Important Visit: Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, Motor dan HP Korban Dijual Rp 3 Juta
Important Visit – Kasus pemerkosaan yang mengejutkan publik terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, yang menarik perhatian luas karena pelaku berani menjual barang-barang milik korban dengan harga Rp 3 juta. Dalam important visit terkini, Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, mengungkap bahwa Feri, tersangka, telah mengakui dan membenarkan perbuatan pencurian serta pemerkosaan yang dilakukannya. Informasi ini dilansir oleh detikSulsel, Minggu (17/5/2026), menjelaskan bagaimana proses penangkapan dan pengakuan pelaku berlangsung setelah penyelidikan yang intensif.
Peristiwa Pemerkosaan dan Pencurian
Korban, seorang mahasiswi, menjadi sasaran aksi kejahatan yang dimulai saat Feri menawarkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga atau babysitter. Dalam important visit terbaru, disebutkan bahwa pelaku dengan sengaja mengajak korban ke kontrakan untuk menyelesaikan tugas pekerjaan tersebut. Namun, usai korban tinggal di lokasi itu selama tiga hari, kejahatan terjadi. Dalam important visit yang terdokumentasi, polisi menemukan bahwa barang-barang korban, seperti sepeda motor dan ponsel, telah dijual kepada seseorang dengan harga total Rp 3 juta. Aksi penjualan ini menjadi bukti penting dalam penyelidikan kasus.
Pelaku kabur ke Surabaya, Jawa Timur, setelah kejadian. Pada important visit yang berlangsung pada hari Sabtu (16/5), polisi berhasil menangkap Feri saat ia baru saja tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menumpangi kapal. Penangkapan ini terjadi setelah penyelidikan yang memakan waktu beberapa hari, dengan petugas memantau keberadaan pelaku melalui informasi yang didapat dari sumber terpercaya.
Kronologi dan Penyelidikan
Dalam important visit yang disampaikan oleh Kasubnit 2 Jatanras, terungkap bahwa Feri mengakui mengenai peristiwa pemerkosaan yang dilakukannya. Menurut pengakuan tersebut, korban yang tergiur oleh tawaran pekerjaan diakui oleh pelaku sebagai sasaran kejahatan. Setelah korban tinggal di kontrakan, Feri memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi pencurian dan pemerkosaan. Dalam important visit ke polisi, Feri juga mengungkapkan bahwa dia menjual barang-barang korban untuk mengisi kebutuhan pribadinya.
Diskripsi lengkap peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana korban diminta tinggal di kamar yang telah disiapkan oleh pelaku. Pemerkosaan terjadi pada hari ketiga korban berada di tempat tersebut, yang menunjukkan bahwa perencanaan kejahatan dilakukan dengan hati-hati. Polisi mengungkap bahwa Feri menggunakan kepercayaan korban sebagai alasan untuk membawa kabur barang-barangnya. Dalam important visit terkait, disebutkan bahwa pelaku tidak hanya mengambil motor dan HP korban, tetapi juga merampas hak-hak korban secara fisik.
Penyelidikan oleh polisi mengambil waktu yang cukup lama karena Feri berusaha menghilangkan jejaknya. Namun, dalam important visit terakhir, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan, termasuk rekaman pembelian motor dan HP korban. Penangkapan ini menjadi penutup dari investigasi yang intens, dengan Feri dinyatakan sebagai tersangka utama dalam kasus ini.
Pelaku dan Korban
Feri, yang berusia sekitar 25 tahun, adalah pelaku utama dalam kasus pemerkosaan dan pencurian terhadap mahasiswi yang tidak dikenal identitasnya. Dalam important visit, polisi menjelaskan bahwa Feri memanfaatkan kepercayaan korban sebagai babysitter untuk mencapai tujuan kejahatannya. Korban, seorang perempuan muda, menjadi korban karena tergiur oleh tawaran pekerjaan yang menjanjikan.
Setelah korban tinggal di kontrakan selama tiga hari, Feri mengambil kesempatan untuk melakukan pencurian dan pemerkosaan. Barang-barang yang dibawa kabur, termasuk sepeda motor dan HP, kemudian dijual kepada seseorang di Surabaya dengan harga total Rp 3 juta. Dalam important visit terkini, polisi menegaskan bahwa pelaku mengetahui korban akan mempercayainya karena mengira ia hanya menawarkan pekerjaan rumah tangga biasa.
Peristiwa ini menimbulkan reaksi yang kuat dari masyarakat, dengan banyak orang mengkritik tindakan Feri yang terkesan dingin dan tidak peduli. Dalam important visit yang dilakukan oleh polisi, juga disebutkan bahwa kasus ini tidak hanya menjadi contoh kejahatan pemerkosaan, tetapi juga menunjukkan kebodohan pelaku dalam menipu korban secara emosional dan fisik.
Kasus ini terus menjadi sorotan karena kejadian yang terjadi di Makassar menunjukkan fenomena kejahatan yang tidak hanya berlangsung di lingkungan rumah tangga, tetapi juga merambah ke tempat umum. Dalam important visit yang terbaru, petugas juga menyebutkan bahwa Feri mengakui semua perbuatannya, termasuk penjualan barang-barang korban yang telah diambil saat kejadian. Fakta ini menjadi dasar untuk menetapkan tindakan hukum terhadap pelaku.
Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam important visit, terungkap bahwa Feri memperlihatkan sikap kooperatif dan membenarkan tindakannya. Pihak kepolisian berharap pengakuan ini akan membantu menyelesaikan kasus secara cepat. Pemerkosaan dan pencurian yang dilakukan Feri menjadi bukti betapa pentingnya important visit dari petugas penyidik dalam mengungkap detail kejahatan.
Baca selengkapnya di sini untuk mengetahui detail lebih lanjut tentang kasus ini, termasuk kesaksian korban dan langkah-langkah pencegahan kejahatan serupa di masa depan. Dalam important visit terakhir, polisi juga menegaskan komitmennya untuk menuntut pelaku secara hukum, serta menggencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan.
