Brak Lansia Ini Tertimpa Reruntuhan Plafon Saat Rumah Terbakar
Brak Lansia Ini Tertimpa Reruntuhan Plafon – Kebakaran hebat yang mengguncang warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terjadi pada hari Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Api dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah, terutama area plafon yang menggunakan bahan semi permanen, sehingga menyebabkan kerusakan parah. Tragedi ini mengakibatkan seorang lansia tertimpa reruntuhan plafon saat sedang tidur di dalam rumahnya, memicu kecemasan dan kekhawatiran di kalangan warga sekitar.
Korban Tertimpa Reruntuhan Plafon Saat Tidur
Seorang lansia bernama Abd Kadir (70 tahun) menjadi korban kejadian tragis tersebut. Menurut informasi dari warga, korban sedang istirahat di dalam rumah setelah kembali dari masjid. Saat kejadian, istrinya, Hasanah (50 tahun), berada di rumah keluarganya, sehingga tidak dapat langsung memberikan pertolongan.
“Korban tertidur di dalam rumah sementara api mulai merambat ke atas. Reruntuhan plafon jatuh dan menimpa tubuhnya, menyebabkan luka pada bagian punggung,” kata Zakaria, salah satu warga yang menjadi saksi mata, seperti dilansir detikSulsel, Senin (15/6/2026).
Menurut Zakaria, suara teriakan korban terdengar sekitar 30 menit setelah api membara. Warga sekitar yang mendengar suara itu langsung bergegas memberi pertolongan, sementara tim pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Meski begitu, peristiwa ini memperlihatkan kebutuhan akan sistem keamanan yang lebih baik di lingkungan tempat tinggal lansia.
Upaya Pemadaman dan Dampak Kebakaran
Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna menyatakan, api berhasil dipadamkan dalam waktu sejam setelah membara. Bantuan dari lima unit mobil pemadam kebakaran dibutuhkan untuk mengendalikan api yang sudah merusak struktur bangunan.
“Warga dan tim pemadam kebakaran bekerja sama untuk memadamkan api. Namun, karena rumah terbuat dari bahan semi permanen, kebakaran meluas cepat dan seluruh bagian rumah hancur,” ujar Sandy.
Kebakaran ini menyisakan kerugian besar, termasuk hilangnya barang-barang pribadi dan perlengkapan rumah tangga korban. Tidak hanya itu, kondisi korban yang terluka juga memerlukan penanganan medis intensif. Informasi tentang luka yang diderita Abd Kadir masih dalam penyelidikan, namun diperkirakan memerlukan perawatan selama beberapa hari.
Analisis Penyebab Kebakaran
Pasca kejadian, pihak kepolisian dan dinas pemadam kebakaran melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Sementara penyebabnya belum diumumkan, warga menyebutkan kemungkinan korsleting listrik atau percikan api dari alat elektronik sebagai faktor utama.
“Kita masih menunggu hasil investigasi, tapi ada indikasi api berasal dari dalam rumah. Bahan semi permanen mempercepat penyebaran api, membuat situasi semakin kritis,” tambah Sandy.
Dalam upaya mencegah kejadian serupa, pihak setempat berencana melakukan sosialisasi keselamatan kebakaran, terutama kepada lansia yang tinggal di area rawan. Kebakaran ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memastikan jalur evakuasi dan alat pemadam kebakaran tersedia di setiap rumah.
Peran Warga dalam Penyelamatan
Peran warga sekitar dalam memadamkan api dan menyelamatkan korban sangat krusial. Mereka menemukan korban setelah api membesar, lalu segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Kecepatan respons warga membantu meminimalkan risiko cedera lebih parah.
“Warga memang luar biasa. Mereka memberikan pertolongan pertama sebelum datangnya tim pemadam. Tanpa bantuan mereka, situasi bisa jadi lebih mematikan,” kata Zakaria.
Selain itu, warga juga bergerak cepat untuk mengamankan area sekitar dan mencegah penyebaran api ke bangunan lain. Kebakaran ini memicu kegiatan gotong royong dan solidaritas masyarakat, yang terus diapresiasi oleh pihak berwenang.
Kondisi Korban dan Langkah Selanjutnya
Abd Kadir sedang dirawat di rumah sakit setelah menerima perawatan darurat. Luka pada bagian punggung mengharuskannya menjalani pemeriksaan intensif. Selain itu, pihak keluarga dan warga sekitar sedang berusaha mengumpulkan dana untuk biaya perawatan korban.
“Korban masih dalam perawatan, tapi kondisinya stabil. Kami berharap dapat membantu biaya pengobatan dan pemulihan rumah tangga,” kata Zakaria.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi keluarga besar lansia untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam hal keamanan rumah tangga. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah setempat akan memeriksa kelayakan bangunan dan bahan-bahan konstruksi yang digunakan oleh warga.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kebakaran yang menimpa Abd Kadir di Polman tidak hanya menggambarkan ancaman kebakaran secara umum, tetapi juga menyoroti risiko yang lebih tinggi bagi lansia yang tinggal sendirian. Kehadiran plafon semi permanen yang mudah terbakar menjadi faktor utama dalam memperparah kondisi.
“Penyebab kebakaran ini seharusnya menjadi pelajaran untuk masyarakat. Selain itu, kita perlu memastikan lansia memiliki perlindungan ekstra, seperti alat pemadam api dan sistem alarm kebakaran,” ujar Kapolsek.
Dengan peningkatan kesadaran akan keselamatan kebakaran dan perbaikan struktur bangunan, harapan besar akan tercipta untuk mengurangi risiko serupa di masa depan. Kebakaran ini juga menjadi bahan diskusi untuk meningkatkan kebijakan perlindungan lansia di daerah-daerah lain di Sulawesi Barat.
