Internasional

Special Plan: Garda Revolusi Iran: Perdamaian Mustahil Tercapai hingga Israel Dilenyapkan

Special Plan: IRGC Tegaskan Perdamaian Mustahil Tanpa Penghapusan Israel Peristiwa Penyakit dan Kritik Terhadap Israel Special Plan - Dalam rencana khususnya

Desk Internasional
Published Mei 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Special Plan: IRGC Tegaskan Perdamaian Mustahil Tanpa Penghapusan Israel

Peristiwa Penyakit dan Kritik Terhadap Israel

Special Plan – Dalam rencana khususnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa perdamaian tidak akan tercapai hingga Israel dihapuskan. Korps ini secara tegas mengkritik aksi pembunuhan yang dilakukan rezim Zionis terhadap dua komandan utama Hamas, Mohammed Odeh dan Ezzeddin al-Haddad atau Abu Suhaib, di wilayah Kota Gaza. Kedua tokoh tersebut adalah bagian dari sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam.

Kematian Odeh, yang dilaporkan terjadi pada Rabu (27/5), menjadi bukti nyata dari kekejaman yang dianggap terus-menerus oleh IRGC. Serangan Israel tersebut menewaskan Odeh bersama istrinya dan tiga anaknya, menggambarkan kebrutalan rezim yang dianggap mengancam keamanan wilayah Timur Tengah. IRGC menyatakan bahwa kejadian ini memperkuat argumen bahwa kebrutalan dan teror akan terus berlanjut hingga Israel benar-benar dihilangkan.

“Dalam rencana khusus yang kita lakukan, pembunuhan dan pembantaian yang terjadi menunjukkan sifat predator rezim Zionis,” kata IRGC dalam pernyataannya. “Ini bukan sekadar kejadian kecil, melainkan tanda bahwa rezim ini terus berupaya memperparah penderitaan rakyat Palestina.”

Perdamaian dan Kebutuhan Penghapusan Israel

IRGC menegaskan bahwa konflik di wilayah Timur Tengah tidak akan berakhir hingga Israel sepenuhnya dihapuskan dari peta geopolitik. Mereka menyatakan bahwa kematian Odeh adalah konfirmasi bahwa kekuatan rezim Zionis tetap menjadi ancaman utama bagi keamanan kawasan. Sebelumnya, Ezzeddin al-Haddad juga tewas dalam serangan Israel pada 15 Mei, memperlihatkan ketidakekalan rezim tersebut terhadap prinsip perdamaian.

Pernyataan IRGC dalam “Special Plan” ini juga mencakup kecaman terhadap kebijakan internasional yang dianggap menguntungkan Israel. Mereka menyebut bahwa upaya pihak-pihak tertentu untuk mengadakan perjanjian damai justru memperkuat dominasi rezim yang dianggap tidak adil. Menurut IRGC, Israel telah menunjukkan sikap agresif dalam bertahun-tahun, sehingga kebrutalan dan konflik tidak dapat dihindari.

Kritik Terhadap Rencana Perdamaian Trump

Dalam “Special Plan” mereka, IRGC juga menyoroti kritik terhadap rencana perdamaian yang diperkenalkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mereka menyatakan bahwa rencana tersebut tidak memberikan solusi yang efektif bagi konflik Israel-Palestina. IRGC menilai bahwa Trump hanya memainkan taruhan politik untuk memperkuat posisi Israel di panggung internasional.

“Rencana perdamaian yang dibicarakan Presiden Amerika, rezim yang suka memainkan taruhan, tidak memiliki arti apa-apa. Kebutuhan pembunuhan dan teror masih terus terjadi,” tambah IRGC. “Kita menilai bahwa rencana ini hanya menciptakan pengalihan perhatian dari realitas kebrutalan yang terus berlanjut.”

Peran AS dalam Penguatan Israel

Kebijakan dukungan yang diberikan Amerika Serikat dan negara-negara Barat kepada Israel dianggap oleh IRGC sebagai faktor yang memperparah situasi. Mereka menegaskan bahwa “Special Plan” mereka memperhatikan peran AS dalam memperkuat rezim Zionis secara ekonomi dan militer. Dukungan ini dianggap mengabaikan kebutuhan rakyat Palestina untuk kebebasan dan hak-hak mereka.

IRGC menyoroti bahwa selama beberapa dekade, Israel telah menunjukkan tindakan-tindakan yang melanggar hak asasi manusia, termasuk serangan udara dan pelanggaran teritorial. Mereka menyatakan bahwa rakyat Palestina terus menikmati ketidakadilan, sehingga kebrutalan dan konflik harus diakhiri dengan penghapusan Israel sebagai kekuatan dominan.

Upaya Konsisten untuk Mencapai “Special Plan”

Para pemimpin IRGC menyatakan bahwa “Special Plan” adalah bagian dari strategi konsisten yang dijalankan untuk mencapai keadilan bagi rakyat Palestina. Mereka menegaskan bahwa rencana ini akan terus dijalankan hingga tujuannya tercapai, yaitu penghapusan Israel sebagai rezim penjajah. IRGC menekankan bahwa rakyat Timur Tengah akan tetap bersikeras untuk perdamaian hanya jika kekuasaan Israel diubah.

Dalam pernyataan terbaru mereka, IRGC juga meminta dunia untuk mendukung upaya-upaya lokal dalam mencapai “Special Plan”. Mereka menilai bahwa hanya dengan menghentikan dukungan internasional untuk Israel, perdamaian di wilayah Timur Tengah bisa terwujud. Dukungan untuk rezim Zionis, menurut IRGC, hanya memperpanjang siklus kebrutalan dan teror yang terus berlangsung.

Leave a Comment