BRIN Paparkan Capaian Teknologi Nuklir untuk Berbagai Sektor Kehidupan
Wahanaberita.com – Pertemuan audiensi antara Presiden Prabowo Subianto dengan perwakilan BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta menjadi momen penting dalam memaparkan kemajuan riset nuklir nasional. Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa teknologi yang dipresentasikan mencakup pemanfaatan damai nuklir yang meluas dari bidang energi hingga kesehatan masyarakat.
Radiofarmaka untuk Deteksi dan Pengobatan Kanker
Dalam sektor kesehatan, BRIN sedang giat mengembangkan radiofarmaka. Senyawa ini mengandung zat radioaktif yang berfungsi sebagai alat diagnostik maupun terapi dalam kedokteran nuklir, khususnya untuk menangani penyakit onkologis.
“Jadi sekarang itu kita sudah tadi saya sampaikan ada radiofarmaka yang sudah dikembangkan, dan ini akan sangat penting untuk identifikasi cancer maupun untuk mengatasi cancer,” ujar Arif.
Irradiasi untuk Ekspor Buah-Buahan
Sementara itu, aplikasi nuklir di bidang pangan difokuskan pada proses pengawetan. Arif menegaskan bahwa banyak negara tujuan ekspor yang mewajibkan iradiasi sebagai syarat agar produk buah-buahan tetap segar dalam perjalanan jauh.
“Kalau kita ekspor buah-buahannya memang beberapa negara mensyaratkan adanya iradiasi supaya apa? Supaya bahan buah-buahannya itu lebih awet, dan sekarang kita sudah kembangkan fasilitas itu di Pasar Jumat ya, di BRIN, juga ada di Serpong yang sangat penting untuk peningkatan kualitas produk-produk ekspor kita,” ujarnya.
Kesiapan Menuju Era PLTN
Arif menekankan bahwa pengembangan teknologi nuklir secara komprehensif merupakan langkah antisipatif bagi Indonesia. Jika di masa depan negara memutuskan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir, BRIN telah mempersiapkan fondasi yang kuat.
“Kami berusaha menguasai seluruh rantainya. Penambangan dan pemurnian uranium dan torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi sampai pengolahan limbah,” ujarnya.
“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” lanjut Arif.
Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta menjadi saksi pada Kamis (6/8/2026) saat Arif Satria menyampaikan kepada wartawan bahwa nuklir tidak sekadar sumber energi, melainkan juga berkontribusi signifikan bagi ketahanan pangan dan kemajuan kesehatan nasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BRIN Ungkap Progres Perkembangan Teknologi Nuklir?
BRIN Ungkap Progres Perkembangan Teknologi Nuklir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BRIN Ungkap Progres Perkembangan Teknologi Nuklir matter?
BRIN Ungkap Progres Perkembangan Teknologi Nuklir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
