Gerindra Beri Teguran Tertulis Ketua DPRD Kepri Gegara Naik Moge Tanpa Helm
Gerindra Beri Teguran Tertulis Ketua DPRD – Dalam sebuah insiden yang menarik perhatian publik, Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, menerima teguran tertulis dari Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra. Teguran ini dikeluarkan setelah video Iman yang beredar di media sosial menunjukkan ia berkendara menggunakan motor gede (Moge) Harley-Davidson tanpa mengenakan helm. Gerindra Beri Teguran Tertulis Ketua menjadi isu utama dalam beberapa hari terakhir, karena tindakan tersebut dianggap melanggar aturan kehormatan partai.
Latar Belakang dan Kebijakan Partai Gerindra
Persoalan ini muncul setelah sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra diadakan di Kantor DPP, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Jumat (15/5/2026). Kehadiran Iman dalam video yang menampilkan gaya santai saat mengendarai Moge jenis FXDR dengan nomor polisi BP 6215 VF memicu perdebatan. Menurut Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai, para kader diperintahkan untuk menjaga citra dan norma kehormatan partai. Gerindra Beri Teguran Tertulis Ketua menjadi tindakan tegas sebagai bentuk pengingat.
Dalam putusan sidang, pimpinan Majelis Kehormatan, M. Maulana Bungaran, menegaskan bahwa Iman Sutiawan dinyatakan melanggar Pasal 16 ayat 2 AD, yang berisi perintah untuk menghormati nama dan kehormatan partai. Selain itu, ia juga dianggap melanggar Pasal 16 ayat 3 AD terkait ketaatan pada peraturan partai, serta Pasal 67 ayat 5 ART mengenai sumpah kader. Teguran ini bukan hanya untuk penjelasan, tetapi juga sebagai bentuk penghukuman untuk kesalahan yang terjadi.
“Pada hari ini, kita bisa melakukan refreshing, bermain, dan menikmati kebebasan,” ujar Iman dalam video yang viral.
Video tersebut memperlihatkan Iman berkendara di Kota Batam, berpakaian loreng, celana jeans, serta topi hitam. Meski tindakannya terlihat santai, pihak Partai Gerindra Beri Teguran Tertulis Ketua menilai hal ini mengurangi kesan profesional dan mengancam reputasi partai. Teguran tersebut juga menjadi bahan perdebatan di masyarakat, dengan sebagian mengkritik kekakuan partai, sementara yang lain mengapresiasi langkah pencegahannya.
Perspektif Publik dan Reaksi Internal Partai
Kehadiran Iman dalam video berdampak besar pada kesadaran publik tentang aturan kehormatan kader partai. Banyak netizen dan pengamat politik menilai bahwa Gerindra Beri Teguran Tertulis Ketua adalah bentuk penegakan disiplin yang konsisten, meski beberapa menyatakan kebijakan ini terkesan berlebihan. Sejumlah warga Kepri memprotes, menganggap tindakan itu seperti menghukum sesama kader karena kesalahan kecil.
Pihak Partai Gerindra, sementara itu, menjelaskan bahwa teguran ini tidak hanya terkait dengan penampilan, tetapi juga tentang kesadaran akan tanggung jawab sebagai anggota dewan. Dalam pernyataan resmi, partai menekankan pentingnya kader menjaga citra selama menjalankan tugas di ruang publik. Gerindra Beri Teguran Tertulis Ketua menjadi contoh nyata bagaimana aturan tersebut diaplikasikan, baik secara formal maupun simbolis.
Sebagai ketua dewan, Iman Sutiawan memiliki tanggung jawab besar untuk memperlihatkan sikap disiplin dan ketaatan. Sidang Majelis Kehormatan menegaskan bahwa tindakan tak mengenakan helm saat berkendara bisa dianggap sebagai pelanggaran aturan kehormatan, khususnya bagi tokoh yang menjadi perwakilan partai. Pemilihan Moge sebagai alat transportasi juga menjadi sorotan, karena model ini sering dikaitkan dengan gaya hidup mewah.
Sebelumnya, Iman Sutiawan memang sering terlihat dalam berbagai kegiatan di Kepri. Namun, video tersebut menarik perhatian karena kebebasannya dalam mengambil keputusan di luar ruang formal. Gerindra Beri Teguran Tertulis Ketua menunjukkan bahwa partai tetap mempertahankan kontrol terhadap perilaku kader, meskipun dalam situasi yang santai.
Sebagai akibat dari teguran tersebut, Iman Sutiawan disarankan untuk meningkatkan kesadaran diri dan berpakaian yang lebih sesuai dengan peran sebagai wakil rakyat. Selain itu, ia juga diharapkan lebih menjaga konsistensi dalam menjalankan aturan partai. Teguran ini menjadi pembelajaran bagi kader lainnya, bahwa kesalahan kecil bisa berdampak besar jika dilakukan oleh figur penting.