Internasional

Trump dan Netanyahu Pisah Jalan soal Gaza?

Hubungan antara dua pemimpin sekutu ini tampak semakin retak. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Desk Internasional
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Perbedaan Pandangan Trump dan Netanyahu Mengenai Perjanjian Gaza
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Perbedaan Pandangan Trump dan Netanyahu Mengenai Perjanjian Gaza

Wahanaberita.com – Hubungan antara dua pemimpin sekutu ini tampak semakin retak. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan perbedaan pandangan yang signifikan terkait kesepakatan perdamaian untuk Jalur Gaza. Netanyahu secara tegas menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan mengendurkan komitmen terhadap kebutuhan keamanan di wilayah tersebut.

Penolakan Terhadap Draf Kesepakatan

Seperti yang dilaporkan oleh Anadolu Agency dan Middle East Monitor pada Kamis (6/8), Netanyahu mempertegas sikap penolakannya. Hal ini dilakukan meskipun ia telah menerima jaminan dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace. Jaminan tersebut menyatakan bahwa penarikan pasukan Israel baru akan dilaksanakan setelah Hamas melucuti seluruh senjatanya.

Dalam sebuah video yang diunggah ke akun media sosialnya pada Selasa malam (4/8), Netanyahu mengungkapkan bahwa tim Trump “meyakini mereka dapat mewujudkan perlucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza”.

“Kami sedang mengkajinya. Mereka mengirimkan draf kepada kami–kami tidak menyetujuinya, itu bukan draf dari kami. Kami telah mengirimkan tanggapan kami,” kata Netanyahu dalam pernyataannya.

Pernyataan ini muncul setelah surat kabar Israel Hayom, yang mengutip sumber Israel tanpa menyebutkan nama, melaporkan bahwa PM Israel menyampaikan penolakan dalam pertemuan dengan utusan utama Dewan Perdamaian untuk urusan Gaza, Nickolay Mladenov, pada Senin (3/8).

Komitmen Keamanan dan Tekanan dari Sayap Kanan

Netanyahu kembali menegaskan bahwa militer Israel tidak akan mundur dari posisinya di Jalur Gaza hingga Hamas dilucuti senjatanya sepenuhnya. Ia menambahkan bahwa pengaturan apa pun di masa depan terkait Gaza harus memastikan bahwa ancaman keamanan tidak muncul kembali.

Perkembangan situasi ini dilaporkan saat tekanan terhadap PM Israel itu terus meningkat dari kubu sayap kanan dalam koalisi pemerintahannya agar menolak kesepakatan Gaza. Dua menteri sayap kanan ekstrem dalam kabinet Netanyahu meminta pemungutan suara ulang terkait kesepakatan Gaza itu pada Selasa (4/8) waktu setempat, dengan alasan bahwa kesepakatan itu tidak mencerminkan apa yang telah dibahas sebelumnya.

Pemungutan suara ulang itu dicetuskan setelah kabinet keamanan Israel, menurut laporan AFP, sebenarnya telah menyetujui kesepakatan Gaza itu melalui pemungutan suara di kalangan menteri dan jajaran pejabat kabinet pemerintahan Tel Aviv.

Detail Kesepakatan dan Komentar Ehud Barak

Kesepakatan Gaza yang diumumkan oleh Trump dan Dewan Perdamaian bentukannya pada 31 Juli lalu, mencakup roadmap terperinci untuk tahap berikutnya dari gencatan senjata Gaza. Hal ini meliputi pengaturan keamanan, administratif, dan transisi di Jalur Gaza, serta usulan jalur politik.

Kesepakatan yang didasarkan pada rencana perdamaian Gaza berisi 20 poin usulan Trump itu juga mengatur soal perlucutan senjata Hamas. Hamas menyebut hal ini sebagai pengumpulan senjata berat tanpa keterlibatan Tel Aviv, sementara kesepakatan tersebut juga mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Jalur Gaza.

Mantan PM Israel Ehud Barak menyebut Netanyahu kini diabaikan oleh Trump. Barak menilai sikap Trump yang “tidak lagi” terlalu memedulikan Netanyahu, mengkhawatirkan bagi Tel Aviv.

“Bahasa dalam kesepakatan itu sangat ambigu, namun arah umumnya jelas. Israel dan tuntutannya telah diabaikan,” kata Barak dalam wawancara dengan media Israel KAN, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Senin (3/8).

Barak menyinggung kerangka kerja baru terkait Jalur Gaza, yang disebutnya meminggirkan Israel, dan keputusan Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, yang sebelumnya dilaporkan akan dilancarkan bersama-sama dengan Israel.

Barak menyebut kerangka kerja terkait Gaza tidak mensyaratkan perlucutan senjata total oleh Hamas, penyingkiran senjata dari Gaza, ataupun pengasingan para pemimpin Hamas. “Sebaliknya, kesepakatan itu berbicara mengenai penghentian pembunuhan dan kembali pada kendali 53% atas Jalur Gaza, bukan 65%,” ujarnya.

Barak menggambarkan situasi itu sebagai “kenyataan pahit”. “Kenyataan pahitnya adalah Trump tidak lagi memedulikan Netanyahu, dan semua ini sangat mengkhawatirkan,” ucapnya.

PM Israel periode tahun 1999-2001 itu menilai bahwa Netanya

Warga Palestina menghadiri pemakaman 112 anggota keluarga besar Hassayna dan Abu Sharia-yang tewas akibat serangan Israel pada tahun 2023 dan jenazahnya telah dievakuasi dari bawah reruntuhan menurut keterangan Pertahanan Sipil Gaza, di Kota Gaza, 4 Agustus 2026. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

Mantan PM Israel Ehud Barak. (JACK GUEZ/AFP)

Frequently Asked Questions

What is Trump dan Netanyahu Pisah Jalan soal?

Trump dan Netanyahu Pisah Jalan soal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Trump dan Netanyahu Pisah Jalan soal matter?

Trump dan Netanyahu Pisah Jalan soal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment