Berita

New Policy: Nadiem Doakan Ibam yang Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Besok

New Policy: Nadiem Doakan Ibam yang Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Besok New Policy - Di tengah persidangan putusan kasus dugaan korupsi pengadaan

Desk Berita
Published Mei 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

New Policy: Nadiem Doakan Ibam yang Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Besok

New Policy – Di tengah persidangan putusan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan doa dan harapan untuk mantan konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief (Ibam), yang kini menjadi tersangka dalam kasus tersebut. New Policy menjadi salah satu aspek yang dianggap penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pendidikan digital. Sidang vonis akan berlangsung besok, menandai proses akhir dari penyelidikan yang dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menerapkan kebijakan teknologi pendidikan yang lebih terbuka.

Kasus Chromebook dan Dampak pada Kebijakan Pendidikan

Kasus ini terkait dengan program pengadaan Chromebook yang diluncurkan dalam rangka mendorong penerapan pendidikan inklusif dan digitalisasi pembelajaran. New Policy diperkenalkan sebagai langkah untuk memastikan penggunaan teknologi pendidikan berjalan efisien dan minim risiko penyimpangan. Namun, dugaan korupsi yang menimpa Ibam menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dalam proses ini. Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Ibam dinyatakan bersalah dan akan menerima hukuman penjara selama 15 tahun.

Peran Ibam dalam Implementasi Kebijakan

Ibam memiliki peran penting sebagai konsultan yang membantu pemerintah dalam mengevaluasi dan mempercepat proses pengadaan Chromebook. Dalam persidangan, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki wewenang dalam mengambil keputusan akhir terkait pengadaan, serta tidak menerima dana dari aliran korupsi. Meski demikian, ia tetap menjadi salah satu tokoh yang dijatuhkan hukuman karena dugaan pelanggaran dalam pengelolaan anggaran program. New Policy, dalam konteks ini, menjadi bagian dari kebijakan yang diharapkan dapat mencegah praktik semacam ini di masa depan.

“Ibam itu besok akan mendapatkan keputusan, kami dan keluarga juga berdoa agar beliau diberi keputusan terbaik. Seorang anak muda bangsa dengan bakat luar biasa, tidak pernah melakukan kesalahan, tidak menerima dana yang bersumber dari aliran korupsi, selalu objektif serta kritis terhadap semua kebijakan teknis. Beliau tidak memiliki wewenang apapun dalam kasus ini,” ujar Nadiem di tengah sidang pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Nadiem menekankan bahwa New Policy harus menjadi alat untuk memperkuat kontrol internal dan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap penggunaan dana pendidikan. Ia juga berharap bahwa sidang ini akan menjadi pembelajaran bagi generasi muda untuk terlibat secara aktif dalam memantau kebijakan teknologi pendidikan. “Saya ingin menyampaikan doa kepada Ibam dan keluarga, serta mengharapkan anak-anak muda mampu mengawal keputusan yang akan diumumkan,” tambah Nadiem, menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses ini.

Pertimbangan dan Penilaian dari Pihak Terkait

Dalam proses penyelidikan, beberapa pihak menganggap kasus Ibam sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pendidikan digital. New Policy yang diterapkan sebelumnya dianggap sebagai respons terhadap kebutuhan transparansi, namun juga menjadi titik perdebatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil. Pihak-pihak yang terlibat dalam program ini menyatakan bahwa sidang hari ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali mekanisme pengawasan dan kebijakan pengadaan alat pendidikan.

“New Policy diharapkan mampu mengubah paradigma dalam penggunaan dana pendidikan, tetapi kasus seperti ini menunjukkan bahwa kita perlu lebih memperketat mekanisme kontrol,” tutur seorang mantan pegawai Kemendikbudristek yang tidak ingin disebutkan namanya. “Ibam adalah bagian dari sistem, dan kini menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan teknis dapat berdampak pada tindakan individu.”

Ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan membutuhkan waktu dan pertimbangan mendalam. Pembacaan putusan ditunda hingga 12 Mei 2026, sekaligus menunjukkan bahwa keadilan harus dijaga secara konsisten dalam setiap kasus. Dalam konteks New Policy, keputusan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk mengoptimalkan kebijakan pengadaan teknologi pendidikan di masa depan.

Leave a Comment