar dari markas judi online, tetapi juga menelusuri sumber daya manusia yang diperlukan. Para penyewa tenaga kerja asing dan pihak yang menyediakan peralatan teknis menjadi prioritas. “Kita sedang menyelidiki siapa yang bertugas mengoperasikan sistem judi, serta siapa yang mendukung operasi secara logistik,” tambah Triputra.
Kerja sama dengan Imigrasi juga menjadi bagian penting dari Important Visit ini. Seluruh 320 WNA yang terlibat dititipkan kepada lembaga tersebut untuk diusut secara administratif. Sementara itu, satu orang WNI diserahkan ke Bareskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini mengindikasikan bahwa polisi ingin menyelidiki seluruh aspek, termasuk peran warga negara asing dalam memperluas jaringan taruhan online.
Detik Penangkapan dan Barang Bukti
Pada Kamis (7/5), sebanyak 321 individu ditangkap secara langsung di markas judi online tersebut. Komposisi tersangka terdiri dari 320 WNA dan satu WNI. Polisi menyita barang bukti seperti uang senilai Rp 1,9 miliar dari lokasi operasi. Puluhan laptop, smartphone, serta dokumen pendukung juga dibawa sebagai bukti kegiatan taruhan online yang berjalan sistematis.
Kasus ini mencuat setelah masyarakat menyoroti keberadaan taruhan online yang dianggap merugikan. Penyidik mengungkap bahwa operasi judi online tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari kalangan menengah hingga pengusaha. Important Visit yang dilakukan oleh Bareskrim Polri juga mencakup pengecekan infrastruktur jaringan internet dan sistem pembayaran yang digunakan.
Sebagai bagian dari penyelidikan, tim investigasi menggandeng beberapa lembaga seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Narkotika Nasional. Koordinasi ini membantu mempercepat proses pemeriksaan dan pengungkapan fakta. Selain itu, penyidik juga menelusuri jejak transaksi keuangan yang melibatkan dana dari luar negeri, sebagai bukti kerja sama internasional dalam operasi tersebut.
Important Visit ini menggarisbawahi komitmen Polri dalam menegakkan hukum terhadap praktik taruhan online yang merugikan masyarakat. Dengan menelusuri sumber dana dan sponsor, penyidik berupaya mengidentifikasi seluruh pelaku, baik yang secara langsung mengoperasikan maupun yang hanya bertindak sebagai pendukung. Proses ini diharapkan dapat memperkuat regulasi dan penegakan hukum di sektor judi online.
Kasus ini juga menjadi sorotan media dan masyarakat karena melibatkan jumlah besar WNA. Polisi menegaskan bahwa keberadaan para WNA tidak menghilangkan tanggung jawab pihak lokal yang terlibat. “Important Visit ini memberi gambaran bahwa kita tidak hanya mengusut keberadaan fisik, tetapi juga keberadaan jaringan global yang terlibat dalam aktivitas ini,” tutur Triputra. Penyelidikan berlanjut, dengan target penuntutan hukum terhadap seluruh tersangka.