Dw

Meeting Results: Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Bisa Diteken Pekan Ini

ran Bisa Diteken Pekan Ini Meeting Results – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan optimisme tinggi bahwa kesepakatan kerangka kerja antara AS

Desk Dw
Published Juni 12, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Meeting Results: Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Bisa Diteken Pekan Ini

Meeting Results – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan optimisme tinggi bahwa kesepakatan kerangka kerja antara AS dan Iran bisa ditandatangani akhir pekan ini. Dalam jumpa pers di Ruang Oval, ia mengungkapkan bahwa para negosiator dari kedua belah pihak telah membuat kemajuan signifikan, meski masih ada beberapa hambatan yang perlu diselesaikan. Menurut Trump, perjanjian ini akan menjadi titik balik penting dalam hubungan AS-Iran yang kacau selama beberapa bulan terakhir.

“Kami telah meraih kesepakatan signifikan dalam perang dengan Iran,” ujar Trump kepada wartawan pada Kamis (11/06). Ia menegaskan bahwa dokumen dari hasil pertemuan telah siap, dan penandatanganan bisa dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Menurutnya, penandatanganan akan berlangsung di Eropa, meski lokasi spesifik belum diumumkan. Trump juga menyebut bahwa pihak Iran sudah menyetujui beberapa aspek utama dari kesepakatan tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa Wakil Presiden JD Vance akan mewakili pemerintah AS. Hal ini memperjelas bahwa ia sendiri tidak akan hadir di acara penandatanganan. Ketika ditanya apakah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah menyetujui kesepakatan, Trump menjawab bahwa “pemahaman pribadi” antara kedua pihak sudah tercapai, meski tidak ada konfirmasi resmi dari Iran.

Kantor berita Fars mengutip sumber dalam tim negosiator Iran bahwa teks final kesepakatan masih dalam proses penyelesaian. Para pejabat Iran belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Trump, sementara jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa “Teheran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai hasil pertemuan tersebut.” Hal ini menunjukkan adanya ketegangan dalam menyetujui detail terakhir dari perjanjian.

Menurut Baqaei, Iran tetap berpegang pada “garis merah” yang sudah ditetapkan, termasuk tuntutan untuk mengurangi blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Ia menambahkan bahwa pihak AS mengajukan perubahan pendirian yang membuat negosiasi lebih rumit. Meskipun demikian, Trump yakin bahwa hasil pertemuan ini akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, terutama dalam mengurangi tekanan politik di Timur Tengah.

Kesepakatan Meliputi Reopening Selat Hormuz

Salah satu poin utama dari hasil pertemuan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung, yang menjadi jalur pelayaran kritis bagi Iran. Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini mencakup pengakhiran blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, meskipun ia mengingatkan bahwa pembatasan tersebut akan tetap berlaku hingga dokumen resmi ditandatangani. Amerika Serikat mengambil langkah-langkah ini sebagai respons atas tindakan blokade de facto yang dianggap mengganggu perdagangan internasional.

Ketegangan di Selat Hormuz masih berlanjut, seperti kejadian pasukan AS menembak jatuh dua drone Iran setelah Teheran mencoba menyerang kapal komersial di wilayah tersebut. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menekankan bahwa kesepakatan dari hasil pertemuan akan memastikan keamanan jalur laut dan mengurangi risiko konflik. Namun, pihak Iran masih mempertahankan keberatan terhadap rencana-rencana yang dianggap terlalu menguntungkan AS.

Hasil pertemuan juga mencakup rencana untuk mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, sebagai langkah keamanan. Trump memperingatkan bahwa AS bisa memiliki “kendali penuh” atas pasar energi Iran melalui pendirian ini. Namun, pihak Iran menolak tawaran tersebut dan menekankan bahwa pulau tersebut tetap menjadi wilayah strategis yang harus dilestarikan.

Israel Berharap Jaminan Keamanan dari Kesepakatan

Sebagai pihak ketiga yang terlibat, Israel mengharapkan jaminan keamanan dari kesepakatan yang dirancang dalam hasil pertemuan antara AS dan Iran. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa Trump berjanji perjanjian akan mensyaratkan penghapusan cadangan uranium yang diperkaya Iran serta pembongkaran fasilitas pengayaannya. Ini menjadi keuntungan signifikan bagi Israel, karena memungkinkan mereka untuk mengurangi ancaman dari kekuatan nuklir Iran.

Dalam pernyataan yang sama, Netanyahu menegaskan bahwa Trump juga memastikan kesepakatan akan membatasi produksi rudal Iran dan mengakhiri dukungan negara itu terhadap kelompok-kelompok proksi seperti Hamas dan Hizbullah di Lebanon. Meskipun pihak AS dan Iran berharap mencapai kesepakatan yang menguntungkan, Israel menilai bahwa hasil pertemuan ini akan memberikan kestabilan politik yang lebih baik di wilayah Timur Tengah.

Kesepakatan antara AS dan Iran telah dibicarakan selama beberapa minggu, tetapi gencatan senjata yang sebelumnya disepakati lebih dari dua bulan lalu masih dilanggar oleh kedua belah pihak. Program nuklir Iran tetap menjadi hambatan utama, karena negara itu tidak rela melepaskan keuntungan dari pendirian nuklirnya. Namun, Trump yakin bahwa hasil pertemuan ini akan menjadi fondasi untuk perundingan lebih lanjut dan memperkuat kepercayaan internasional terhadap kesepakatan AS-Iran.

Hasil pertemuan ini menunjukkan bahwa Trump ingin menunjukkan konsistensi dalam kebijakan luar negeri, setelah sebelumnya membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran yang dijadwalkan pada Kamis (11/06). Meskipun ada ketegangan, Trump menekankan bahwa kesepakatan dari hasil pertemuan akan menjadi “langkah kecil tetapi penting” menuju perdamaian yang lebih luas. Pihak Iran, sementara itu, masih menunggu untuk melihat apakah pendirian tersebut akan membawa manfaat yang lebih besar daripada kerugian.

Para ahli memprediksi bahwa hasil pertemuan ini akan menjadi titik awal dari perundingan jangka panjang antara AS dan Iran. Namun, beberapa kritikus menilai bahwa kesepakatan yang diungkapkan Trump masih bersifat ambigu, dan belum menjamin keberhasilan jangka panjang. Dengan demikian, keberhasilan atau kegagalan dari hasil pertemuan akan menjadi indikator penting bagi stabilitas politik dan ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Leave a Comment