Berita

Latest Program: Berawal dari Konter Kecil, Bu Aas Berkembang Layani Warga Lewat 3 Cabang BRILink

ke Tiga Cabang yang Membangun Akses Keuangan Warga Latest Program - Dalam rangka mengembangkan layanan perbankan digital, BRILink meluncurkan program terbaru

Desk Berita
Published Juni 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Program Terbaru BRILink: Dari Konter Kecil ke Tiga Cabang yang Membangun Akses Keuangan Warga

Latest Program – Dalam rangka mengembangkan layanan perbankan digital, BRILink meluncurkan program terbaru yang menginspirasi banyak warga Indonesia. Berawal dari konter kecil yang dikelola oleh Bu Aas Asnarisa, program ini tidak hanya mengubah pola hidup masyarakat Desa Cikarageman, tetapi juga menunjukkan potensi pertumbuhan usaha mikro yang didukung oleh inovasi teknologi. Dengan memanfaatkan infrastruktur BRILink, Bu Aas berhasil mengembangkan layanan keuangan hingga tiga cabang, memberdayakan puluhan warga sekitar dan memperkuat akses transaksi di daerah terpencil.

Penyebaran Layanan BRILink di Wilayah Pedesaan

Konter BRILink Bu Aas berada di Kampung Sawah, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Lokasi ini menjadi titik pusat bagi masyarakat yang kurang memiliki akses ke bank, terutama saat bantuan pemerintah dicairkan atau kebutuhan transaksi sehari-hari meningkat. Dengan layanan seperti tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, dan BPJS, BRILink memastikan warga bisa mengakses perbankan digital tanpa harus bepergian jauh.

Program BRILink yang dijalankan Bu Aas bukan hanya tentang usaha, tetapi juga tentang kontribusi sosial. Meski awalnya hanya sebuah konter kecil di samping toko sembako, kini layanan ini telah tumbuh menjadi tiga cabang yang melayani berbagai kelompok usia dan profesi, mulai dari pekerja bangunan hingga petani. Proses awal pun sangat menantang, dengan modal hanya Rp10 juta dan hanya menggunakan ponsel untuk menangani transaksi.

Transformasi dengan Teknologi dan Keterlibatan Komunitas

Program BRILink terbaru memungkinkan Bu Aas mengatasi hambatan awal yang memperlihatkan kebutuhan masyarakat akan layanan yang lebih efisien. Seiring waktu, adanya mesin EDC menjadi pengubah besar, mempercepat proses transaksi dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. “Dengan mesin EDC, transaksi bisa dilakukan lebih cepat. Bahkan saat antrean panjang, warga tetap bisa selesaikan kebutuhan mereka,” katanya.

Bu Aas juga menyadari bahwa program BRILink bukan hanya membantu warga secara finansial, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas. Dalam situasi krisis atau bantuan sosial, konter ini sering kali menjadi titik kumpul bagi warga. Bahkan ketika ia tutup sementara, banyak orang yang menanyakan kapan buka kembali untuk bertransaksi. Dengan tiga cabang, BRILink kini menjadi simbol akses keuangan inklusif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Pengembangan program BRILink oleh Bu Aas menunjukkan bagaimana usaha kecil bisa bertransformasi menjadi model bisnis yang berdampak luas. Melalui kemitraan dengan BRI, ia mampu mengatasi tantangan seperti uang palsu dan kebutuhan pelatihan karyawan. “Dengan program terbaru BRILink, kita bisa menjangkau warga yang sebelumnya tidak terlayani,” tambahnya.

Manfaat Ekonomi dan Perkembangan Usaha

Perkembangan program BRILink terbukti memberikan manfaat ekonomi signifikan. Setiap bulan, Bu Aas memperoleh pendapatan antara Rp5 hingga Rp10 juta, yang cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan mengembangkan usaha. Dengan tiga cabang, konter ini menjadi sumber penghasilan tetap bagi dua adiknya, yang kini bekerja sebagai staf di lokasi yang berbeda.

Selain itu, program BRILink ini juga membantu meningkatkan kesadaran warga tentang teknologi digital. Banyak orang yang sebelumnya tidak terbiasa menggunakan layanan perbankan online kini lebih percaya diri dalam melakukan transaksi melalui BRILink. “Sejak menggunakan mesin EDC, ada peningkatan volume transaksi hingga 300%,” ujarnya, menambahkan bahwa keberhasilan ini didukung oleh konsistensi layanan dan dukungan dari BRI.

Bu Aas juga menekankan bahwa program BRILink terbaru bukan hanya tentang profit, tetapi juga tentang kesejahteraan warga. Ia berharap, dengan adanya tiga cabang, akses keuangan bisa lebih merata dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. “Saya ingin menunjukkan bahwa layanan perbankan bisa diperoleh di mana pun, bahkan di pelosok desa,” pungkasnya.

Leave a Comment