Berita

Historic Moment: Polda Kaltim Pecat Oknum Polisi Beking Kampung Narkoba Gang Langgar

Gang Langgar Historic Moment - Sebuah Historic Moment terjadi saat Polda Kaltim memutuskan untuk memecat seorang oknum polisi yang terbukti menjadi pelindung

Desk Berita
Published Juni 5, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Polda Kaltim Pecat Oknum Polisi Terlibat Narkoba di Gang Langgar

Historic Moment – Sebuah Historic Moment terjadi saat Polda Kaltim memutuskan untuk memecat seorang oknum polisi yang terbukti menjadi pelindung kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda. Keputusan ini memperkuat komitmen lembaga tersebut dalam menegakkan hukum dan memberantas peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Timur. Pemecatan ini dilakukan melalui sidang kode etik, yang menunjukkan tindakan tegas dari institusi kepolisian terhadap anggota yang melanggar kode kehormatan.

Deteksi Pelanggaran dan Proses Pemecatan

“Ya, statusnya sudah di-PTDH,” jawab Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yuliyanto, saat diwawancara pada Kamis (4/6/2026). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemecatan sudah final dan tidak bisa dibantah.

Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) berlangsung pada 2 Juni, dimana Bripka Dedy Wiratama, yang dikenal sebagai ‘sniper’ dalam operasi, akhirnya dinyatakan melanggar etika kepolisian. Dirut Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa oknum tersebut terlibat dalam penyelunduran aktivitas peredaran narkoba di kampung yang menjadi pusat kejahatan tersebut.

Kasus ini bermula dari operasi penggerebekan yang dilakukan Bareskrim Polri pada 16 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil menangkap 11 tersangka, termasuk bandar narkoba yang dikenal sebagai Fernandes alias Nando. Selama operasi, Bripka Dedy Wiratama berperan sebagai pengawas pergerakan orang-orang yang datang ke kampung narkoba. Tindakannya dianggap sebagai bentuk perlindungan terhadap para pengedar.

Pengaruh Pemecatan terhadap Masyarakat

Keputusan pemecatan oknum polisi ini menjadi Historic Moment yang penting bagi masyarakat Samarinda. Kebiasaan polisi yang tidak berperan aktif dalam menindak penyalahgunaan narkoba sebelumnya menjadi sorotan. Warga setempat menyambut baik tindakan tersebut, menganggapnya sebagai langkah kecil untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa selain pemecatan, pihaknya juga menetapkan beberapa penangkapan lain terkait kasus narkoba di wilayah itu. Dalam pernyataan resmi, Brigjen Eko Hadi menyampaikan bahwa tindakan ini adalah bagian dari upaya memperkuat kontrol terhadap jaringan narkoba. “Kami tidak memberi ruang bagi siapa pun yang terlibat dalam kejahatan ini, baik itu oknum polisi maupun warga sipil,” tegasnya.

Pemecatan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Polda Kaltim dalam mengatasi masalah narkoba secara bersinergi dengan masyarakat. Masyarakat diharapkan bisa lebih aktif dalam melaporkan kegiatan yang melanggar hukum, sekaligus mendukung upaya pemberantasan narkoba yang dijalankan pihak kepolisian. Dengan Historic Moment ini, diharapkan akan ada perubahan positif dalam kehidupan masyarakat setempat.

Leave a Comment