Berita

Pramono Ungkit Peran PKB Saat Megawati Jadi Wapres Era Gus Dur

Pramono Ungkit Peran PKB Saat menghadiri upacara pelantikan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diselenggarakan secara nasional di

Desk Berita
Published Juli 23, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com

Pramono Ungkit Peran PKB Saat Megawati Jadi Wakil Presiden Era Gus Dur

Pramono Ungkit Peran PKB Saat Menghadiri Pelantikan Nasional

Wahanaberita.com – Pramono Ungkit Peran PKB Saat menghadiri upacara pelantikan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diselenggarakan secara nasional di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta ini hadir dalam momen bersejarah tersebut dan memanfaatkan kesempatan untuk mengingatkan kembali kontribusi penting PKB ketika Megawati Soekarnoputri menduduki jabatan Wakil Presiden pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur.

Kegiatan pelantikan ini berlangsung pada hari Rabu, 22 Juli 2026, di Taman Fatahilah yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta. Lokasi acara tepatnya berada di wilayah Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Selama sambutannya yang penuh makna, Pramono membahas hubungan panjangnya dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang dikenal dengan panggilan Cak Imin. Hubungan ini telah terjalin sejak lama dan menjadi salah satu fondasi penting dalam politik Indonesia.

Sejarah Kedekatan Pramono dengan PKB Sejak Era Reformasi

Pramono menyampaikan bahwa dirinya memiliki kedekatan khusus dengan PKB sejak partai tersebut didirikan. Ia memulai ceritanya dari periode 1999 hingga 2004, bahkan menyinggung masa sebelumnya ketika gerakan mahasiswa sedang berlangsung. Kedekatan ini bukan hanya bersifat formal, tetapi juga personal dan mendalam.

“Izinkan saya untuk berbicara sebagai orang sahabatnya PKB dari PKB lahir. Yang pertama, saya akan memulai peristiwa di tahun 1999 sampai 2004. Bahkan sebelum itu, saya dengan Cak Imin, dulu masih dipanggil Cak Imin, sekarang sudah Ketum, ketika gerakan mahasiswa 1998, kami berdua sering bersama-sama dalam berbagai forum diskusi yang ada,” kata Pramono dengan penuh kesan.

Pramono Ungkit Peran PKB Saat Megawati Menjadi Wakil Presiden

Mengenang kembali momen bersejarah, Pramono menjelaskan bagaimana hubungan dekat antara dirinya dan PKB turut berperan dalam mengantarkan Megawati menjadi Wakil Presiden. Ia menjelaskan bahwa terdapat keterkaitan erat antara PKB dan PDI Perjuangan pada masa itu, yang menjadi kunci keberhasilan proses tersebut.

“Saudara-saudari sekalian, kedekatan yang sangat personal itulah yang kemudian mengantarkan peristiwa Ibu Megawati menjadi Wakil Presiden pada waktu itu,” ujar Pramono sambil menekankan pentingnya hubungan personal dalam politik.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Megawati meminta dirinya dan juga perwakilan PKB, yaitu Khofifah, untuk terlibat dalam proses tersebut mengingat situasi yang penuh ketegangan saat itu. Keterlibatan kedua pihak ini menjadi simbol persatuan dalam menghadapi tantangan politik pada masa itu.

“Pada waktu itu, yang diminta oleh Ibu Megawati, saya dan kemudian dari PKB Mbak Khofifah, karena peristiwanya dengan penuh ketegangan,” tambahnya.

PKB 100 Persen Mencalonkan Megawati sebagai Wakil Presiden

Pramono menegaskan bahwa PKB secara penuh mencalonkan Megawati sebagai Wakil Presiden yang akan mendampingi Presiden Gus Dur. Ia merasa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui hubungan baik antara PDIP dan PKB pada masa itu, sehingga penting untuk mengungkap kembali sejarah tersebut.

“Singkat cerita, Alhamdulillah, Ibu Mega menjadi Wakil Presiden itu yang mencalonkan adalah PKB, 100 persen PKB. Pada waktu itu PDI tidak mengajukan, PKB yang mengajukan,” jelas Pramono dengan tegas.

Menurutnya, alasan ia menyampaikan hal ini karena diyakini masih ada yang belum memahami sejarah tersebut. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mengingatkan kembali peran penting PKB dalam sejarah politik Indonesia.

“Kenapa saya sampaikan ini, saudara-saudara sekalian? Saya yakin di antara saudara-saudara sekalian mungkin belum tahu tentang sejarah itu,” sambungnya.

Perjalanan Cak Imin Memimpin PKB dari Tantangan hingga Kesuksesan

Pramono juga mengakui bahwa kepemimpinan Cak Imin dalam PKB tidak luput dari berbagai tantangan. Ia menyoroti kondisi keterwakilan PKB di DPR yang pernah turun hingga hanya 28 kursi, menunjukkan betapa berfluktuasinya posisi partai ini di parlemen.

“Saya termasuk yang mengikuti betapa hebatnya Ketua Umum PKB ini dari tahun 2005 sampai sekarang main roller coaster, naik turun. Pernah tiba-tiba kursinya 28,” kata Pramono menggambarkan perjalanan PKB yang penuh liku-liku.

Meskipun demikian, Cak Imin berhasil membangun partai dengan gigih. Saat ini, PKB berada di puncak dengan 68 kursi. Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun 1999 yang mencapai 52 kursi, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

“Tetapi beliaulah yang kemudian dengan gigih membangun partai ini. Dan sekarang ini pada puncaknya, 68 kursi. Bahkan lebih tinggi ketika tahun 99, ketika itu 52 kursi kalau tidak salah,” pungkasnya.

Leave a Comment