Berita

Historic Moment: Sekolah Rakyat Trenggalek Tempa Gadis Kembar Optimistis Gapai Cita-Cita

Historic Moment: Keduanya Ikut Sekolah Rakyat Trenggalek, Optimis Gapai Cita-Cita Historic Moment - Dalam sebuah Historic Moment yang menginspirasi, dua

Desk Berita
Published Mei 24, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Historic Moment: Keduanya Ikut Sekolah Rakyat Trenggalek, Optimis Gapai Cita-Cita

Historic Moment – Dalam sebuah Historic Moment yang menginspirasi, dua saudara perempuan kembar dari Trenggalek, Jawa Timur, Nur Khusnul Khotimah dan Nur Uswatun Khasanah, memutuskan untuk melanjutkan pendidikan menengah pertama di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek. Keputusan ini datang setelah mereka kehilangan dukungan emosional dari ibu mereka, Karyatun, yang bekerja di luar kota dan hampir tidak pernah kembali ke rumah. Meski terpisah dari keluarga, mereka tetap bersemangat mengenyam pendidikan formal di lingkungan yang berkomitmen memberikan peluang berkualitas.

Perjalanan Kedua Saudara Kembar

Karyatun, yang sebelumnya tinggal bersama anak-anak, kini memilih untuk tinggal di kampung halaman bersama suaminya, Agus Sugono. Profesi Agus sebagai pedagang cimol di Alun-Alun Trenggalek membuat penghasilan keluarga tergantung pada situasi pasar yang tidak pasti. Sejak ibu meninggalkan rumah, Nur Khusnul Khotimah dan Nur Uswatun Khasanah menghabiskan waktu bersama ayah dan adik mereka, sambil mencoba memahami perubahan hubungan keluarga.

“Terakhir ketemu masih kelas 4 SD. Habis itu enggak pernah ketemu lagi,” ujar Nur Khusnul Khotimah, dikutip Minggu (24/5/2026).

Karyatun mengalami perubahan sikap setelah bekerja di luar kota. Ia tidak hanya mengabaikan kebutuhan belajar putrinya, tetapi juga menunjukkan sikap dingin terhadap kedua saudara ini. Pernah ada saat ia kembali ke kampung halaman, tetapi lebih memilih tinggal di rumah orangtuanya di wilayah yang sama. “Ibu enggak mau ketemu kita. Terus ibuku tuh katanya ngomong ke orang-orang enggak kenal sama kita. Kita udah dibuang seperti sampah, gitu katanya orang-orang,” tambah Nur Uswatun Khasanah dengan suara bergetar.

Pelajaran di Sekolah Rakyat Trenggalek

Meski situasi keluarga terasa sulit, kedua saudara kembar ini tetap menjaga semangat belajar. Mereka mendaftar di SRT 50 Trenggalek, sekolah yang dikenal mengutamakan pendidikan karakter dan kesetaraan pendidikan. Di sini, mereka merasa didukung secara penuh, baik secara akademik maupun emosional. “Di sini semuanya sudah disediakan. Aku juga bisa makan enak tiap hari. Senang sekali di Sekolah Rakyat,” kata Nur Khusnul Khotimah, yang kini menjalani kehidupan lebih stabil.

SRT 50 Trenggalek menjadi titik balik penting dalam perjalanan pendidikan kedua saudara ini. Sekolah tersebut tidak hanya memberikan fasilitas belajar yang lengkap, tetapi juga memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler yang membantu mereka mengembangkan bakat. Bagi mereka, mengenyam pendidikan di lingkungan ini adalah Historic Moment yang membawa harapan baru untuk masa depan.

Harapan Masa Depan yang Optimistis

Dalam wawancara, kedua saudara ini mengungkapkan keinginan untuk menjadi pengusaha di masa depan. Mereka mengatakan bahwa pengalaman jualan kecil-kecilan di rumah membantu mereka mengembangkan kepercayaan diri dan keterampilan dasar. “Kita dari dulu sudah biasa jualan kecil-kecilan, kayak jual risol gitu. Soalnya pengen bantu bapak nyari duit,” ujar Nur Uswatun Khasanah.

Imajinasi mereka tentang masa depan semakin berkembang setelah bergabung dengan komunitas belajar yang aktif di SRT 50 Trenggalek. Mereka rutin mengikuti pelatihan kewirausahaan dan berdiskusi tentang ide usaha mereka bersama guru dan teman sebaya. “Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat untuk menemukan jati diri kita,” tambah Nur Khusnul Khotimah, menyoroti peran pendidikan dalam membentuk identitas diri.

Dengan semangat yang tak pernah padam, mereka berharap Historic Moment ini menjadi awal dari perjalanan sukses. Dukungan dari masyarakat dan pihak sekolah semakin memperkuat keyakinan mereka bahwa keluarga yang utuh dalam hati dan semangat belajar bisa menciptakan masa depan yang lebih baik. “Kita akan terus berjuang, meski harus menghadapi segala rintangan,” ucap Nur Uswatun Khasanah, menegaskan komitmen mereka untuk mencapai cita-cita.

Leave a Comment