7 Rumah Rusak Buntut Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan
Wahanaberita.com – Sebuah ledakan mengerikan terjadi di Perumahan Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, pada hari Rabu, yang menyebabkan kerusakan pada tujuh unit rumah. Ledakan ini diduga berasal dari pipa gas dan mengguncang lingkungan sekitar, dengan dampaknya menyebar hingga mencakup sekitar 6 hingga 7 bangunan. Peristiwa ledakan ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan, serta mengancam keamanan warga sekitar.
Detil Ledakan dan Dampak yang Terjadi
Menurut informasi yang dihimpun, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di area perumahan yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan. Kejadian ini berdampak pada sejumlah rumah yang berada di dekat lokasi kejadian, dengan sebagian besar kerusakan terjadi di sekitar rumah bernomor 3B. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa ledakan tersebut berdampak pada tujuh unit rumah, dengan tiga dari mereka mengalami kerusakan parah.
Beberapa warga mengatakan bahwa ledakan terdengar sangat keras dan mengguncang lingkungan sekitar. Bunyi ledakan tersebut terdengar hingga beberapa blok jauhnya, membuat banyak orang terkejut dan langsung berusaha menyelamatkan diri. Dampak ledakan juga melibatkan kerusakan pada atap, dinding, dan beberapa lantai rumah yang rusak. Karena bangunan-bangunan tersebut berdekatan, dampaknya bisa terlihat di seluruh kompleks perumahan.
Menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, ledakan tersebut berasal dari rumah bernomor 3B. Namun, dampaknya menjangkau 6 hingga 7 unit rumah di sekitarnya. Calvijn menjelaskan bahwa lokasi rumah yang rusak berada tepat di depan bangunan yang mengalami keruntuhan. “Ledakan tersebut berdampak pada area sekitar, sehingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di kompleks Grand Polonia,” katanya.
Pencarian dan Evakuasi yang Dilakukan
Pasca-ledakan, tim pemadam kebakaran serta pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Sejumlah warga yang tinggal di sekitar area ledakan dievakuasi oleh petugas, sementara tiga dari mereka mengalami cedera ringan. Dua dari enam individu yang kemungkinan berada di dalam rumah mewah di nomor 3B telah berhasil dievakuasi, dengan satu orang dewasa dalam kondisi stabil dan seorang bayi yang masih dirawat di rumah sakit.
Empat orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh petugas. Polisi menyatakan bahwa mereka sedang mempercepat upaya penyelamatan guna memastikan tidak ada korban jiwa tambahan. Dalam upayanya, petugas juga mengecek kondisi bangunan yang rusak dan memastikan bahwa tidak ada bahaya lebih lanjut dari ledakan tersebut.
Pasca-ledakan, sejumlah warga mengalami kepanikan. Mereka mengungsi ke tempat aman, seperti tempat parkir atau rumah tetangga. Beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa mereka mendengar ledakan sebelum melihat dampaknya. “Kami tidak percaya ketika mendengar suara ledakan yang sangat keras. Selama beberapa menit, kami hanya berdiri di luar rumah dan menunggu petugas datang,” kata salah satu warga yang tinggal di kompleks tersebut.
Bagian dari perumahan Grand Polonia yang rusak mengalami kerusakan struktural, seperti retak di dinding dan atap yang terlepas. Kerusakan ini membuat beberapa rumah tidak bisa ditempati lagi. Para warga yang tinggal di area terdampak sedang mendapatkan bantuan dari pihak setempat, termasuk perlengkapan hidup sementara dan penjelasan terkait penyebab ledakan. Meskipun sebagian besar korban hanya mengalami cedera ringan, ketidaknyamanan akibat ledakan tersebut masih terasa di lingkungan sekitar.
Polisi juga mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan memastikan bahwa rumah mereka aman untuk ditempati kembali. Mereka menyatakan bahwa penyelidikan terus berlangsung untuk mengetahui akar dari ledakan tersebut. “Kami sedang menginvestigasi penyebab ledakan ini, dan akan segera memberikan informasi lebih lanjut kepada publik,” ujar Calvijn dalam konferensi pers yang diadakan setelah peristiwa terjadi.

