Berita

Latest Program: Genjot Perekonomian Daerah, Wamendagri Dorong Pemda Kebut Digitalisasi UMKM

Wamendagri Dorong Pemda Kebut Digitalisasi UMKM sebagai Latest Program Perekonomian Daerah Latest Program - Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal

Desk Berita
Published Mei 20, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Wamendagri Dorong Pemda Kebut Digitalisasi UMKM sebagai Latest Program Perekonomian Daerah

Latest Program – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Wamendagri menekankan pentingnya percepatan digitalisasi UMKM sebagai bagian dari Latest Program yang bertujuan memperkuat perekonomian daerah. Menurutnya, strategi ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk daerah, tetapi juga memungkinkan usaha kecil dan menengah menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk konsumen di luar wilayah. Dengan mengadopsi teknologi digital, pelaku usaha bisa mengikuti tren belanja generasi muda yang semakin bergeser ke platform online, sehingga meningkatkan daya saing dan kinerja ekonomi.

Peluncuran Latest Program: Strategi Digital untuk UMKM

“Tinggal bagaimana caranya kita memasuki algoritma terkini melalui strategi pemasaran digital. Generasi muda harus diharapkan untuk menghasilkan inovasi dan karya baru agar bisa meraih pasar mereka,” ujar Bima Arya dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Nusa Tenggara dan Maluku 2026, yang diadakan bersamaan dengan Bazar UMKM NTB di Lombok, Selasa (19/5). Acara ini menjadi momen penting untuk mengenalkan Latest Program sebagai inisiatif baru dalam mengembangkan ekonomi lokal. Bima menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada digitalisasi, tetapi juga mencakup pelatihan, akses modal, dan pengembangan inovasi produk untuk memastikan UMKM bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Bima Arya menambahkan bahwa transformasi digital untuk UMKM memerlukan pendekatan yang holistik. Dalam pidatonya, ia menyoroti tantangan utama yang dihadapi para pengusaha, seperti keterbatasan sumber daya teknologi, kurangnya kemampuan manajerial, serta kesulitan dalam memasarkan produk secara digital. Ia menekankan bahwa pemimpin daerah dan seluruh jajaran Pemda harus menjadi penggerak utama dalam mendorong adaptasi dan pemanfaatan teknologi terkini, agar usaha kecil dan menengah bisa menjawab tantangan zaman sekarang.

Implementasi Latest Program: Kolaborasi dan Inovasi

“Tugas utama pemimpin daerah dan timnya adalah berpikir kreatif dalam menginovasikan upaya untuk meningkatkan PAD dan pertumbuhan ekonomi,” tambah Bima.

Dalam rangka mempercepat implementasi Latest Program, Bima menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menunjukkan bahwa kerja sama antara Pemda, Dekranasda, PKK, dan masyarakat lokal menjadi kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang kompetitif. Dengan pendekatan bersama, produk unggulan daerah bisa ditingkatkan kualitasnya, sesuai dengan standar pasar nasional dan digital. Selain itu, program ini juga dirancang untuk memastikan UMKM memiliki akses yang lebih mudah ke infrastruktur teknologi, pelatihan digital, serta bantuan dari pemerintah daerah dalam berbagai aspek operasional.

Bima optimis bahwa Latest Program akan menjadi pendorong kuat dalam pembangunan ekonomi lokal, terutama di wilayah NTB. Ia menyebutkan bahwa potensi ekonomi Lombok dan daerah lain di Nusa Tenggara sangat besar, terutama dengan adanya produk unggulan seperti kain tenun, kerajinan tradisional, dan kuliner lokal yang bisa menarik minat konsumen nasional maupun internasional. Dengan strategi pemasaran yang tepat, ia berharap para pelaku UMKM bisa memperkuat brand mereka, meningkatkan penjualan, serta memperluas jaringan distribusi secara digital.

“Di NTB, khususnya Lombok, Bima melihat potensi yang luar biasa. Ia mengatakan, produk seperti kain dan kuliner lokal bisa bersaing apabila strategi pemasaran yang tepat diterapkan,” pungkasnya.

Latest Program juga diharapkan menjadi wadah untuk mengakomodasi kebutuhan UMKM dalam menghadapi tantangan global. Selain meningkatkan keterampilan digital, program ini mencakup pendampingan dalam pengembangan bisnis, penggunaan media sosial untuk promosi, serta pemanfaatan teknologi e-commerce untuk menjual produk secara online. Bima menekankan bahwa digitalisasi UMKM bukan sekadar tren, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan kemandirian ekonomi daerah di tengah perubahan ekonomi yang cepat. Ia juga menyebutkan bahwa Pemda harus bersifat proaktif dalam memberikan dukungan dan insentif kepada pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan peluang yang ada secara optimal.

Leave a Comment