Berita

Key Discussion: Lagi-lagi Hoax Pocong Bikin Heboh di Depok

Lagi-Lagi Hoax Pocong Memicu Kegaduhan di Depok Key Discussion tentang isu hoaks pocong kembali mencuat di Depok, Jawa Barat, setelah berita tersebut menyebar

Desk Berita
Published Mei 25, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Lagi-Lagi Hoax Pocong Memicu Kegaduhan di Depok

Key Discussion tentang isu hoaks pocong kembali mencuat di Depok, Jawa Barat, setelah berita tersebut menyebar luas melalui media sosial. Hoaks pocong ini memicu reaksi kuat dari masyarakat dan memperlihatkan bagaimana informasi palsu bisa menimbulkan kegaduhan di lingkungan warga. Meski tidak ada bukti nyata, kejadian yang dianggap misterius ini justru memperkuat key discussion mengenai peran media sosial dalam menyebarluaskan berita tanpa verifikasi yang memadai.

Peluncuran Informasi di Grup WA RT

Hoaks pocong di Depok muncul pertama kali pada April 2026, ketika seorang warga mengunggah foto penampakan pocong di depan pintu rumahnya dalam sebuah grup WhatsApp RT. Key Discussion mengenai berita ini kemudian meluas karena warga lain ikut membagikan klaim tersebut. Penyebaran semakin cepat setelah informasi adanya pocong juga disebut berkeliling di Gang Nangka, Pasir Putih, Sawangan, Depok.

Key Discussion tentang hoaks pocong ini terutama menggambarkan bagaimana kabar tentang makhluk gaib bisa menjadi topik diskusi utama di kalangan warga. Beberapa pengguna media sosial mengklaim telah melihat sosok pocong dan menyebarluaskan cerita tersebut hingga memicu rasa ketakutan. Pemantauan oleh RT dan kepolisian mulai dilakukan setelah klaim ini dianggap tidak terbukti.

Pocong Berkeliling dan Warga Kesurupan

Dalam key discussion yang terjadi, banyak warga mengatakan bahwa pocong itu pernah mendekatinya dan meminta dibukakan talinya. Penjelasan ini memicu ketakutan dan keraguan, sehingga beberapa orang mengalami kesurupan. Menurut laporan, kejadian ini juga menyebabkan kekacauan di lingkungan sekitar.

Key Discussion mengenai hoaks pocong di Depok diperkuat oleh respons kepolisian yang segera mengambil tindakan. Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan Thohari, mengatakan bahwa setelah investigasi bersama RT setempat, isu tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa hoaks pocong ini telah terbongkar melalui penyelidikan yang mendalam.

“Kami sudah cek, bersama ketua RT setempat, dan berita tersebut adalah hoax,” ujar Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari.

“Kami ketua lingkungan RT 04/RW 04 Kelurahan Pasir Putih, kami mau menyampaikan bahwa saat ini berita viral yang ada di medsos tentang pocong bahwa ini tidak benar,” ujar Ketua RT setempat.

Walkot Minta Pemantauan Terhadap Hoax Mistis

Pemimpin kota Depok, Supian Suri, menyebut hoaks pocong sebagai bagian dari Key Discussion yang menyangkut perluasan informasi tidak terbukti. Dalam pidato selama upacara HUT ke-27 Kota Depok, Senin (27/4/2026), ia menyoroti bagaimana berita-berita misterius seperti pocong bisa membuat kota Depok terus-menerus di-bully. Ia menekankan pentingnya Key Discussion dalam mengidentifikasi dan menangkal hoaks di masa kini.

“Tolong bantu kami untuk juga mengeliminir hoax yang ada di Kota Depok. Kemarin muncul hoax baru, bergentayangan pocong di Depok,” ujar Supian.

“Saya minta tolong, kayanya pocong sudah nggak berani gentayangan di Kota Depok karena hampir semua sudut Kota Depok sudah jadi rumah,” sambungnya.

Key Discussion mengenai hoaks pocong juga menarik perhatian warga yang menyebut berita ini sebagai cerita mistis yang mengganggu ketenangan. Supian menyoroti bagaimana narasi yang tidak terbukti bisa berdampak besar, terutama dalam masyarakat yang lebih rentan terhadap informasi serupa.

Hoax Pocong Muncul Kembali

Key Discussion tentang hoaks pocong kembali viral pada 23 Mei 2026, ketika foto dianggap menunjukkan sosok putih duduk di teras rumah warga di Jatijajar, Tapos, Depok. Foto tersebut menyebar dengan cepat, memicu perbincangan kembali di kalangan warga. Dalam key discussion, kepolisian mengambil langkah untuk mengungkap fakta di balik klaim ini.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, menjelaskan bahwa foto tersebut merupakan hasil editan. Menurutnya, aslinya menampilkan warga yang sedang menunggu salat, lalu diubah menjadi penampakan pocong. Key Discussion ini menyoroti bagaimana teknologi editing bisa menipu mata pengguna media sosial.

“Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, bahwa kejadian foto yang beredar di medsos bahwa pocong sudah ketangkep itu tidak benar atau hoax,” ujar Jupriono.

“Itu adalah editan, menurut keterangan Ustaz Agus Salim, itu foto selesai salat Magrib sembari nunggu salat Isya ngobrol di teras musala. Namun, dengan orang yang tidak bertanggung jawab diedit ada pocongnya,” jelasnya.

Key Discussion terkait hoaks pocong juga menunjukkan pentingnya edukasi masyarakat tentang kritis terhadap informasi. Hoaks ini muncul kembali menegaskan bahwa Key Discussion tidak hanya tentang kejadian, tetapi juga bagaimana informasi bisa menyebar dan memengaruhi persepsi publik.

Leave a Comment