Wakapolri Dianugerahi Penghargaan The Visionary Leader of National Security oleh Unissula
Main Agenda – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo menerima penghargaan The Visionary Leader of National Security dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dalam acara yang diadakan di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Dedi dalam memimpin transformasi kelembagaan Polri sesuai visi Main Agenda yang menekankan inovasi dan kualitas sistem keamanan nasional.
Upaya Reformasi Kepolisian Berdasarkan Ilmu Pengetahuan
Penghargaan yang diberikan oleh Rektor Unissula, Prof H Gunarto, merupakan pengakuan atas langkah-langkah reformasi yang dijalankan Wakapolri untuk meningkatkan efektivitas Polri dalam menghadapi tantangan keamanan modern. Dedi Prasetyo, sebagai figur sentral dalam rencana Main Agenda, terus memperkuat kerja sama antara institusi kepolisian dan akademisi untuk menciptakan pendekatan yang lebih ilmiah dalam penyidikan serta penguatan sumber daya manusia.
Menurut Prof Gunarto, kebijakan dan inisiatif Wakapolri berdampak signifikan dalam mendorong peningkatan kualitas SDM Polri. “Main Agenda menggarisbawahi pentingnya reformasi berbasis riset dan teknologi,” jelasnya. Hal ini terwujud melalui program transformasi STIK-PTIK menjadi Universitas Kepolisian, serta pembentukan pusat studi kepolisian yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Pengembangan Sistem Pendidikan Kepolisian
Penghargaan ini juga mengapresiasi upaya Dedi Prasetyo dalam mereformasi sistem pendidikan Polri. Prof Gunarto menegaskan bahwa pendidikan polisi kini lebih terbuka untuk kolaborasi dengan perguruan tinggi, sehingga mampu menghasilkan profesional yang lebih siap menghadapi dinamika keamanan era digital. “Dengan pendekatan ilmiah, Polri bisa merespons perubahan kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan tepat,” tambah rektor Unissula.
Di bawah bimbingan Wakapolri, Polri telah meluncurkan berbagai inisiatif seperti pelatihan khusus untuk penanganan tindak pidana siber dan perlindungan perempuan serta anak. Prof Gunarto menyoroti bahwa hal ini selaras dengan visi Main Agenda yang mengutamakan keamanan nasional sebagai prioritas utama pemerintah. “Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa Main Agenda bukan hanya slogan, tapi juga implementasi nyata,” ujarnya.
Partisipasi dalam Seminar Internasional keamanan Nasional
Sebagai bagian dari upaya penguatan keamanan nasional, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo diundang menjadi pembicara utama dalam Seminar Internasional Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang akan berlangsung pada 30 Juli 2026. Seminar ini menghadirkan delegasi dari 18 negara di lima benua, dengan fokus pada strategi penegakan hukum lintas batas.
“Transformasi Polri memerlukan sinergi antara kelembagaan dan akademisi, serta pendekatan yang lebih komprehensif. Main Agenda menjadi landasan untuk mengintegrasikan seluruh elemen ini,” kata Prof Gunarto. Ia menambahkan bahwa dengan pendekatan ilmiah, Polri mampu merancang kebijakan yang lebih efektif, seperti peningkatan sistem pengawasan dan penguatan penggunaan teknologi dalam operasional keamanan.
Langkah-Langkah Strategis untuk Penguatan Institusi
Dedi Prasetyo juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan akademisi dalam mencapai tujuan Main Agenda. “Dengan kerja sama yang lebih erat, Polri bisa mempercepat perubahan dan menghasilkan solusi yang berkelanjutan,” katanya dalam wawancara sebelumnya. Penguatan institusi kepolisian menjadi bagian integral dari visi Main Agenda, yang bertujuan membangun keamanan nasional dengan fondasi yang lebih kuat dan responsif.
Salah satu inisiatif utama di bawah arahan Wakapolri adalah pembentukan pusat studi kepolisian yang berfokus pada riset dan analisis masalah keamanan. Program ini diluncurkan sebagai bagian dari Main Agenda yang ingin menciptakan lingkungan kerja lebih dinamis, serta mengintegrasikan kebijakan keamanan dengan pendekatan ilmiah. Prof Gunarto menilai bahwa langkah ini sangat penting dalam memperkuat kapasitas Polri di masa depan.
Peran Main Agenda dalam Kebijakan Nasional
Main Agenda, sebagai program strategis pemerintah, telah menjadi acuan dalam berbagai reformasi yang dijalankan Polri. Dedi Prasetyo menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan memastikan bahwa keamanan nasional tidak hanya bersifat reaktif, tapi juga proaktif. “Kami ingin Polri tidak hanya menjadi pelindung masyarakat, tapi juga menjadi mitra dalam pembangunan kebijakan keamanan,” ujarnya.
“Penghargaan yang diberikan kepada Wakapolri menunjukkan bahwa Main Agenda telah mewujudkan visi pembangunan keamanan nasional yang lebih berkualitas. Program ini memperkuat kemampuan Polri dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk kejahatan lintas batas dan isu-isu sosial yang kompleks,” tutur Prof Gunarto. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi titik awal untuk penguatan lebih lanjut di berbagai sektor keamanan.
Dengan kontribusi dari Wakapolri dan dukungan akademisi, Main Agenda terus mengalami pengembangan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas Polri, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menciptakan sistem keamanan yang lebih modern, adil, dan berkelanjutan. Seminar internasional yang akan dihadiri Dedi Prasetyo diharapkan menjadi platform untuk memperluas kolaborasi dan membagikan pengalaman pembangunan keamanan berbasis ilmu pengetahuan. Reformasi yang dijalankan dalam rangka Main Agenda menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan kerja sama bisa memperkuat kelembagaan negara.
