Sudaryono Dicurhati: Kepala SPPG Kerepotan Distribusi MBG
Wahanaberita.com – dalam kunjungan sidaknya ke wilayah Bogor, Jawa Barat. Ia bertemu langsung dengan para kepala SPPG yang menangani program makan bergizi gratis (MBG) untuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi lapangan serta mendengar keluhan operasional yang dihadapi petugas di lapangan.
Tantangan Distribusi ke Posyandu
Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono mendengar penjelasan dari Kepala SPPG Pasir Kuda mengenai kesulitan distribusi. Dapur tersebut mengirimkan lebih dari 2.800 porsi makanan setiap harinya. Sekitar 2.000 porsi di antaranya ditujukan untuk kelompok 3B, yaitu balita, ibu menyusui, dan ibu hamil yang menerima layanan di posyandu-posyandu. Sementara porsi sisanya dialokasikan untuk sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Sudaryono menjelaskan bahwa perbedaan mendasar terletak pada pola pengiriman. Pengiriman ke sekolah biasanya dilakukan sekali dengan jumlah besar langsung di lokasi. Berbeda dengan posyandu, ibu hamil tidak terkonsentrasi di satu tempat, sehingga petugas harus mengantar ke banyak posyandu yang tersebar di berbagai titik.
“Tadi yang dapur pertama, dia mengirimkan porsinya 2.800-an porsi, gitu ya. 2.000 di antaranya itu 3B, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, yang didrop di posyandu-posyandu. Dan sisanya tuh ke sekolah. Memang ngedrop di posyandu sama di sekolah ini beda. Kalau sekolah kan sekali drop banyak, langsung di situ. Tapi kalau posyandu ini, ya kan ibu hamil tuh kan nggak terkonsentrasi dalam satu tempat, ya. Jadi dia ada kerepotan karena ngantar ke banyak posyandu tadi,”
Evaluasi dan Pesan untuk Petugas
Meskipun menghadapi kendala distribusi, Sudaryono menilai pihak SPPG Pasir Kuda masih mampu mengelola operasional dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengiriman masih berjalan secara teratur dan terkendali. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh petugas yang terlibat dalam program MBG.
“Tapi tadi saya tanya, so far so good. Jadi memang managable, gitu, dan kita juga harus berempati,”
Selain membahas operasional, Sudaryono juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh kepala SPPG. Ia menekankan bahwa bekerja di SPPG bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan sebuah pelayanan yang harus dilakukan dengan sepenuh hati. Program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan generasi mendatang.
“Tadi pesan saya kepada semua kepala-kepala SPPG, pengawas gizi, maupun akuntan dan semua petugas dapur, ya kita kerja pakai hati, gitu ya. Bekerja bukan hanya kerja nyari duit yang penting kasih makan, bukan, tapi benar-benar dilihat,”
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menyampaikan bahwa dua titik SPPG, yaitu SPPG Pasir Kuda dan SPPG Cipaku 02, telah beroperasi dengan baik. Ia meminta kedua SPPG tersebut untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan yang telah dibangun selama ini.
“Jadi sejauh ini sih so far bagus, ya. Kepala SPPG-nya oke, kemudian petugasnya juga bersih, ya. Paling apalagi apa ya, saya kira tinggal, ya tinggal dipertahankan, ya,”
Kunjungan sidak ini dilakukan pada hari Jumat, 24 Juli 2026, di SPPG Cipaku 02, sebagai bagian dari pemantauan rutin terhadap program makan bergizi gratis di wilayah Bogor. Program ini terus dikembangkan untuk memastikan seluruh ibu hamil dan balita mendapatkan nutrisi yang cukup.

