Berita

Latest Program: Waka BGN Beberkan Fokus Evaluasi MBG: Penerima Manfaat-Insentif SPPG

aian Insentif Latest Program - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menyebutkan bahwa saat ini, evaluasi terhadap Program Makan Bergizi

Desk Berita
Published Juli 21, 2026
Reading time 1 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Evaluasi MBG Dipusatkan pada Validasi Data dan Penyesuaian Insentif

Wahanaberita.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menyebutkan bahwa saat ini, evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan pada dua hal utama. Salah satunya adalah pengujian kembali keakuratan data penerima manfaat, yang menjadi prioritas utama dalam upaya memastikan program tersebut berjalan optimal.

Kinerja SPPG Beragam, Insentif Harus Disesuaikan

Di samping validasi data, BGN juga meninjau ulang mekanisme insentif yang diberikan kepada Sentra Pelayanan Publik Gizi (SPPG). Menurut Agustina, besaran insentif hingga saat ini masih sama untuk semua SPPG, meski kapasitas layanan masing-masing berbeda.

“Kami perbaiki yang pertama: apakah jumlah 63 juta itu benar? Kita harus tahu berapa yang seharusnya diberikan, dan wilayah mana, serta kelompok manfaat yang harus didahulukan,” ujarnya saat memberi keterangan kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Agustina menjelaskan, ada SPPG yang hanya melayani sekitar 1.000 penerima manfaat dengan jangkauan wilayah yang terbatas, sementara lainnya harus menjangkau area lebih luas dengan jumlah penerima yang jauh lebih besar. Hal ini menunjukkan perlunya insentif yang diberikan lebih seimbang.

“Insentif yang diberikan sama untuk SPPG yang jangkauannya 200 meter, misalnya, dan SPPG yang melayani 500 atau 1.000 orang. Jika itu bisa disamakan, maka itu kurang adil,” tambahnya.

Dalam rangka meningkatkan transparansi, Agustina menekankan pentingnya transformasi digital untuk memperkuat sistem pertanggungjawaban. Menurutnya, digitalisasi akan memudahkan pengawasan anggaran MBG dan memastikan distribusi manfaat lebih akurat.

“Kita susah kalau penilaian hanya bergantung pada orang. Dengan digitalisasi, kita bisa mengetahui dengan jelas, dan itu akan menjadi bagian dari perbaikan program,” pungkasnya.

Leave a Comment