Berita

Brimob Polda NTT Bantu Evakuasi Korban dari Reruntuhan Usai Gempa M 7,7

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan terkini mengenai penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Hingga

Desk Berita
Published Agustus 16, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
personel-brimob-polda-ntt-membantu-evakuasi-korban-gempa-m-77-di-ntt-dokistimewa-1786806305277_169
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Tim Brimob Polda NTT Gerak Cepat Pasca Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur
  2. Related Reading

Tim Brimob Polda NTT Gerak Cepat Pasca Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur

Wahanaberita.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan terkini mengenai penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Hingga Sabtu (15/8), total korban jiwa tercatat mencapai 47 orang. Penyebaran korban tersebut tersebar di beberapa kabupaten, yaitu Manggarai dengan 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, serta Ende 1 orang. Informasi ini disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah ini memicu respons cepat dari berbagai instansi, termasuk Satuan Brimob Polda NTT yang langsung turun ke lapangan.

Selain jumlah korban meninggal, petugas juga melakukan evakuasi dan perawatan medis bagi para korban luka. Bantuan pangan maupun nonpangan telah dikirimkan ke wilayah terdampak oleh BNPB dan pihak-pihak terkait. Data sementara pada pukul 17.00 WIB hari Sabtu menunjukkan kerusakan rumah mencapai 157 unit berat, 41 unit sedang, dan 148 unit ringan. Fasilitas umum juga mengalami kerusakan, termasuk 87 unit pendidikan, 18 unit kesehatan, 5 unit tempat ibadah, serta 6 unit kantor. Proses evakuasi terus berlangsung dengan koordinasi intensif antara tim SAR, Brimob, dan tenaga medis setempat.

Personel Brimob Melaksanakan Evakuasi dan Patroli

Personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT turun langsung membantu evakuasi korban pasca gempa magnitudo 7,7. Mereka bertugas mengamankan dan menangani situasi di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say. Sebanyak 10 personel yang dipimpin Paops Ipda Yohanis Lamahoda diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area terdampak serta membantu proses evakuasi reruntuhan bangunan terminal. Petugas berhasil menemukan korban yang kemudian menjalani proses identifikasi dan pendataan. Kehadiran mereka memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih berada di sekitar terminal.

“Hingga saat ini tercatat tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi dan satu korban masih dalam proses identifikasi,” kata Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Afrizal Asri dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Afrizal menjelaskan bahwa situasi di lokasi sudah aman dan terkendali. Namun, personel tetap bersiaga serta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak memasuki area terminal yang terdampak. Personel Brimob akan terus mendukung proses penanganan bencana bersama instansi terkait demi memastikan keselamatan masyarakat. Mereka terus bersinergi dalam penanganan pascagempa dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Koordinasi dengan tim SAR nasional juga diperkuat untuk mempercepat evakuasi.

Patroli dan respons tanggap bencana juga dilakukan Personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT di wilayah Kota Labuan Bajo. Personel bergerak menuju Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, untuk melakukan patroli dan membantu mengevakuasi para pengunjung Hotel Jayakarta yang mengalami kerusakan akibat gempa. Personel kemudian melanjutkan patroli ke RSU Siloam Labuan Bajo. Di lokasi tersebut, personel membantu proses evakuasi pasien ke luar gedung dan mendirikan tenda darurat bagi pasien yang masih berada di halaman rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan.

“Kehadiran personel Brimob merupakan bentuk respons cepat untuk memberikan rasa aman serta membantu proses evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak bencana,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, merinci korban di Kabupaten Manggarai Timur tercatat ada 11 orang meninggal dunia dan yang luka-luka ada 24 orang. Kemudian, di Kabupaten Sikka ada 3 orang meninggal dan 2 orang luka-luka. Di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat ada 1 orang meninggal dunia dan 2 orang terluka. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai itu ada 24 orang korban jiwa dan yang 22 orang korban luka. Sementara, di Kabupaten Nagekeo terdapat 1 orang meninggal dunia.

Tanya Jawab Seputar Evakuasi dan Bantuan Bencana

Di mana lokasi evakuasi utama Brimob Polda NTT? Lokasi evakuasi utama meliputi Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say, Hotel Jayakarta di Labuan Bajo, dan RSU Siloam Labuan Bajo. Personel Brimob juga melakukan patroli ke Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.

Berapa total korban yang tercatat hingga Sabtu (15/8)? Total korban jiwa mencapai 47 orang dengan rincian: Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang.

Apa bantuan yang telah dikirimkan ke wilayah terdampak? BNPB dan pihak terkait telah mengirimkan bantuan pangan maupun nonpangan. Selain itu, tenda darurat juga didirikan di RSU Siloam Labuan Bajo untuk pasien yang masih berada di halaman rumah sakit.

Bagaimana prosedur keselamatan bagi masyarakat terdampak? Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap gempa susulan, tidak memasuki area terminal yang terdampak, dan mengikuti arahan petugas Brimob serta tim SAR yang bertugas di lokasi.

Leave a Comment