Berita

Dukung Ketahanan Pangan – Polda Metro Jaya Panen 3 Ton Jagung di Cisauk

Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Panen Jagung di Cisauk Dukung ketahanan pangan menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya dalam menguatkan sistem

Desk Berita
Published Mei 16, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Panen Jagung di Cisauk

Dukung ketahanan pangan menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya dalam menguatkan sistem distribusi bahan pokok. Sebagai bagian dari upaya ini, jajaran kepolisian provinsi DKI Jakarta melakukan panen jagung pada tanggal 16 Mei 2026 di Kampung Dandang, Kabupaten Tangerang. Acara yang dihadiri oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen institusi keamanan terhadap kebutuhan pangan nasional.

Langkah Konkret dalam Peningkatan Produksi Jagung

Panen jagung di Cisauk diikuti oleh puluhan petani dan warga sekitar, yang turut menyaksikan hasil usaha kelompok tani dalam menciptakan produktivitas tinggi. Lahan pertanian yang diusahakan memiliki luas 1,3 hektare dan mengandalkan varietas NK 212 dari Syngenta, yang diketahui memiliki daya tahan terhadap kondisi iklim dan berpotensi menghasilkan panen optimal. Dalam acara tersebut, panen dari area 0,5 hektare diharapkan mampu menghasilkan sekitar 3 ton jagung pipil kering, yang akan dialokasikan untuk dukungan distribusi pangan kepada berbagai pihak.

Keberhasilan panen jagung ini menunjukkan upaya nyata Polda Metro Jaya dalam menghubungkan sektor pertanian dengan kebutuhan masyarakat. Hasil panen akan digunakan oleh Bulog, peternak ayam petelur, ayam potong, pabrik keripik jagung, serta pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan. Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk dukungan langsung terhadap ketahanan pangan nasional.

“Ini bagian dari dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam rangka memperkuat strategi pangan, Polda Metro Jaya juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara berbagai pihak. SPPG (Satuan Polisi Pengamanan Pertanian) yang beroperasi di wilayah hukumnya menjadi salah satu instrumen penting dalam mengelola rantai pasok pangan. Dukungan terhadap ketahanan pangan tidak hanya datang dari sektor pertanian, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Dukungan ketahanan pangan juga melibatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung produksi dan distribusi. Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah Gudang Ketahanan Polri di Business Park, Jalan Raya Kalibaru. Gudang berluas 4.278 meter persegi ini dirancang untuk menyimpan hingga 10.000 ton jagung, dengan progres pembangunan mencapai 95,79 persen. Pembangunan gudang ini diharapkan bisa mempercepat proses distribusi bahan pangan ke daerah-daerah lain.

Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa di wilayah hukum Polda Metro Jaya, telah beroperasi sebanyak 27 unit SPPG, 17 unit sedang dalam tahap persiapan, dan 22 unit lainnya dalam proses pembangunan. Dari 14 SPPG yang diaktifkan dalam acara peresmian bersama, tiga di antaranya telah menerapkan bahan bakar CNG sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dukungan ketahanan pangan melalui SPPG diharapkan bisa menjadi fondasi dalam mengamankan pasokan bahan pangan sepanjang tahun.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Polda Metro Jaya untuk meningkatkan kapasitas distribusi pangan secara mandiri. Dukungan ketahanan pangan tidak hanya memperkuat ketersediaan bahan makanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani dan warga sekitar. Dengan terlibat langsung dalam panen jagung dan pengelolaan infrastruktur, Polda Metro Jaya menunjukkan peran aktifnya dalam memastikan stabilitas pangan nasional, terutama di tengah tantangan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok.

Leave a Comment