Berita

Meeting Results: BNPP Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Pembangunan Perbatasan

BNPP Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Pembangunan Perbatasan Meeting Results: Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali memperkuat komitmen

Desk Berita
Published Juni 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

BNPP Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Pembangunan Perbatasan

Meeting Results: Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali memperkuat komitmen dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya wilayah perbatasan melalui penyelenggaraan kuliah umum BNPP MENYALA di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara, Selasa (9/6/2026). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkenalkan isu-isu strategis seputar perbatasan kepada calon pemimpin masa depan, dengan menekankan peran aktif pemuda dalam mengembangkan kawasan perbatasan sebagai kekuatan nasional.

Pembukaan Acara

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP RI, Irjen Pol. Edfrie R Maith, mengingatkan bahwa perbatasan tidak hanya menjadi wilayah geografis, tetapi juga representasi kehadiran negara yang konsisten. Ia menjelaskan bahwa Meeting Results ini dirancang untuk menginspirasi para praja dan mahasiswa agar menyadari bahwa perbatasan adalah ruang yang penuh peluang untuk berkontribusi dalam menjaga kedaulatan NKRI.

“Meeting Results kali ini mengajak generasi muda melihat perbatasan sebagai bagian dari identitas nasional dan keutuhan wilayah. Mereka harus menjadi garda depan dalam menghadapi tantangan kebhinekaan dan globalisasi,” ujar Irjen Pol. Maith saat membacakan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Strategi Komunikasi Publik

Plt. Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni, menegaskan bahwa BNPP MENYALA adalah inisiatif komunikasi publik yang dirancang untuk menyelaraskan minat generasi muda dengan isu kebangsaan. Dalam Meeting Results ini, program tersebut memberikan wawasan mendalam tentang kontribusi perbatasan terhadap pembangunan nasional, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya bela negara dalam konteks kekinian.

Isu perbatasan, menurutnya, seringkali dianggap sepele oleh kalangan muda, padahal peran kawasan perbatasan sangat vital dalam menjamin stabilitas politik, ekonomi, dan sosial Indonesia. “Dengan Meeting Results ini, BNPP berharap generasi muda tidak hanya memahami konsep perbatasan, tetapi juga aktif dalam mengelola dan mengembangkan kawasan tersebut,” tambah Belly Isnaeni.

Perspektif Strategis

Kelompok Ahli BNPP RI, Robert Simbolon, mengajak peserta untuk memandang perbatasan sebagai entitas yang utuh, yang mencakup sistem sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Ia menekankan bahwa perbatasan adalah jembatan antara kehidupan dalam negeri dan interaksi dengan negara-negara tetangga, sehingga memerlukan perspektif strategis untuk menghadapi dinamika global.

Dalam Meeting Results, Simbolon juga menyampaikan bahwa 75 persen wilayah Indonesia berupa perairan yang membuat pengelolaan perbatasan semakin kompleks. Dengan peningkatan kesadaran generasi muda, ia yakin potensi kawasan perbatasan bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

Peran Pemerintah Daerah

Kepala Bidang Koordinasi Pelaksanaan Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan, Sri Ratna Pasiak, menyoroti pentingnya kerja sama antara BNPP dengan pemerintah daerah, khususnya di Sulawesi Utara. Menurutnya, perbatasan merupakan wajah negara yang harus dikelola secara maksimal untuk menunjukkan kehadiran negara yang konsisten.

Selain itu, Sri Ratna juga menekankan bahwa kawasan perbatasan Sulawesi Utara memiliki potensi unggulan dalam sektor pertanian, seperti pala, kelapa, dan cengkeh, serta sektor kelautan yang bisa menjadi kekuatan ekonomi lokal. Dengan Meeting Results ini, pemerintah daerah diharapkan bisa berperan lebih aktif dalam mendorong pengembangan kawasan tersebut.

Perspektif Akademik

Dari sudut pandang pendidikan, Koordinator Program S3 Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado, Goinpeace H. Tumbel, menyatakan bahwa perbatasan masih menghadapi tantangan mendasar, seperti keterbatasan akses pendidikan, infrastruktur, dan risiko identitas nasional. Dalam Meeting Results, ia menekankan bahwa generasi muda perlu diberikan pemahaman yang komprehensif agar bisa menjadi pelaku perubahan yang tangguh.

Tumbel juga mengatakan bahwa kebangsaan tidak hanya terwujud melalui pendidikan militer, tetapi juga melalui penguasaan keterampilan kompetensi, soft skill, dan hard skill. Dengan demikian, perbatasan menjadi tempat untuk melatih generasi muda agar mampu berpartisipasi secara inklusif dalam pembangunan bangsa.

Tujuan BNPP MENYALA

BNPP RI melalui program BNPP MENYALA berharap generasi muda tidak hanya memahami kompleksitas pengelolaan perbatasan, tetapi juga tumbuh sebagai pelaku perubahan yang

Leave a Comment