Ahmad Luthfi Sajikan Proyek EBT-Pertanian di CJIBF 2026
Topics Covered menjadi fokus utama dalam acara CJIBF 2026 yang dihadiri oleh sejumlah investor internasional dan pemangku kepentingan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan berbagai proyek investasi terkait ekonomi hijau dan pertanian berkelanjutan. Jawa Tengah telah meluncurkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru sebagai strategi untuk menarik lebih banyak investasi ke wilayah tersebut. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan sektor industri dan ekonomi lokal.
Struktur dan Tujuan CJIBF 2026
Forum CJIBF 2026, yang secara resmi dibuka oleh Ahmad Luthfi bersama Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, Senin (11/5/2026), dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Acara ini menawarkan berbagai rangkaian kegiatan seperti talkshow, pameran proyek, pertemuan satu lawan satu, serta kunjungan langsung ke lokasi proyek prioritas. Topics Covered dalam CJIBF mencakup inisiatif ekonomi hijau, pengembangan infrastruktur industri, serta peluang investasi di bidang pertanian berkelanjutan.
Kegiatan ini menandai kesepuluh kali penyelenggaraan CJIBF, yang telah menjadi platform penting untuk menjembatani kebutuhan investor dan potensi daerah. Sebagai bentuk keberlanjutan, CJIBF 2026 juga menyoroti peran strategis Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa forum ini adalah bagian dari Topics Covered yang bertujuan mempercepat pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan keterlibatan yang lebih luas.
Proyek Investasi EBT-Pertanian
Salah satu Topics Covered yang menarik perhatian adalah proyek investasi terkait ekonomi hijau dan pertanian berkelanjutan. Ahmad Luthfi secara spesifik menawarkan inisiatif yang terkait dengan pertanian ramah lingkungan, seperti pengembangan teknologi pertanian berbasis energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sektor pertanian Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Menurut Luthfi, proyek tersebut juga bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan sistem budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Topics Covered dalam kebijakan pemerintah daerah untuk mendukung inovasi di bidang pertanian. Proyek EBT-pertanian di Jawa Tengah akan mencakup pengembangan pabrik biofuel, penggunaan energi terbarukan dalam pertanian, serta penguasaan teknologi penangkapan karbon. Dengan ini, Jawa Tengah berupaya menjadi pusat produksi pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi
Dalam tahun 2026, Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, di mana sektor investasi berkontribusi sebesar 30% terhadap peningkatan tersebut. Realisasi investasi pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp23,02 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 92 ribu orang. Sejak 2025 hingga triwulan pertama 2026, total investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun, menempati posisi tertinggi nasional.
“Pertumbuhan ekonomi yang signifikan terjadi karena Topics Covered dalam CJIBF 2026 berhasil membangkitkan minat investor terhadap potensi ekonomi Jawa Tengah. Forum ini memainkan peran penting dalam mempertahankan tingkat realisasi investasi yang tinggi,” jelas Todotua Pasaribu.
Todotua menambahkan bahwa CJIBF 2026 berkontribusi pada pengembangan ekosistem usaha yang lebih kuat. Ia menyoroti peran strategi interline logistik dalam memperkuat keterlibatan industri besar dan UMKM. Dengan Topics Covered yang lebih luas, pemerintah Jawa Tengah berharap menarik investasi di bidang energi terbarukan dan pertanian berkelanjutan.
Potensi Proyek dan Persiapan
Para peserta CJIBF 2026 menyambut baik inisiatif proyek EBT-pertanian yang ditawarkan oleh Ahmad Luthfi. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk menawarkan proyek-proyek lain, seperti pengembangan kawasan industri dengan fasilitas pendukung modern. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan daya saing daerah dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
“Kami yakin bahwa Topics Covered dalam CJIBF 2026 akan membuka peluang baru bagi investor dan pengusaha lokal. Proyek EBT-pertanian menjadi contoh nyata bagaimana pertanian bisa dikelola secara lebih efisien dan berdampak positif bagi lingkungan,” ujar Aida S Budiman.
Dalam rangkaian acara CJIBF 2026, banyak diskusi terjadi mengenai langkah-langkah konkret untuk mewujudkan Topics Covered tersebut. Pemprov Jateng dan BI Jawa Tengah berkomitmen untuk memastikan proyek-proyek yang diumumkan menjadi realita. Kehadiran duta besar dari berbagai negara menunjukkan bahwa Jawa Tengah konsisten menjadi destinasi yang menarik bagi investasi internasional.
Penutup dan Harapan Masa Depan
Ahmad Luthfi berharap bahwa CJIBF 2026 akan menjadi awal dari inisiatif yang lebih luas dalam Topics Covered ekonomi hijau. Dengan peluncuran proyek investasi EBT-pertanian, Jawa Tengah berupaya menjawab tantangan global mengenai perubahan iklim dan ekonomi berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor untuk mencapai tujuan ini.