Penetapan Idul Adha 1447 H Dilakukan dengan Metode Hisab dan Rukyat
Hasil Hisab Tim Kemenag – Tim Kementerian Agama mengumumkan bahwa hilal telah memenuhi syarat ketinggian minimum 3 derajat di seluruh wilayah Indonesia. Data astronomi menunjukkan bahwa elongasi hilal juga sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Dalam penjelasannya, Cecep menyebutkan bahwa hilal pada tanggal 29 Zulqa’dah 1447 H, yang setara dengan 17 Mei 2026 M, telah mencapai ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Hal ini berarti Idul Adha 1447 H akan dimulai pada hari Senin Kliwon, 27 Mei 2026,” ujarnya.
Cecep menambahkan bahwa hilal pertama Zulhijjah 1447 H pada hari rukyat tersebut memiliki potensi untuk diamati secara langsung. Dengan memadukan perhitungan astronomi dan pengamatan langsung, keputusan akhir diharapkan lebih akurat.
Proses Penetapan Berdasarkan Kriteria Ilmiah
Pengumuman awal Zulhijjah 1447 H akan dimulai dengan seminar yang menjelaskan data astronomi dari tim hisab dan rukyat. Setelahnya, panitia akan menerima laporan hasil pengamatan hilal dari berbagai lokasi, mulai dari daerah barat hingga timur Indonesia.
Proses ini menggabungkan dua metode: hisab, yang mengandalkan perhitungan ilmiah, serta rukyat, yang memerlukan pengamatan langsung hilal. Kedua pendekatan ini dianggap saling melengkapi dalam menentukan tanggal yang tepat.
Sidang isbat akan berlangsung pukul 18.00 WIB, diikuti oleh konferensi pers pengumuman 1 Zulhijjah 1447 H pada pukul 19.00 WIB. Jadwal ini bertujuan untuk memberikan kejelasan secara bersamaan kepada seluruh masyarakat.
