Berita

Viral Sungai Cikaniki di Bogor Tercemar, Polisi dan Pemkab Selidiki

Kondisi Viral Sungai Cikaniki di Bogor yang tercemar limbah kini menjadi sorotan publik. Rekaman visual yang mengabadikan keadaan Sungai Cikaniki di wilayah

Desk Berita
Published Juli 31, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

Pencemaran Sungai Cikaniki Bogor Viral, Polisi dan Pemkab Lakukan Investigasi

Wahanaberita.com – Kondisi Viral Sungai Cikaniki di Bogor yang tercemar limbah kini menjadi sorotan publik. Rekaman visual yang mengabadikan keadaan Sungai Cikaniki di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor, tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Air sungai tersebut diduga keras terkontaminasi oleh buangan langsung dari aktivitas penambangan emas yang tidak memiliki izin resmi. Menanggapi fenomena ini, petugas kepolisian bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana melakukan verifikasi langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi.

AKP Ano Junaedin, Kapolsek Nanggung, menyampaikan respons awal saat dikonfirmasi mengenai tayangan yang menyebar luas tersebut. Ia menjelaskan bahwa timnya akan segera melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh. Pernyataan ini disampaikan pada hari Jumat, tanggal 31 Juli 2026. Langkah investigasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber pencemaran yang terjadi.

Adegan Penangkapan Ikan di Tepi Sungai yang Menjadi Viral

Dalam cuplikan video yang ditayangkan detikcom, terlihat beberapa perempuan sedang berusaha mendapatkan ikan di sepanjang bantaran sungai. Mereka memanfaatkan alat penyaring khusus untuk memisahkan ikan dari bebatuan di dasar perairan. Salah satu ibu rumah tangga bahkan berhasil menangkap sejumlah ikan berukuran kecil. Adegan ini menjadi salah satu alasan mengapa Viral Sungai Cikaniki di Bogor semakin hangat diperbincangkan.

Ikan-ikan hasil tangkapan tersebut dikategorikan sebagai ikan “mabuk”. Kondisi ini diyakini disebabkan oleh paparan limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan emas secara ilegal di sekitar area sungai. Para nelayan lokal merasa prihatin karena hasil tangkapan mereka tidak lagi layak dikonsumsi. Hal ini menunjukkan dampak langsung pencemaran terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Koordinasi DLH dan Tindakan Hukum untuk Sungai Cikaniki

Riri Agustina, Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan serta Pengelolaan Limbah B3 DLH Kabupaten Bogor, mengakui bahwa pihaknya baru menerima informasi mengenai dugaan pencemaran ini. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah setempat akan segera dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan tersebut. Viral Sungai Cikaniki di Bogor juga memicu respons cepat dari instansi terkait.

“Kami baru mendapatkan kabar juga. Kami koordinasikan terlebih dahulu dengan wilayah setempat. Terkait PETI (penambang emas tanpa izin atau ilegal), masyarakat bisa memberikan informasi juga kepada aparat penegak hukum,” jelas Riri.

Mengenai data historis, Riri menyebutkan bahwa DLH telah melakukan pengujian kualitas air pada tahun 2023. Sampel air saat itu diambil di kawasan Jembatan Kalong Liud, Nanggung. Berdasarkan hasil sampling akhir Juli 2023, kadar logam berat seperti sianida (Cn) dan merkuri (Hg) masih berada dalam batas baku mutu untuk air sungai kelas II sesuai PP RI No. 22 Tahun 2021.

Namun, beberapa parameter lain tercatat melampaui standar yang berlaku. Parameter tersebut meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), nitrit, klorin bebas, tembaga terlarut, serta detergen. Selain itu, keberadaan sampah di badan air juga menjadi catatan penting pada saat itu. Kondisi ini menunjukkan bahwa pencemaran di Sungai Cikaniki bukan hal baru, namun terus meningkat seiring aktivitas penambangan.

Riri berharap aparat berwenang dapat mengambil langkah tegas apabila terbukti adanya kegiatan pengolahan emas tanpa izin yang menyebabkan pencemaran. Tindakan ini dinilai krusial untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai agar tetap kondusif. Masyarakat juga diharapkan lebih aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar Sungai Cikaniki.

“Pada dasarnya cara pandang saya, jika dugaannya ada kegiatan pengolahan emas tanpa izin terbukti, seyogianya aparat penegak hukum dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” tegas Riri.

Untuk informasi tambahan, pembaca juga dapat menyaksikan video berjudul “Mobil Travel Padang-Jambi Terjun ke Sungai Batanghari, 1 Tewas”. Kasus Viral Sungai Cikaniki di Bogor ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait perlindungan lingkungan hidup.

Leave a Comment