Internasional

Pengadilan AS Bakal Sidangkan Eks Presiden Venezuela Maduro pada Juni 2027

```html

Desk Internasional
Published Juli 23, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com

Wahanaberita.com – “`html

Persidangan Maduro di AS Ditentukan untuk Juni 2027

Mantan kepala negara Venezuela, Nicolas Maduro, bersama pasangannya Cilia Flores, akan menghadapi pengadilan di Amerika Serikat pada awal tahun 2027. Penetapan jadwal ini merupakan hasil kesepakatan antara pihak penuntut dan pengacara pembela.

Kedua terdakwa telah menjalani penahanan di fasilitas penjara Brooklyn selama lebih dari tujuh bulan sejak ditangkap pada 3 Januari lalu dari kediaman resmi mereka di Caracas. Saat ini, Maduro berusia 63 tahun dan telah menyatakan tidak bersalah terhadap seluruh tuduhan yang menjeratnya, termasuk kasus perdagangan narkoba tingkat federal serta kepemilikan senjata api.

Keputusan Hakim Hellerstein

Dalam sesi persidangan singkat yang berlangsung sekitar dua puluh menit, Hakim Alvin Hellerstein resmi menetapkan tanggal 1 Juni 2027 sebagai hari pengadilan dimulai. Penetapan ini mengikuti permintaan bersama dari kedua belah pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Selain itu, hakim juga mengatur jadwal sidang lanjutan pada 17 November 2026. Sesi tersebut akan difokuskan untuk mendengarkan berbagai mosi dari pihak pembela, termasuk keberatan terhadap validitas proses penangkapan yang dilakukan terhadap Maduro dan Flores.

Reaksi di Luar Pengadilan

Para pendukung Maduro terlihat membawa spanduk dengan tulisan “Bebaskan Presiden Maduro” sambil mengibarkan bendera Venezuela di depan gedung pengadilan Manhattan. Sebaliknya, kelompok oposisi menampilkan poster yang menggambarkan pasangan tersebut sebagai “diktator”.

Selama penampilan ketiganya di pengadilan AS, Maduro yang mengenakan seragam tahanan berwarna krem dan memakai kacamata, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya memberikan salam kepada majelis hakim saat memasuki ruang sidang. Di sisi lain, Flores dengan rambut pirang yang diikat ke belakang duduk beberapa meter dari suaminya, didampingi oleh tim pengacara mereka.

Rincian Tuduhan

Pihak penuntut AS menuduh Maduro menyalahgunakan kekuasaannya untuk melindungi dan mempromosikan penyelundupan narkoba ilegal. Selain itu, ia juga dituduh bersekutu dengan kartel narkoba untuk mengirimkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat.

Maduro membantah empat dakwaan yang dihadapinya, yaitu konspirasi “narko-terorisme”, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi kepemilikan senapan mesin dan alat peledak.

Flores juga menyatakan tidak bersalah atas tiga dakwaan yang ditujukan kepadanya, yakni konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi kepemilikan senapan mesin dan alat peledak.

Konteks Politik dan Ekonomi

Sejak penangkapan Maduro, Venezuela kini dipimpin oleh mantan wakil presidennya, Delcy Rodriguez. Sementara itu, Amerika Serikat secara efektif mengendalikan ekspor minyak negara tersebut, dengan hasil penjualan yang dialirkan ke rekening khusus di bawah pengawasan Washington.

Pada bulan April lalu, pemerintah AS telah memberikan izin kepada Venezuela untuk membiayai pembelaan hukum Maduro dan Flores. Sebelumnya, hal ini sempat dilarang akibat sanksi ekonomi yang diterapkan oleh AS.

Sebelumnya, pasangan tersebut berupaya mengajukan pembatalan kasus dengan alasan bahwa pemblokiran akses pendanaan melanggar hak Konstitusi AS terkait kebebasan memilih penasihat hukum.

“`

Leave a Comment