Berita

Latest Program: 7 Fakta Baru WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin hingga Raup Rp 2,6 M

WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin dan Raup Rp 2,6 Miliar Latest Program - Program Terbaru menyoroti kasus penipuan yang dilakukan pasangan RM dan ER

Desk Berita
Published Juni 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Program Terbaru: WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin dan Raup Rp 2,6 Miliar

Latest Program – Program Terbaru menyoroti kasus penipuan yang dilakukan pasangan RM dan ER, pengelola acara pernikahan Marwah di Jakarta Timur. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menipu ratusan calon pengantin, menyebabkan kerugian total hingga Rp 2,6 miliar. Penyelidikan oleh pihak berwajib menemukan fakta bahwa mereka mengelola acara pernikahan dengan cara mengumpulkan uang dari calon pengantin, namun menghilang sebelum acara berlangsung.

Asal Usul Laporan Korban dan Fakta Pemalsuan

Kasus ini terungkap setelah sepasang kekasih, Aldi dan Feny, melaporkan kerugian hingga Rp 85,5 juta. Mereka mengalami kekecewaan karena uang yang dibayarkan tidak digunakan untuk fasilitas pernikahan sesuai janji. Laporan mereka memicu kecurigaan di media sosial dan mendorong pengaduan lebih lanjut dari korban lain. Dalam wawancara dengan wartawan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Bayu Kurniawan mengatakan, “Uang korban digunakan untuk menutupi acara pernikahan sebelumnya. Gali lubang tutup lubang,” mengungkapkan pola penipuan yang dilakukan oleh RM dan ER.

Penipuan Terbongkar Melalui Penyelidikan Polisi

Pemilik WO Marwah ditangkap di Bandung Barat setelah pihak berwajib memperoleh bukti kuat terkait penggelapan dana. Dalam proses penyelidikan, polisi mengungkap bahwa pasangan tersebut mengelola acara pernikahan dengan sistem online, menipu korban dengan janji lengkap dan fasilitas mewah. Total korban diperkirakan mencapai 58 pasangan, dengan 2 pasangan sudah melangsungkan pernikahan namun tidak menerima layanan yang dijanjikan. Sementara 56 pasangan lainnya masih menunggu hari bahagia mereka.

Strategi Penipuan dan Penyaluran Dana

Menurut sumber terpercaya, RM dan ER memanfaatkan kredibilitas wajah lokal serta jaringan sosial untuk menarik minat calon pengantin. Mereka menawarkan layanan pernikahan dengan biaya terjangkau, namun setelah menerima uang, menghilangkan kontak dan mengalihkan dana ke keperluan pribadi. Kerugian yang tercatat terus bertambah karena korban baru mulai melapor setelah acara gagal digelar. Polisi mengklaim telah mengumpulkan laporan dari lebih dari 300 calon pengantin dalam beberapa bulan terakhir.

Kerugian yang Semakin Membesar dan Proses Hukum

Kerugian akibat penipuan WO Marwah mencapai Rp 2,658 miliar, dengan peningkatan jumlah korban terus terjadi. Pemilik usaha ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Polisi juga sedang menelusuri apakah ada keterlibatan pihak lain atau kebijakan internal yang memperkuat skema penipuan ini. Pasangan RM dan ER disebut telah mengambil keuntungan dari ketidaktahuan korban akan kecurangan yang terjadi.

Respons dari Kepolisian dan Dampak Sosial

Dalam wawancara terpisah, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengatakan bahwa kasus ini menunjukkan keterlibatan aktif pihak penyelenggara acara dalam menggelapkan dana. “Program Terbaru telah membantu kami mengungkap skema penipuan ini secara lebih cepat,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa kerugian bisa meningkat lebih besar lagi jika korban baru terus melapor. Pihak berwajib sedang mempercepat proses penyelidikan untuk mengetahui jumlah total kerugian yang terjadi.

Korban Kecil hingga Besar: Pengaruh pada Pasangan Calon

Para korban mencakup pasangan dari berbagai kalangan, termasuk karyawan dan pengusaha. Beberapa di antara mereka mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, sementara yang lain kehilangan dana dalam jumlah kecil. Kasus ini juga menyebabkan kecemasan di kalangan masyarakat yang ingin menyelenggarakan pernikahan melalui layanan acara. Kombes Alfian menambahkan bahwa pihak berwajib sedang menelusuri apakah ada pola penggelapan dana yang serupa di daerah lain.

“Kami sedang memperluas penyelidikan untuk melihat apakah ada korban lain di luar Jakarta Timur,” ujar Kapolres Alfian Nurrizal. “Program Terbaru membantu kami mempercepat pengungkapan kasus ini, dan kita berharap bisa menangkap pelaku sebelum ada kerugian lebih besar.”

Leave a Comment