Berita

What Happened During: Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Apresiasi Langkah ASG

uring: Pramono Apresiasi Pembangunan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK What Happened During peresmian Kelenteng Tian Fu Gong di PIK menjadi momen penting dalam

Desk Berita
Published Mei 18, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

What Happened During: Pramono Apresiasi Pembangunan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK

What Happened During peresmian Kelenteng Tian Fu Gong di PIK menjadi momen penting dalam pengembangan infrastruktur spiritual Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo hadir secara langsung untuk menyaksikan keberadaan kelenteng yang dibangun oleh Agung Sedayu Group (ASG) bersama Salim Group. Dalam acara ini, Pramono tidak hanya menyerahkan kunci peresmian, tetapi juga menyoroti peran ASG dalam memperkaya keberagaman budaya Ibu Kota.

Proses Pembangunan dan Fasilitas Terpadu

What Happened During kegiatan pembangunan Kelenteng Tian Fu Gong mencakup penggunaan teknologi modern dan perencanaan infrastruktur yang matang. Dengan luas 2.800 meter persegi, tempat ibadah ini dilengkapi 12 altar dewa yang disusun secara simetris, memperlihatkan kecanggihan arsitektur dan kehati-hatian dalam memenuhi kebutuhan umat Tridharma. Pramono mengungkapkan, apa yang terjadi selama peresmian ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan ruang spiritual yang inklusif di tengah urbanisasi kota.

What Happened During pembangunan kelenteng ini juga melibatkan kolaborasi antara pengurus Yayasan Sanggar Sinar Suci, ASG, dan Salim Group. Proses perekrutan tenaga ahli serta pengujian kualitas bangunan memakan waktu selama tiga tahun sebelum akhirnya selesai pada Mei 2026. Pemilihan lokasi di Riverwalk Island, PIK, bertujuan untuk mengakomodasi permintaan umat Hindu, Buddha, dan Taoisme di kawasan elit Jakarta tersebut.

Harapan untuk Harmoni Antarumat Beragama

What Happened During acara peresmian membawa pesan tentang keharmonisan antarumat beragama. Pramono menyatakan, kehadiran Kelenteng Tian Fu Gong menjadi bukti nyata bahwa Jakarta mampu menggabungkan kebudayaan dan spiritualitas dalam satu ruang. “Ini adalah simbol bahwa semua agama memiliki tempat yang layak di kota modern,” tambahnya, menyoroti peran kelenteng dalam memperkuat rasa nasionalisme melalui keberagaman.

What Happened During pembangunan juga diharapkan menjadi titik balik bagi pengembangan wisata religius di Jakarta. Dengan akses mudah ke kawasan PIK yang terkenal sebagai pusat kota, kelenteng ini berpotensi menarik pengunjung dari berbagai latar belakang. Pramono menegaskan, apa yang terjadi selama peresmian menunjukkan bahwa pemerintah mendukung inisiatif swasta untuk memperkaya kehidupan spiritual masyarakat.

Presiden Direktur ASG, Nono Sampono, menuturkan bahwa What Happened During pembangunan Kelenteng Tian Fu Gong sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi mitra dalam membangun Jakarta. “Kehadiran Tian Fu Gong mengisi kebutuhan umat Tridharma di Pantai Indah Kapuk, sekaligus menjadi ruang kebersamaan,” ujarnya. Ia menambahkan, keberadaan kelenteng ini akan mendukung aktivitas sosial seperti festival budaya dan acara kesadaran lingkungan.

Kontribusi Pemangku Kepentingan dan Kehadiran Budaya Leluhr

Ketua Yayasan Sinar Suci, Soegiandi, menjelaskan bahwa What Happened During peresmian kelenteng ini juga melibatkan keterlibatan masyarakat luas. “Ini adalah munculnya ruang spiritual yang dibangun dengan niat baik, harapan untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya. Ia menekankan bahwa kelenteng ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan budaya.

Direktur Urusan Agama Buddha Kementerian Agama, Nyoman Suriadarma, mengapresiasi peran Kelenteng Tian Fu Gong sebagai sarana edukasi budaya leluhur. “Mari jadikan tempat ini sebagai ruang belajar budaya yang dijaga secara turun-temurun,” katanya. Hal ini sesuai dengan What Happened During pencarian masyarakat untuk memahami akar budaya Indonesia yang kaya dan beragam.

Leave a Comment