Internasional

Trump Kritik Yordania Buntut Tentara AS Tewas Diserang Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti hubungan bilateral dengan Yordania setelah insiden tragis yang menimpa prajurit negaranya. Trump

Desk Internasional
Published Juli 23, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com

Trump Kritik Yordania Buntut Tentara AS Tewas Diserang Iran

Wahanaberita.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti hubungan bilateral dengan Yordania setelah insiden tragis yang menimpa prajurit negaranya. Trump Kritik Yordania Buntut Tentara AS Tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Iran, sebuah peristiwa yang memicu ketegangan diplomatik di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut menewaskan minimal tiga tentara Amerika Serikat yang sedang bertugas di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.

Kritik Langsung dari Gedung Putih

Dalam pernyataannya yang disampaikan saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, Trump secara terbuka mengkritik peran Yordania dalam insiden tersebut. Pemimpin AS tersebut menuding bahwa Iran telah “menyelundupkan sesuatu melalui wilayah Yordania” tanpa hambatan yang signifikan. Meskipun tidak memberikan penjelasan mendetail, Trump menyiratkan bahwa Yordania mungkin tidak memberikan perlindungan optimal bagi pasukan Amerika yang berada di wilayahnya.

Trump juga menekankan pentingnya kontrol langsung atas operasi militer. Ia menyatakan bahwa ketika pihak lain menangani tugas yang seharusnya dilakukan oleh Amerika, hasilnya sering kali tidak optimal. Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan Washington terhadap aliansi strategisnya dengan Amman.

Detail Korban dan Kronologi Serangan

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan yang menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti menewaskan tiga prajurit Amerika Serikat. Selain itu, satu tentara lainnya juga dilaporkan tewas dan satu lagi mengalami luka-luka saat memusnahkan amunisi dari drone Iran yang jatuh di wilayah Irak bagian utara. Korban-korban tersebut ditemukan dalam kondisi yang tragis setelah serangan rudal yang diluncurkan dari Iran.

Peristiwa ini terjadi pada Senin malam, 20 Juli 2026, ketika sistem pertahanan udara Yordania berhasil mencegat dan menembak jatuh tiga rudal. Namun, beberapa rudal berhasil mencapai targetnya dan menyebabkan kerusakan signifikan di pangkalan militer tersebut. Suara ledakan keras terdengar di berbagai wilayah Yordania, menandakan intensitas serangan yang terjadi.

Respons Regional dan Dampak Diplomatik

Hingga saat ini, otoritas Yordania belum memberikan tanggapan resmi terhadap kritik Trump. Sebelumnya, militer Yordania menyatakan bahwa mereka telah melakukan upaya maksimal untuk melindungi wilayahnya dari serangan Iran. Sementara itu, Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap negara-negara Teluk sebagai bentuk pembalasan atas gelombang serangan terbaru dari Amerika Serikat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa operasinya berhasil menghancurkan sistem radar AS di Yordania serta fasilitas perusahaan Amerika, Amazon, yang berlokasi di Bahrain. Insiden ini semakin memperumit hubungan diplomatik di kawasan dan menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas regional saat ini.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya aliansi militer antara Amerika Serikat dan Yordania. Sebagai salah satu sekutu strategis Washington di Timur Tengah, Yordania memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan kawasan. Namun, insiden terbaru ini mungkin akan memicu evaluasi ulang terhadap komitmen kedua negara dalam menghadapi ancaman dari Iran.

Leave a Comment