Bbc World

Special Plan: Kecewanya Penggemar Gagal Dapat Visa AS Meski Sudah Beli Tiket Piala Dunia

Special Plan: Kekecewaan Penggemar Irak Gagal Dapatkan Visa AS Meski Sudah Membeli Tiket Piala Dunia 2026 Special Plan menyoroti kekecewaan penggemar sepak

Desk Bbc World
Published Juni 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Special Plan: Kekecewaan Penggemar Irak Gagal Dapatkan Visa AS Meski Sudah Membeli Tiket Piala Dunia 2026

Special Plan menyoroti kekecewaan penggemar sepak bola Irak yang gagal memperoleh visa ke Amerika Serikat, meski telah membeli tiket untuk menyaksikan pertandingan tim mereka di Piala Dunia 2026. Abdulla Adnan, seorang penggemar setia, menyatakan bahwa kegagalan mendapatkan visa membuatnya kecewa karena telah mempersiapkan segalanya untuk turut serta dalam perayaan olahraga global ini.

Kebijakan Visa yang Membatasi Akses

Kebijakan visa AS menjadi penghalang utama bagi pendukung Irak. Meski negara tersebut tidak masuk dalam daftar pembatasan visa yang diberlakukan selama era Trump, pemerintah AS tetap menghentikan layanan konsuler di Irak akibat ketegangan dengan Iran. Hal ini membuat Adnan dan ribuan penggemar lainnya sulit mengajukan visa meski telah membeli tiket pertandingan.

“Saya menyesal karena harus melewatkan momen berharga bersama pendukung Irak di Amerika Serikat. Ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan dan pengalaman berada di tengah kerumunan,” ujarnya.

Langkah Pemecah Kebingungan

Adnan memutuskan mengajukan visa di Yordania karena kekhawatirannya terhadap proses yang rumit di Irak. Namun, staf kedutaan AS di Yordania menyatakan bahwa visa hanya diberikan kepada warga negara Yordania, bukan penggemar dari negara lain. Ini membuat Adnan kecewa, terutama karena biaya perjalanan dan tiket yang mahal.

“Visa yang dibutuhkan untuk menonton pertandingan seharusnya tidak membatasi kehadiran pendukung internasional. Special Plan ini justru menimbulkan hambatan yang tak terduga,” tambah Adnan.

Pengaruh Global Kebijakan Visa AS

Kebijakan visa AS tidak hanya memengaruhi pendukung Irak, tetapi juga mengganggu penggemar dari negara-negara lain. Menurut laporan BBC World Service, sekitar 25% negara yang terlibat dalam Piala Dunia 2026 menghadapi kesulitan besar dalam memperoleh visa ke AS. Di antara negara-negara tersebut, Pantai Gading, Senegal, dan Iran menjadi paling terkena dampak.

“Ini seperti membuat ‘special plan’ khusus untuk pendukung dari negara tertentu, sementara negara-negara lain bisa masuk dengan lebih mudah,” kata Julien Kouadio Adonis, anggota asosiasi pendukung Pantai Gading.

Kebijakan Baru dan Harapan Baru

Pada Mei 2023, AS mengumumkan penghapusan persyaratan deposit hingga US$15.000 untuk pendukung dari Aljazair, Tanjung Verde, Pantai Gading, Senegal, dan Tunisia. Namun, meski perubahan ini dilakukan, pendukung dari Pantai Gading dan Senegal masih harus mengajukan visa sebelum Desember 2023. Adnan menyebut ini sebagai langkah menuju peningkatan, tetapi masih ada jarak untuk memperbaiki akses.

Kebijakan visa yang diubah juga berdampak pada pemain dan penggemar yang ingin ikut serta dalam turnamen. Sejumlah pemain basket putri Senegal, misalnya, ditolak visa ke AS tahun lalu, menunjukkan ketidakseimbangan dalam kebijakan tersebut.

Pengalaman dan Kritik dari Pendukung

Aliou Ngom, seorang penggemar Senegal, mengungkapkan bahwa kebijakan visa membuat perjalanan ke AS tidak menyenangkan. “Menghabiskan uang untuk tiket dan visa hanya untuk menonton pertandingan di stadion itu tidak bermakna jika ada hambatan,” katanya. Dua edisi Piala Dunia sebelumnya yang ia hadiri, di Qatar dan Rusia, dianggap sebagai momen pertemuan budaya yang ikonik.

Adonis mengkritik kebijakan visa AS sebagai bentuk segregasi yang tidak adil. “Special Plan ini justru membuat pendukung dari Afrika lebih sulit menikmati Piala Dunia, sementara negara-negara Eropa bisa datang dengan bebas,” imbuhnya. Kritik ini mengingatkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi jembatan antarnegara, bukan penghalang.

Visa Sebagai Hambatan Terbesar

Kebijakan visa AS tetap menjadi hambatan utama bagi pendukung dari berbagai latar belakang. Meski harga tiket bisa mencapai US$300 hingga US$5.000, biaya administrasi visa yang tinggi membuat banyak orang membatalkan rencana. Dalam Special Plan, kegagalan mendapatkan visa bisa menjadi penyesalan besar bagi penggemar yang ingin ikut serta dalam perayaan sepak bola global.

“Special Plan ini tidak hanya mengganggu penggemar, tetapi juga mengurangi keberagaman yang seharusnya hadir di Piala Dunia 2026,” pungkas Adonis.

Leave a Comment