Berita

New Policy: Bangun Ekosistem SDM Global, Menteri P2MI Resmikan Migrant Center di Batam

New Policy Mengembangkan SDM Global di Batam New Policy - Dalam rangka mendorong pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) global, New Policy terbaru yang

Desk Berita
Published Juni 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

New Policy Mengembangkan SDM Global di Batam

New Policy – Dalam rangka mendorong pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) global, New Policy terbaru yang dicanangkan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, ditandai dengan penggunaan Migrant Center di Batam. Kementerian P2MI dan Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta Nota Kesepahaman (MoU) dalam acara yang diadakan di Auditorium BTP, Rabu (10/6/2026). Ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem SDM yang siap bersaing di tingkat internasional, terutama dalam bidang hospitality dan sektor vokasi lainnya.

Upaya New Policy ini menjadi sorotan karena Menteri Mukhtarudin menekankan kecepatan penerapan kerja sama antara BTP dan P2MI. Setelah penandatanganan formal, Migrant Center langsung diberdayakan untuk mendukung pelatihan dan penempatan tenaga kerja migran. “New Policy ini bertujuan menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan global, sekaligus meningkatkan daya saing SDM Indonesia,” kata Mukhtarudin dalam siaran pers. Ia menilai Batam sebagai lokasi strategis karena dekat dengan Singapura, yang memungkinkan pengembangan SDM secara bertahap dan berkelanjutan.

Penyatuan Regulator dan Operator Sektor Vokasi

New Policy ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan operator sektor vokasi, seperti BTP. Mukhtarudin mengungkapkan bahwa kemitraan ini akan menjadi fondasi untuk mengoptimalkan potensi SDM. “New Policy membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara lembaga pendidikan dan pemerintah, sehingga proses pelatihan dan penempatan pekerja migran bisa lebih efisien,” jelasnya. BTP, yang menjadi salah satu institusi vokasi unggulan, berperan aktif dalam menciptakan kurikulum yang sesuai dengan standar internasional.

Menurut Mukhtarudin, New Policy juga mencakup peningkatan akreditasi institusi pendidikan vokasi. Dalam konteks ini, kerja sama dengan 12 kementerian dan universitas ternama seperti UI dan Unhas akan menjadi bagian dari strategi menyeluruh. Kementerian-kementerian tersebut mengelola politeknik kedinasan di bidang pertambangan, pariwisata, kesehatan, perhubungan, dan perikanan. “Dengan New Policy, BTP tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga menyiapkan sumber daya yang siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.

Penguatan Kapasitas dan Pemanfaatan Bonus Demografi

Sebagai bagian dari New Policy, Menteri Mukhtarudin menyoroti manfaat bonus demografi Indonesia dalam meningkatkan ekonomi lokal. Ia menilai Batam memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelatihan dan penempatan tenaga kerja migran. “New Policy ini mencerminkan langkah proaktif pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Selain itu, keberadaan Migrant Center di Batam diharapkan mendorong keterlibatan industri dan pemerintah dalam membangun SDM yang siap bersaing.

Dalam konteks New Policy, Mukhtarudin juga menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang terintegrasi. Ia menjelaskan bahwa BTP menjadi salah satu contoh inisiatif yang berhasil dalam menyatukan pelatihan dengan kebutuhan pasar. “New Policy ini menjamin bahwa tenaga kerja migran bukan hanya menjadi penghasil devisa, tetapi juga mengisi kebutuhan di sektor hospitality dan industri lainnya,” tambahnya. Kampus BTP, yang telah menerima mahasiswa magang di Asia dan menargetkan kerja di Australia, menjadi pusat pengembangan SDM yang konsisten dengan kebijakan nasional.

“New Policy ini akan memperkuat kredibilitas BTP sebagai institusi pendidikan vokasi yang mampu melahirkan SDM global,” kata Asman Abnur, Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA, yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan Migrant Center. Ia menyoroti bahwa status akreditasi BTP telah meningkat menjadi tingkat Unggul, yang menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas pendidikan di Batam.

Mukhtarudin juga menggarisbawahi peran BTP dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus, seperti manajemen hotel dan keahlian teknis. “New Policy ini bertujuan menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi tinggi, sehingga mampu mengisi kebutuhan sektor ekonomi nasional,” ujarnya. Ia menilai pengembangan Migrant Center akan menjadi wadah untuk mendorong transformasi sektor vokasi Indonesia, sekaligus menjembatani antara pelatihan dan peluang kerja di luar negeri.

Dalam rangka mengakselerasi New Policy, BTP berencana membentuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Langkah ini diharapkan mampu memudahkan proses pengiriman tenaga kerja migran ke luar negeri. “Dengan adanya P3MI, BTP bisa menjadi pusat satu atap untuk seluruh aspek pelatihan dan penempatan,” pungkas Mukhtarudin. Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi SDM global yang mampu bersaing secara internasional. Dukungan dari Yayasan VITKA serta pemerintah lokal menjadi bagian dari upaya mempercepat realisasi New Policy ini.

Leave a Comment