Viral Tanggul Muara Baru Rembes: Gubernur Pramono Anung Perintahkan Pengecekan Segera
Wahanaberita.com – Kondisi Viral Tanggul Muara Baru Rembes kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Warga dan netizen ramai mengunggah video dan foto yang menunjukkan permukaan jalan di kawasan Muara Baru Ujung, Jakarta Utara, tampak becek dan basah. Fenomena ini diduga kuat disebabkan oleh air laut yang merembes melalui tanggul serta retakan-retakan kecil pada lapisan aspal jalan. Video yang menampilkan situasi tersebut telah menyebar luas di berbagai platform digital dalam beberapa hari terakhir.
Lokasi Strategis Bersebelahan dengan Rumah Pompa
Berdasarkan pengamatan detikcom melalui akun Instagram resmi pada Rabu, 5 Agustus 2026, titik lokasi yang menjadi perhatian utama ini berada tepat di samping Rumah Pompa Waduk Pluit. Dari rekaman visual yang beredar, terlihat jelas bahwa elevasi permukaan air laut saat itu sudah melampaui ketinggian area permukiman warga di sekitarnya. Hal ini menyebabkan air laut keluar ke permukaan jalan melalui celah-celah retakan dan titik-titik rembesan di salah satu sisi tanggul.
Jalan-jalan di sekitar area tersebut memang terlihat selalu dalam keadaan basah, seolah tak pernah kering sepenuhnya. Kondisi ini semakin diperparah oleh fenomena air rob yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, sehingga permukaan air laut mengalami kenaikan signifikan. Namun, menurut informasi terbaru, kondisi tersebut kini sudah mulai kembali normal secara bertahap.
Respons Cepat Gubernur DKI Jakarta
Merespons situasi yang viral ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan kepastian bahwa Dinas Sumber Daya Air akan segera melakukan pengecekan dan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi tanggul di Muara Baru. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak terjadi kerusakan yang lebih serius di kemudian hari.
“Tetap tanggul yang ada di Muara Baru itu saya akan meminta kepada Sumber Daya Air untuk mengecek dan juga memonitor untuk itu supaya nggak terjadi seperti yang lalu,” jelas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut, Gubernur menambahkan bahwa ia sendiri telah mengikuti perkembangan situasi di Muara Baru. Menurutnya, memang terdapat rembesan-rembesan kecil yang terjadi, bukan dalam skala besar, namun cukup signifikan untuk diperhatikan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan kondisi tersebut.
“Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya. Mohon maaf, bukan yang besar, tapi kecil, tapi memang merembes,” lanjutnya.
Fenomena Air Rob dan Upaya Pencegahan
Pramono menjelaskan bahwa tingginya permukaan air laut dibandingkan kawasan permukiman dipengaruhi oleh fenomena air rob yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, menurutnya, kondisi tersebut kini sudah mulai kembali normal secara bertahap. Ia juga menekankan pentingnya pemantauan berkala terhadap kondisi tanggul di berbagai lokasi rawan.
“Kenapa kemudian permukaannya lebih tinggi? Memang kemarin-kemarin ini ada yang disebut dengan air rob, sehingga permukaannya mengalami kenaikan. Tapi kalau dilihat hari ini sebenarnya sudah turun kembali,” ujarnya.
Meskipun demikian, Pemprov DKI Jakarta tidak akan mengabaikan kondisi tanggul di Muara Baru. Pramono telah memberikan instruksi kepada Dinas SDA untuk melakukan pengecekan dan pemantauan secara berkala agar tidak terjadi kerusakan yang lebih serius di kemudian hari. Berdasarkan laporan yang diterima, rembesan yang terjadi saat ini belum berada pada tingkat yang membahayakan.
Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak panik, meskipun pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat terhadap situasi tersebut. Baca juga: Informasi lengkap mengenai kondisi tanggul Muara Baru.
“Tetapi alhamdulillah karena laporan yang kami dapatkan, itu bukan sesuatu yang kemudian harus menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Tapi memang betul ada rembesannya,” pungkasnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Viral Tanggul Muara Baru Rembes
1. Kapan kondisi tanggul Muara Baru mulai viral? Kondisi tanggul Muara Baru mulai viral pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah video dan foto menunjukkan permukaan jalan yang becek akibat rembesan air laut.
2. Apa penyebab utama rembesan pada tanggul Muara Baru? Rembesan disebabkan oleh air laut yang merembes melalui tanggul serta retakan-retakan kecil pada aspal, diperparah oleh fenomena air rob.
3. Siapa yang bertanggung jawab melakukan pengecekan? Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bertanggung jawab melakukan pengecekan dan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi tanggul.
4. Apakah kondisi tanggul Muara Baru membahayakan? Berdasarkan laporan, rembesan yang terjadi saat ini belum berada pada tingkat yang membahayakan, namun perlu dipantau secara berkala.
5. Kapan kondisi permukaan air laut kembali normal? Menurut Gubernur Pramono Anung, kondisi permukaan air laut sudah mulai kembali normal secara bertahap pada hari yang sama.
