Berita

2 Pemuda di Bogor Digigit Ular Weling saat Nongkrong – 1 Orang Meninggal

ngkrong, 1 Orang Meninggal 2 Pemuda di Bogor Digigit Ular - Kecelakaan mengenaskan terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat, ketika dua pemuda sedang bersantai di

Desk Berita
Published Mei 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

2 Pemuda di Bogor Digigit Ular Weling Saat Nongkrong, 1 Orang Meninggal

2 Pemuda di Bogor Digigit Ular – Kecelakaan mengenaskan terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat, ketika dua pemuda sedang bersantai di sebuah warung sambil menunggu teman-temannya. Kedua korban, yang diduga digigit ular weling, akhirnya memicu kejadian yang mengakibatkan satu di antaranya kehilangan nyawa. Menurut informasi terkini, insiden ini terjadi pada Jumat (13/5/2026), saat dua pemuda yang masih dalam usia muda terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan luka serius.

Kondisi Korban dan Laporan dari Kapolsek

Kapolsek Bogor Barat, AKP Didin Komarudin, mengonfirmasi bahwa kejadian ini memang benar terjadi. “Ya, dua pemuda yang digigit ular weling akhirnya mengalami luka yang parah. Satu di antara mereka meninggal dunia,” jelas Didin kepada media, Rabu (14/5/2026). Berdasarkan keterangan yang diberikan, korban pertama, Umarzein Syifalah (18), telah dilarikan ke rumah sakit dan dimakamkan oleh keluarganya di siang hari.

Korban kedua, Hendra (21), masih dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS UMMI Kota Bogor. Didin menyebutkan bahwa kedua pemuda tersebut sedang berkumpul di lokasi yang dianggap aman, namun kejadian tak terduga terjadi. “Kedua korban tak menyadari bahwa ular weling yang mereka temui memiliki racun yang cukup berbahaya,” tambahnya.

Lokasi dan Kondisi Ular Weling

Menurut Lurah Pasir Jaya, Rizky Dwi Nugraha, kejadian ini terjadi di sekitar area parkir warung yang terletak di jalan raya Kota Bogor. “Ular weling yang terlibat dalam kejadian ini berwarna hitam dengan motif putih. Hewan tersebut tampak agresif dan menyebabkan korban pertama digigit secara tiba-tiba,” terang Rizky. Ia menambahkan bahwa korban kedua sempat mencoba menangkap ular setelah kejadian, tetapi tindakan tersebut justru memperparah situasi.

Informasi yang diberikan Rizky menyebutkan bahwa kedua korban sedang nongkrong sambil menikmati waktu santai saat kejadian terjadi. “Mereka mungkin tidak memperhatikan lingkungan sekitar dengan baik, terutama saat ular tersebut tiba-tiba muncul di area yang terang,” kata Rizky. Menurutnya, ular weling yang terlibat dalam insiden ini dikenal sebagai hewan yang memiliki racun kuat, meskipun biasanya tidak terlalu agresif terhadap manusia.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Rizky mengimbau warga sekitar untuk lebih waspada saat berkumpul di area terbuka. “Terutama di musim hujan, keberadaan ular weling di lingkungan manusia semakin tinggi. Jadi, sebaiknya kita selalu memeriksa tempat yang akan dikunjungi,” katanya. Komentar ini menjadi peringatan penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Latar Belakang dan Proses Penanganan

Kejadian ini terjadi pada hari Jumat pukul 19.00 WIB, saat dua pemuda sedang bersantai di area yang sempit dan terbuka. Menurut saksi mata, korban pertama terkena gigitan saat mencoba mengambil mainan yang ditinggalkan ular di sekitar area nongkrong. “Mereka sedang menunggu teman yang belum datang, dan tiba-tiba ular muncul dari balik batu,” kata saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya.

Korban kedua, yang mengetahui kejadian ini setelah korban pertama terkena gigitan, mencoba menangkap ular tersebut. Namun, tindakan tersebut justru menyebabkan korban kedua juga terkena racun. “Korban pertama memang lebih terkena gigitan, tetapi korban kedua juga mengalami luka serius karena terlibat langsung dengan ular,” papar sumber terpercaya.

Kedua korban langsung dilarikan ke RS UMMI Kota Bogor. Selama perawatan, para medis mengungkapkan bahwa korban pertama mengalami perdarahan hebat akibat kejadian ini. “Dari pengamatan dokter, racun ular weling cukup kuat dan bisa menyebabkan komplikasi dalam waktu singkat,” jelas dokter penanggung jawab perawatan.

Kesadaran dan Langkah Pemulihan

Dalam usaha mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian dan warga sekitar berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya ular weling. “Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama saat nongkrong di area yang tidak terlalu diperhatikan,” kata Didin. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki apakah ular tersebut termasuk dalam jenis yang sering muncul di wilayah tersebut.

Korban yang masih hidup, Hendra, diberikan suntikan antiracun segera setelah dirawat. Selama beberapa hari, ia tetap berada di ruang ICU dalam kondisi kritis. “Kondisinya membaik, tetapi masih membutuhkan pengawasan terus menerus,” terang perawat rumah sakit. Sementara itu, korban pertama yang meninggal diberikan penghormatan oleh keluarga sebelum dimakamkan.

Kecelakaan ini juga memicu reaksi dari masyarakat yang mengkhawatirkan keberadaan ular weling di area umum. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka akan lebih memperhatikan lingkungan sekitar saat berkumpul di tempat umum. “Harus lebih hati-hati, terutama saat nongkrong di malam hari,” ujar seorang warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian.

Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran dan polisi setempat langsung mengevakuasi korban dan memastikan area sekitar aman. “Kami melakukan pemeriksaan terhadap area tersebut untuk memastikan tidak ada

Leave a Comment