Lebih dari 100 Murid di Garut Terindikasi Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Insiden Keracunan Massal di Cibatu
Wahanaberita.com – Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menjadi pusat perhatian setelah ratusan siswa harus dilarikan ke fasilitas kesehatan. Para pelajar tersebut menunjukkan berbagai gejala keracunan, termasuk muntah-muntah dan diare. Kondisi ini terjadi setelah mereka mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan sekolah.
Publik mulai mengetahui adanya kasus ini ketika sejumlah anak-anak datang ke Puskesmas Cibatu pada Rabu sore, 22 Juli 2026. Mereka melaporkan keluhan yang serupa, yakni rasa mual, muntah, serta diare yang dialami secara bersamaan.
Konfirmasi dari Pejabat Daerah
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengonfirmasi kebenaran peristiwa keracunan tersebut. Ia menyatakan bahwa jumlah korban telah melampaui angka seratus orang. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab pasti kejadian ini.
“Sudah 100 lebih,” ujar Syakur saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp, sebagaimana dilaporkan detikJabar pada Kamis, 23 Juli 2026.
Menu MBG dan Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, para pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Cibatu mengalami gangguan pencernaan setelah memakan MBG. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, telur, tempe, sayur sup, dan susu.
Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, menjelaskan bahwa gejala keracunan muncul setelah siswa-siswi menyantap MBG pada Selasa, 21 Juli 2026. Tidak semua siswa mengonsumsi makanan di sekolah; beberapa di antaranya membawa pulang MBG dan memakannya di rumah.
“Ini masih dalam penelitian kita (penyebab keracunan). Mudah-mudahan tidak menyebabkan situasi yang buruk. Tapi sejauh ini dapat tertangani oleh tim dari Puskesmas Cibatu,” jelas Nurdin.
Tim medis dari Puskesmas Cibatu telah bekerja menangani para korban. Hingga berita ini diturunkan, kondisi siswa-siswi tersebut dapat dikendalikan dengan baik.

