Waka MPR Dorong Pendidikan PAUD Masuk Program Wajib Belajar Nasional
Latest Program – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal meluncurkan inisiatif baru untuk memperluas akses pendidikan PAUD. Tantangan dalam merealisasikan wajib belajar 13 tahun sejak usia dini terus dihadapi, terutama karena banyak wilayah masih belum memiliki fasilitas pendidikan pra-sekolah.
Data CSIS Menyoroti Kesenjangan Akses PAUD
Berdasarkan laporan Data Centre for Strategic and International Studies (CSIS) per Agustus 2025, dari total 82.000 desa di Indonesia, sekitar 20.000 desa belum menyediakan layanan PAUD. Hal ini menunjukkan perlunya langkah konkret untuk menutup kesenjangan tersebut.
Program Satu Desa Satu PAUD
Untuk mendorong keterlibatan PAUD dalam sistem pendidikan nasional, pemerintah meluncurkan program “Satu Desa Satu PAUD”. Inisiatif ini bertujuan menyelenggarakan pendidikan pra-sekolah di semua desa, termasuk daerah terpencil, sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan wajib belajar 13 tahun.
Penyempurnaan Program PIP
Program Indonesia Pintar (PIP) juga diperluas ke jenjang PAUD mulai 2026. Kebijakan ini menargetkan 888.000 siswa dari keluarga tidak mampu, dengan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk tahun tersebut.
Peran Perencanaan dan Sosialisasi
Lestari Moerdijat menekankan pentingnya perencanaan matang dalam implementasi program tersebut. “Kondisi setiap daerah berbeda, sehingga identifikasi kebutuhan dan strategi yang tepat harus dilakukan sebelum menerapkan model satu desa satu PAUD,” jelasnya.
“Kesiapan tenaga pengajar lokal dan sosialisasi program yang masif menjadi faktor krusial dalam memastikan kesuksesan PAUD di seluruh pelosok negeri,” tambah Lestari.
Dia juga mengingatkan bahwa ketersediaan SDM lokal sebagai pengajar dan kesadaran masyarakat tentang manfaat pendidikan dini perlu ditingkatkan. “Dengan pendekatan yang terarah, akses PAUD bisa merata dan mengurangi kesenjangan pendidikan,” ujarnya.
“Anak yang mendapat stimulasi pendidikan sejak kecil akan memiliki perbedaan signifikan dibandingkan mereka yang tidak. Ini menjadi pondasi untuk mencapai target Indonesia Emas 2045,” pungkas Lestari.
