Berita

Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Ngaku Emosi karena Mabuk

ggu Ngaku Terpengaruh Emosi dan Alkohol Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu - Kasus penembakan brutal yang terjadi di bar Canggu, Bali, beberapa hari lalu

Desk Berita
Published Juli 21, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com

Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Ngaku Terpengaruh Emosi dan Alkohol

Wahanaberita.com – Kasus penembakan brutal yang terjadi di bar Canggu, Bali, beberapa hari lalu memperoleh perhatian besar dari masyarakat. Pelaku penembakan, yang mengaku terpengaruh emosi dan alkohol, telah ditangkap oleh petugas kepolisian setelah aksi kekerasan yang menewaskan dua korban, termasuk seorang warga negara asing (WNA), berlangsung di area sofa bar tersebut. Kejadian ini terjadi pada Jumat (17/7) malam, di kawasan Jalan Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung. Dalam penjelasannya, pelaku mengatakan bahwa ia tidak terduga menembak secara spontan karena terpancing oleh perasaan tidak puas saat sedang mabuk.

Detektif Jumlah Korban dan Detail Kejadian

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari polisi, aksi penembakan terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Pelaku, yang berinisial HSH, ditemukan dalam kondisi mabuk berat dan sedikit gugup saat ditangkap. Dalam pemeriksaan awal, ia mengakui bahwa kejadian tersebut dimulai dari perselisihan verbal yang terjadi antara dirinya dengan seorang pengunjung.

“Saya hanya sedikit marah karena sedang terpengaruh alkohol dan obat-obatan. Saat cekcok, saya langsung mengeluarkan senjata dan menembak ke arah korban tanpa berpikir panjang,” ujarnya saat diperiksa di ruang penyidikan Satreskrim Polres Badung.

Polisi menyebutkan bahwa pelaku mengenakan jaket hitam dan senjata api rakitan saat melakukan aksi. Dua korban, yang satu di antaranya adalah WNA, mengalami luka serius di bagian tubuh mereka, termasuk luka di kepala dan dada. Keduanya berusaha melarikan diri, tetapi gagal karena kejutan dari pelaku.

Dalam penyidikan, polisi menemukan bahwa pelaku memiliki riwayat konflik dengan pengunjung bar tersebut sebelumnya. Dikatakan, ia terus-menerus memperhatikan perbuatan pengunjung yang ia anggap menantangnya. Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, menjelaskan bahwa situasi berubah cepat ketika pelaku terpancing emosi. “Pelaku ini terlihat sangat emosional saat mengakui perbuatannya. Ia menyebutkan bahwa alkohol dan pengaruh obat terlarut menjadi faktor utama,” kata Purba dalam konferensi pers. Hasil tes urine menunjukkan adanya senyawa THC, MDMA, dan amfetamin dalam tubuh tersangka.

Proses Penyidikan dan Bukti yang Diperoleh

Setelah aksi penembakan, tim penyidik langsung melakukan investigasi untuk mengumpulkan bukti. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa pelaku menyimpan senjata api di dalam kantongnya sebelum aksi. Ia juga ditemukan memiliki sisa alkohol dan obat di tubuhnya, yang memperkuat klaim bahwa emosi dan pengaruh zat-zat tersebut menjadi penyebab kekerasan. Polisi menemukan bukti tambahan berupa rekaman CCTV dari bar yang menunjukkan pelaku berjalan kencang menuju area sofa sebelum menembak.

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Azarul Ahmad, menjelaskan bahwa pelaku diduga melanggar aturan tempat hiburan karena menembak secara impulsif. “Kami sedang memeriksa lebih lanjut apakah ada pelanggaran tata cara penggunaan senjata di dalam bar tersebut,” katanya. Selain itu, polisi juga menyebut bahwa pelaku memiliki riwayat penggunaan narkoba sebelumnya, yang memperbesar risiko kecanduan emosional. Pihak kepolisian menargetkan untuk segera memproses kasus ini, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pengaruh alkohol dan obat-obatan.

Reaksi Masyarakat dan Langkah Kepolisian

Kejadian penembakan ini memicu kecemasan di kalangan masyarakat setempat. Banyak warga mengeluhkan bahwa bar tersebut merupakan tempat hiburan yang populer, sehingga kerumunan pengunjung sering terjadi. “Saya merasa sangat terkejut, sebab tempat ini biasanya ramah dan aman,” kata seorang warga yang tinggal di sekitar bar. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berkunjung ke tempat hiburan yang dianggap rawan konflik.

Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian menghimpun saksi-saksi dan melanjutkan penyidikan untuk mengidentifikasi apakah ada kecurangan atau kesalahan pihak manapun dalam kejadian tersebut. “Kami sedang memastikan apakah ada bukti bahwa pelaku sedang dalam kondisi mabuk sebelum aksi. Jika terbukti, maka akan ada pertimbangan untuk memperberat hukuman,” tambah Kasat Reskrim. Sementara itu, korban yang masih hidup sedang dirawat di rumah sakit, dan pihak keluarga korban mengharapkan keadilan yang cepat.

Kasus ini juga menjadi perhatian media nasional, yang mempercepat penyebaran informasi tentang kejadian tersebut. Beberapa hari setelah penembakan, polisi telah merilis keterangan resmi mengenai status pelaku dan kondisi korban. Dalam beberapa hari terakhir, polisi juga melibatkan ahli psikologi untuk menilai tingkat emosi pelaku dan mengungkap motif lebih lanjut.

Dengan kejadian penembakan brutal di bar Canggu ini, kepolisian memperingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap efek alkohol dan narkoba yang dapat memicu perilaku impulsif. Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu menjadi contoh nyata bagaimana pengaruh zat-zat tertentu dapat mengubah keadaan normal menjadi kejadian berdarah. Dalam waktu dekat, penyidik akan mengumpulkan lebih banyak bukti untuk memperkuat kasus terhadap pelaku.

Leave a Comment